Menteri Protes Anies Terapkan PSBB, Gerindra DKI: Mereka Tidak Nurut Jokowi

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 11 September 2020 | 15:11 WIB
Menteri Protes Anies Terapkan PSBB, Gerindra DKI: Mereka Tidak Nurut Jokowi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Polda Metro Jaya. (Suara.com/Bagaskara).

Suara.com - Anggota fraksi Gerindra DPRD Jakarta Andyka membela Gubernur Anies Baswedan yang diserang sejumlah Menteri karena menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total. Andyka menganggap para menteri itu tidak nurut dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Andyka mengatakan Jokowi sudah secara gamblang memerintahkan agar saat ini fokus pada penanganan kesehatan. Jika para Menteri malah sibuk memikirkan ekonomi, maka mereka melawan arahan atasannya sendiri.

"Kalau menteri-menteri protes pak Anies artinya menteri-menteri yang protes itu tidak tertib kepada pimpinannya, tidak tertib kepada Presiden," ujar Andyka saat dihubungi, Jumat (11/9/2020).

Andyka lantas meminta agar para Menteri yang protes dengan kebijakan baru Pemprov DKI itu mempelajari tentang aturan otonomi daerah.

Menurutnya Pemerintah Daerah boleh membuat keputusan atau kebijakan asalkan selaras dengan keinginan Pemerintah Pusat.

"Selama tidak bertentangan dengan aturan yang ada di atasnya itu bisa dilaksanakan apalagi sesuai dengan yang memang disampaikan diharapkan oleh Presiden," jelasnya.

Karena itu, ia menyarankan agar para Menteri menghormati keputusan Anies yang dianggapnya hanya menjalankan instruksi Presiden. Terlebih lagi kondisi penularan corona di Jakarta sekarang ini sudah semakin mengkhawatirkan.

"Intinya kalau ada para pembantu presiden yang bertentangan dengan arahan dengan imbauan kebijakan keputusan presiden, ini yang harus dipertanyakan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ideks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (10/9/2020) kemarin ambles 5 persen, alhasil perdagangan IHSG dihentikan sementara selama 30 menit.

Menanggapi hal ini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, terbakarnya indeks pada hari ini karena pengumuman mendadak dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB pada 14 September 2020 mendatang.

"Sampai dengan kemarin karena hari ini indeks masih ada ketidakpastian akibat dari pada announcement (pengumuman) Gubernur DKI tadi malam. Sehingga pagi tadi indeks sudah di bawah 5.000,” kata Airlangga dalam Rakornas KADIN Indonesia yang disiarkan virtual, Kamis (10/9/2020).

Menurut Ketua Umum Partai Golkar ini, pengumuman yang mendadak ini membuat respons pasar menjadi panik, sehingga mempengaruhi indeks yang bergejolak.

“Namun kita juga harus melihat bahwa gas dan rem ini, kalau digas atau direm mendadak itu, tentu kita harus menjaga kepercayaan dan confident daripada publik. Karena ekonomi ini tidak semuanya faktor fundamental, tetapi juga ada faktor sentimen. Terutama untuk di sektor capital market,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteng Rawan Corona,  Masjid Sunda Kelapa Tutup Mulai Senin 14 September

Menteng Rawan Corona, Masjid Sunda Kelapa Tutup Mulai Senin 14 September

News | Jum'at, 11 September 2020 | 14:59 WIB

Kritik PSBB Total, Bima Arya ke Anies: Bunuh Nyamuk Jangan Pakai Meriam

Kritik PSBB Total, Bima Arya ke Anies: Bunuh Nyamuk Jangan Pakai Meriam

Jakarta | Jum'at, 11 September 2020 | 14:51 WIB

Usai Tes Kesehatan, Gibran Isolasi Mandiri di Rumah Jokowi, Ini Alasannya

Usai Tes Kesehatan, Gibran Isolasi Mandiri di Rumah Jokowi, Ini Alasannya

Jakarta | Jum'at, 11 September 2020 | 14:45 WIB

Bima Arya Kritik PSBB Total Jakarta Anies Tak Efektif, Dampak Ekonomi Besar

Bima Arya Kritik PSBB Total Jakarta Anies Tak Efektif, Dampak Ekonomi Besar

Jakarta | Jum'at, 11 September 2020 | 14:32 WIB

Presiden Jokowi Dorong Unpad Kembangkan Iptek dan Inovasi Riset

Presiden Jokowi Dorong Unpad Kembangkan Iptek dan Inovasi Riset

Jabar | Jum'at, 11 September 2020 | 14:04 WIB

Terkini

Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati

Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:08 WIB

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:39 WIB

Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global

Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:03 WIB

Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko

Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:00 WIB

Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan

Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:00 WIB

Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun

Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:22 WIB

Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas

Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:10 WIB

Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka

Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:07 WIB

Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi

Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:00 WIB

Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap

Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:55 WIB