Array

Kesehatan Dulu Dibereskan, Baru Ekonomi, Kedengarannya Masuk Akal, Tapi...

Siswanto Suara.Com
Selasa, 15 September 2020 | 12:00 WIB
Kesehatan Dulu Dibereskan, Baru Ekonomi, Kedengarannya Masuk Akal, Tapi...
Kepadatan pemukiman penduduk terlihat dari ketinggian di salah satu kawasan di Jakarta, Rabu (28/9/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menangani dampak pandemi Covid-19, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia berat dan berbeda dengan negara lain.

"Kesehatan nomor satu, tetapi ekonomi jangan diabaikan. Jika kesehatan diabaikan bisa menyebabkan kematian. Jika ekonomi diabaikan, kesehatan akan menurun karena kemiskinan dan kelaparan. Kelaparan bisa menyebabkan lebih banyak kematian," kata analis politik dan ekonomi Rustam Ibrahim melalui akun Twitter.

Menurut Rustam Ibrahim pernyataan kesehatan dulu dibereskan, baru kemudian ekonomi, kedengarannya sangat masuk akal.

Tetapi, kata dia, bagaimana jika seluruh sumberdaya ekonomi habis dikuras untuk kesehatan. Kesehatan mungkin bisa dicapai. Tapi bisa-bisa yang tinggal adalah kemiskinan dan kelaparan.

"Tinggal di rumah, jangan ke luar rumah tidak tidak benar-benar perlu, kata orang-orang punya tabungan banyak untuk istirahat di rumah yang nyaman dan pesan makanan restoran dan melalui online pesan sayuran. Bagaimana dengan orang-orang yang kalau tidak kerja harian, keluarganya tidak makan?" kata Rustam Ibrahim.

Pencegahan penyebaran Covid-19 butuh kerjasama baik semua pihak.

Menurut Rustam Ibrahim dalam pernyataan yang disampaikan di Twitter beberapa waktu yang lalu sejauh ini dunia hanya mampu bertahan melawan ekspansi virus corona dengan senjata seadanya yang disebut protokol kesehatan.

Masyarakat dunia, kata Rustam Ibrahim, sedang mencari senjata canggih untuk bertahan yang disebut dengan vaksin dan obat-obatanan. "Semoga segera ketemu dan dipraktikkan," kata Rustam Ibrahim.

Rustam Ibrahim juga menyoroti penanganan di Indonesia. Menurut penilaian dia, Indonesia tantangannya lebih berat dibandingkan negara lain.

Baca Juga: Jubir: Jokowi Tak Lelah Ingatkan 267 Juta Rakyat Indonesia Pakai Masker

"Protokol kesehatan belum sepenuhnya ditegakkan secara tegas, keras, dan konsisten ditegakkan. Selain itu kesadaran masyarakat yang kurang, tuntutan ekonomi, fasilitas transportasi publik yang terbatas serta kepadatan penduduk, terutama di Jawa," kata Rustam Ibrahim.

Rustam Ibrahim berharap pemerintah tidak terjebak dengan dikotomi mengenai kesehatan atau ekonomi.

"Tetap bertahan melawan corona dengan tegas, keras dan konsisten menegakkan protokol kesehatan, juga tetap membuka aktivitas ekonomi secara bertahap sampai vaksin dan obat-obatan ditemukan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI