Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.555.000
Beli Rp2.430.000
IHSG 6.175,535
LQ45 621,910
Srikehati 307,227
JII 366,948
USD/IDR 17.939

Kemenkeu Ungkap Pemerintah Alokasikan Rp 12 Triliun dari APBN 2026 untuk Riset

Dicky Prastya

Senin, 20 Juli 2026 | 14:03 WIB
Kemenkeu Ungkap Pemerintah Alokasikan Rp 12 Triliun dari APBN 2026 untuk Riset
Staf Ahli Menkeu Bidang PNBP, Mochamad Agus Rofiudin dalam acara Pekan Riset Sawit Indonesia (Perisai) 2026 di Jakarta, Senin (20/7/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Pemerintah mengalokasikan anggaran riset sebesar Rp12 triliun dalam APBN 2026 guna memperkuat transformasi dan daya saing ekonomi nasional.
  • BPDP telah mendanai 465 proposal riset sawit sebagai investasi strategis untuk meningkatkan produktivitas serta nilai tambah industri dalam negeri.
  • Implementasi biodiesel B50 menjadi bukti keberhasilan inovasi riset pemerintah dalam meningkatkan ketahanan energi nasional secara konkret dan berkelanjutan.

Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan bahwa Pemerintah telah mengalokasikan anggaran riset sebesar Rp 12 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Mochamad Agus Rofiudin mengungkapkan, langkah fiskal strategis ini diambil guna memperkuat pondasi transformasi ekonomi dan mendongkrak daya saing industri nasional di kancah global.

"Komitmen tersebut tercermin dalam alokasi APBN 2026 yang mencapai Rp 12 triliun untuk mendukung kegiatan riset dan inovasi nasional," katanya dalam acara Pekan Riset Sawit Indonesia 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Dukungan dana makro tersebut diperkuat oleh intervensi anggaran sektoral yang masif di industri hilir. Sejak tahun 2015 hingga 2026, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tercatat telah menyalurkan dana sebesar Rp917,58 miliar. 

Lembaga di bawah naungan Kemenkeu itu mengalokasikan dana tersebut untuk membiayai 465 proposal riset strategis, di mana 320 penelitian di antaranya telah berhasil diselesaikan. 

"Investasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing dan keberlanjutan industri sawit Indonesia," lanjutnya.

Ia mengungkapkan bahwa dalam sejarah pembangunan dunia, tidak ada satu pun bangsa yang berhasil maju hanya dengan mengandalkan kelimpahan sumber daya alam (SDA) semata. 

Menurutnya, SDA merupakan modal awal, namun inovasi dan penguasaan teknologi yang menjadi penentu utama nilai tambah suatu negara.

Agus menjelaskan, arah kebijakan fiskal Kemenkeu saat ini mengalami pergeseran paradigma. Pendanaan riset tidak lagi ditempatkan sebagai pos biaya pengurang (expense), melainkan sebagai investasi jangka panjang untuk membangun produktivitas nasional. Kebijakan fiskal kini didesain untuk menciptakan ruang tumbuh bagi lahirnya inovasi.

baca juga

Salah satu bukti nyata keberhasilan investasi riset yang didukung oleh pendanaan negara adalah lompatan besar di sektor energi terbarukan. 

Indonesia mencatatkan sejarah baru sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50, yang secara resmi telah diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 9 Juli 2026 lalu.

Menurutnya, pencapaian B50 ini menjadi indikator kuat bahwa investasi pada riset kelapa sawit tidak sekadar berakhir sebagai dokumen publikasi di atas kertas, melainkan menjelma menjadi kebijakan konkret yang memperkuat ketahanan energi nasional dan memberikan nilai tambah industri.

"Dalam rangka tersebut, riset memiliki posisi yang sangat penting. Tantangan industri sawit ke depan tidak cukup dijawab dengan volume produksi semata, tetapi melalui inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan nilai tambah. Seluruh upaya tersebut memerlukan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta para pelaku usaha," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkeu Raih Opini WTP 15 Kali Beruntun dari BPK

Kemenkeu Raih Opini WTP 15 Kali Beruntun dari BPK

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 15:10 WIB

Mesin Ekspor RI Kehilangan Tenaga! Sawit dan Baja Melemah Jadi Alarm Bahaya

Mesin Ekspor RI Kehilangan Tenaga! Sawit dan Baja Melemah Jadi Alarm Bahaya

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 15:30 WIB

APBN Bukan Dompet Pejabat: Bijak Sebelum Menghamburkan Anggaran

APBN Bukan Dompet Pejabat: Bijak Sebelum Menghamburkan Anggaran

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 08:35 WIB

Anggaran Pendidikan Tak Adil, Guru 3T Menangis Mengadu ke DPR

Anggaran Pendidikan Tak Adil, Guru 3T Menangis Mengadu ke DPR

Video | Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:00 WIB

Ketika Buku Dikurangi, tetapi Belanja Lain Membengkak: Apa Prioritas Kita?

Ketika Buku Dikurangi, tetapi Belanja Lain Membengkak: Apa Prioritas Kita?

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:45 WIB

BGN Minta Maaf Punya Utang Rp 1,6 Triliun di Era Dadan Hindayana, Belum Bayar EO hingga Dapur

BGN Minta Maaf Punya Utang Rp 1,6 Triliun di Era Dadan Hindayana, Belum Bayar EO hingga Dapur

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:31 WIB

Terkini

Kemenkeu Ungkap Pemerintah Alokasikan Rp 12 Triliun dari APBN 2026 untuk Riset

Kemenkeu Ungkap Pemerintah Alokasikan Rp 12 Triliun dari APBN 2026 untuk Riset

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 14:03 WIB

RUU Perampasan Aset, Akademisi Usul Pembentukan Badan Khusus Agar Barang Sitaan Tak Rusak

RUU Perampasan Aset, Akademisi Usul Pembentukan Badan Khusus Agar Barang Sitaan Tak Rusak

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:00 WIB

Usai Nobar Final Pildun, Ruangan Bupati Lombok Barat Disegel KPK, Keberadaan Bupati Jadi Misteri

Usai Nobar Final Pildun, Ruangan Bupati Lombok Barat Disegel KPK, Keberadaan Bupati Jadi Misteri

News | Senin, 20 Juli 2026 | 13:58 WIB

Jokowi Kumpulkan Teman Kuliah Satu Angkatan di UGM, Persiapan Sidang Roy Suryo dan dr Tifa

Jokowi Kumpulkan Teman Kuliah Satu Angkatan di UGM, Persiapan Sidang Roy Suryo dan dr Tifa

Surakarta | Senin, 20 Juli 2026 | 13:54 WIB

5 Parfum Wanita dengan Aroma Memikat Pria Tanpa Bicara, Ada Rekomendasi dr Boyke

5 Parfum Wanita dengan Aroma Memikat Pria Tanpa Bicara, Ada Rekomendasi dr Boyke

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 13:53 WIB

Ancaman 'Inflasi Kepintaran' di Era AI: Masihkah Kita Belajar untuk Berpikir?

Ancaman 'Inflasi Kepintaran' di Era AI: Masihkah Kita Belajar untuk Berpikir?

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 13:52 WIB

Bupati Afni Ngadu ke Wapres Gibran, Ingin DBH Siak Tak Dipangkas

Bupati Afni Ngadu ke Wapres Gibran, Ingin DBH Siak Tak Dipangkas

Riau | Senin, 20 Juli 2026 | 13:52 WIB

Empat Perusahaan Antre IPO di BEI, Dua Calon Emiten Beraset di Atas Rp250 Miliar

Empat Perusahaan Antre IPO di BEI, Dua Calon Emiten Beraset di Atas Rp250 Miliar

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 13:50 WIB

Investor Asing Tetap Kabur dari Pasar Saham Meski IHSG Ijo, BMRI Dibuang

Investor Asing Tetap Kabur dari Pasar Saham Meski IHSG Ijo, BMRI Dibuang

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 13:48 WIB

Desain Banner AI UMKM: Anggaran Terbatas atau Matinya Kreativitas?

Desain Banner AI UMKM: Anggaran Terbatas atau Matinya Kreativitas?

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 13:45 WIB

×