Cek Fakta: Benarkah Anies Diinstruksi KAMI Terapkan PSBB Berbulan-bulan?

Rifan Aditya , Hernawan

Selasa, 15 September 2020 | 12:38 WIB
Cek Fakta: Benarkah Anies Diinstruksi KAMI Terapkan PSBB Berbulan-bulan?
[SALAH] Anies Dapat Intruksi Dari KAMI Agar Lakukan PSBB Total Berbulan-Bulan (Turnbackhoax.id).

Suara.com - Beredar di linimasa media sosial, sebuah narasi yang mengatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapatkan instruksi dari KAMI untuk menerapkan PSBB total selama berbulan-bulan.

Klaim ini dikabarkan oleh pemilik akun Facebook Sidik Purnomo yang mengunggah sebuah foto tangkapan layar dengan narasi "semua dikondisikan sesuai skenario penghinat bangsa".

Dalam unggahan tersebut juga terdapat foto tangkapan layar status Facebook Anna Belova yang mengatakan bahwa KAMI menginstruksi Anies untuk menerapkan PSBB total beberapa bulan agar perekonomian rakyat DKI Jakarta menjadi lumpuh sehingga ketika bulan Oktober 2020, Indonesia masuk ke dalam jurang Resesi.

Berikut adalah narasi yang terdapat pada foto tangkapan layar yang diunggah akun Facebook Sidik Purnomo:

"Kajian intelejen crime.... Anis dapat intruksi dari "KAMI" agar lakukan psbb total beberapa bulan agar tujuannya Rakyat DKI menjadi lumpuh secara perekonomian sehingga ketika bulan Oktober 2020 besok Indonesia masuk jurang Resesi (100% pasti resesi) maka dikarnakan tidak adanya pekerjaan, pendapatan cash dan tabungan berakibat pada kemiskinan yang menjadi jadi di DKI sehingga bisa memicu Demo dan penjarahan. Bila itu terjadi maka KAMI dan antek Kadrun lainnya akan push provokasi kepada rakyat tentang JOKOWI HARUS MUNDUR KARENA GAGAL SELAMATKAN RAKYAT. Ada misi jahat sedang di jalankan oleh wan abut, kadrun, dan KAMI bik GATOT CENDANA".

[SALAH] Anies Dapat Intruksi Dari KAMI Agar Lukan PSBB Total Berbulan-Bulan (Turnbackhoax.id).
[SALAH] Anies Dapat Intruksi Dari KAMI Agar Lakukan PSBB Total Berbulan-Bulan (Turnbackhoax.id).

Lantas benarkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapatkan instruksi dari KAMI untuk menerapkan PSBB total selama berbulan-bulan?

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran turnbackhoax.id - Jaringan Suara.com, klaim yang menyebut bahwa Anies Baswedan mendapat instruksi dari KAMI agar lakukan PSBB total beberapa bulan adalah klaim yang salah.

Pasalnya, dilansir dari Tim CekFakta Tempo, klaim atas penetapan kembali PSBB di Jakarta yang disebut sebagai bagian dari skenario untuk mendesak Presiden Jokowi mundur itu keliru.

baca juga

Faktanya, penerapan kembali PSBB DKI Jakarta adalah upaya untuk menurunkan kurva kasus covid-19 dan menghindari kolapsnya pelayanan kesehatan. Penerapan PSBB ersebut dibuat berdasarkan data Indikator Pantau Pandemi serta masukan para ahli epidemiologi.

Dilansir dari Tempo.co, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan indikator utama dalam keputusan pemberlakuan PSBB adalah tingkat kematian dan tingkat keterisian rumah sakit, baik untuk tempat tidur isolasi maupun ICU yang semakin tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa Jakarta tengah berada dalam kondisi darurat.

Menurut penuturan Anies, 1.347 orang di Jakarta meninggal akibat covid-19. Meskipun tingkat kematian akibat covid-19 di Jakarta berada di angka 2,7 persen dan lebih rendah dari nasional yang berangka 4,1 persen, bahkan lebih rendah dari angka kematian global yang mencapai angka 3,3 persen, tetapi jumlah kematian terus bertambah. Hal ini disertai dengan peningkatan angka pemulasaran jenazah dengan protokol covid-19.

Tidak hanya itu saja, saat ini sebanyak 4.053 tempat tidur isolasi di 63 rumah sakit rujukan di Jakarta telah terpakai sekitar 77 persen. Berdasarkan kalkulasi Pemerintah Provinsi DKI, jika tidak diberlakukan pembatasan sosial secara ketat dan kondisi pandemi terus berlangsung, seluruh tempat tidur isolasi akan terisi penuh pada 17 September 2020 mendatang.

Adapun sebanyak 528 tempat tidur ICU untuk merawat pasien dengan gejala berat sudah terpakai sekitar 83 persen. Menurut Anies, apabila tren terus naik, maka 15 September 2020 akan penuh.

Penerapan kembali PSBB DKI Jakarta didukung oleh sejumlah pihak. Dilansir dari IDN Times, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) JUsuf Kalla menilai PSBB yang diberlakukan Pemprob DKI mulai 14 September 2020 adalah sebuah keharusan, sebab PSBB transisi terbukti tidak menurunkan kurva penyebaran covid-19 di Ibukota.

Lebih lanjut lagi, padahal kasus covid-19 saat pemberlakuan PSBB periode awal sempat mengalami penurunan. Untuk itu, JK menilai bahwa PSBB adalah langkah tegas yang harus diambil demi menghindari penularan virus covid-19 yang semakin masif. Bahkan, JK beranggapan bahwa untuk memulihkan situasi ekonomi, Indonesia perlu terlebih dahulu menyudahi pandemi covid-19 ini.

Dikutip dari Kompas.com, ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menuturkan bahwa pengetatan kegiatan masyarakat melalui rencana SBB sepertu awal pandemi cvid-19 di Jakarta sudah tepat. Hal ini lantaran jumlah kasus covid-19 di Ibukota terus meningkat serta tempat tidur pasien covid-19 mulai penuh.

Menurut Pandu, rencana penerapan PSBB tersebut dibuat berdasarkan data Indikator Pantau Pandemi serta masukan dari para ahli epidemiologi. Indikator tersebut terdiri atas epidemiologi, kesehatan publik, dan kesiapan pelayanan kesehatan. Menurutnya, langkah pengetatan kembali sudah terencana apabila nanti kasus covid-19 mengalami peningkatan.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa klaim yang mengatakan bahwa Anies mendapat instruksi dari KAMI untuk melakukan PSBB total selama berbulan-bulan agar ekonomi rakyat melemah merupakan klaim yang tidak benar.

Unggahan akun Facebook Sidik Purnomo itu masuk dalam kategori Konten yang Menyesatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dolar AS Tertekan, Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat di PSBB Hari Kedua

Dolar AS Tertekan, Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat di PSBB Hari Kedua

Bisnis | Selasa, 15 September 2020 | 09:16 WIB

Satpol PP Razia Warung Makan saat PSBB Total di Jakarta

Satpol PP Razia Warung Makan saat PSBB Total di Jakarta

Foto | Selasa, 15 September 2020 | 06:11 WIB

Hari Pertama Pengetatan PSBB, Corona di Jakarta Tembus 1.000 Lebih

Hari Pertama Pengetatan PSBB, Corona di Jakarta Tembus 1.000 Lebih

Jakarta | Selasa, 15 September 2020 | 04:24 WIB

Terkini

Review Dark Matter Season 1: Menjelajah Multiverse Demi Menyelamatkan Cinta Sejati

Review Dark Matter Season 1: Menjelajah Multiverse Demi Menyelamatkan Cinta Sejati

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 12:49 WIB

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 20 September 2026: Lokasi, Syarat dan Jam Pelayanan

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 20 September 2026: Lokasi, Syarat dan Jam Pelayanan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Jejak Kelam Fahd A Rafiq: Eks Narapidana Korupsi yang Kini Kembali Ditangkap KPK

Jejak Kelam Fahd A Rafiq: Eks Narapidana Korupsi yang Kini Kembali Ditangkap KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:45 WIB

Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif

Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB

Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB

Eks Google DeepMind Memperingatkan AI Bikin Manusia Punah

Eks Google DeepMind Memperingatkan AI Bikin Manusia Punah

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:42 WIB

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:40 WIB

45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung

45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung

Sumbar | Selasa, 15 September 2026 | 12:39 WIB

×