Kapal Feri Jarang Melintas, Lumba-lumba Langka Muncul di Sungai Hong Kong

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 14 September 2020 | 14:24 WIB
Kapal Feri Jarang Melintas, Lumba-lumba Langka Muncul di Sungai Hong Kong
Ilustrasi lumba-lumba. (Pixabay/sab_k)

Suara.com - Lumba-lumba langka kembali melintas di sekitar sungai Delta, Hong Kong saat lalu-lintas kapal feri menjadi lengang akibat pandemi Covid-19.

Menyadur The Straits News, Seni (14/9/2020) Ilmuwan kelautan Lindsay Porter dari Universitas St Andrews mengatakan lumba-lumba putih dan lumba-lumba merah muda bergerak kembali ke Sungai Pearl Delta.

Sungai tersebut biasanya dihindari oleh lumba-lumba karena banyak kapal feri melintas yang menghubungkan Hong Kong dan Makau.

Jumlah lumba-lumba di daerah itu melonjak hingga 30 persen sejak Maret ketika lalu lintas kapal feri dibatasi.

Menurut Dr Porter, kondisi tersebut merupakan kesempatan langka bagi ilmuwan untuk mempelajari bagaimana kebisingan bawah air memengaruhi perilaku lumba-lumba.

"Perairan ini, yang pernah menjadi salah satu jalur tersibuk di Hong Kong, kini menjadi sangat tenang," kata Dr Porter, yang telah mempelajari lumba-lumba selama tiga dekade di Hong Kong.

Dari perahu karet kecil, Dr Porter dan timnya menjatuhkan mikrofon ke dalam air dan menggunakan drone untuk mengawasi lumba-lumba.

Menurut Dr Porter, penelitian tersebut menunjukkan bahwa lumba-lumba beradaptasi lebih cepat dari yang diharapkan di lingkungan yang tenang, dan populasinya kemungkinan akan meningkat ketika penyebab stres tersebut dihilangkan.

Para ilmuwan mengira ada sekitar 2.000 lumba-lumba di seluruh muara Sungai Mutiara.

baca juga

Sebuah survei pemerintah Hong Kong pada 2019 menemukan bahwa hanya sekitar 52 lumba-lumba yang memasuki perairan di sekitar pusat keuangan Asia tersebut, tetapi Dr Porter yakin jumlah sebenarnya mungkin sedikit lebih tinggi.

"Saya terkadang merasa bahwa kami mempelajari lambatnya kematian populasi ini, yang bisa sangat menyedihkan," katanya.

Namun, meski penurunan populasi ini tidak dapat dihentikan, penelitian tersebut dapat membantu populasi lumba-lumba di tempat lain, katanya.

Rencana konservasi Hong Kong difokuskan pada pembukaan taman laut, di mana lalu lintas kapal dibatasi tetapi tidak dilarang. Tiga di antaranya sering dikunjungi lumba-lumba.

Kelompok konservasi WWF Hong Kong dan Dr Porter mengatakan langkah-langkah tersebut tidak memadai karena lumba-lumba masih dalam bahaya ditabrak feri saat mereka bergerak di antara kawasan lindung.

"Artinya, jika kita memang memiliki rencana pengelolaan yang komprehensif di Hong Kong dengan langkah-langkah konservasi yang lebih efektif, kita mungkin bisa dengan cepat menghentikan penurunan populasi lumba-lumba," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tertembak di Dada, Pria Ini Kemudikan Sendiri Mobilnya ke Rumah Sakit

Tertembak di Dada, Pria Ini Kemudikan Sendiri Mobilnya ke Rumah Sakit

News | Rabu, 09 September 2020 | 02:58 WIB

Diduga Terlibat Aksi Protes, Polisi Hong Kong Ringkus Bocah Usia 12 Tahun

Diduga Terlibat Aksi Protes, Polisi Hong Kong Ringkus Bocah Usia 12 Tahun

News | Selasa, 08 September 2020 | 12:57 WIB

Isi Air Liur, Lansia Curi Sekotak Sampel Covid-19 untuk Dijadikan Payung

Isi Air Liur, Lansia Curi Sekotak Sampel Covid-19 untuk Dijadikan Payung

News | Jum'at, 04 September 2020 | 19:53 WIB

Terkini

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:14 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp133.950 per Kg, Bawang Merah Naik 21 Persen

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp133.950 per Kg, Bawang Merah Naik 21 Persen

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Kronologi Demo Ricuh di Malioboro Versi Polisi, Massa Misterius Bawa Sajam dan Miras

Kronologi Demo Ricuh di Malioboro Versi Polisi, Massa Misterius Bawa Sajam dan Miras

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Karakter Shio Naga saat Hadapi Masalah Keuangan dan Tekanan Pekerjaan

Karakter Shio Naga saat Hadapi Masalah Keuangan dan Tekanan Pekerjaan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku

Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:07 WIB

Viral Diduga Oknum Bagi-bagi Teh Kemasan Isi Sabun untuk Meracuni Peserta Demo

Viral Diduga Oknum Bagi-bagi Teh Kemasan Isi Sabun untuk Meracuni Peserta Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:06 WIB

KPK Geledah Kantor Bea Cukai dan PT Djarum, Ada Kongkalikong Cukai Rokok?

KPK Geledah Kantor Bea Cukai dan PT Djarum, Ada Kongkalikong Cukai Rokok?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:04 WIB

×