Digertak Donald Trump, Iran Balik Ancam Amerika Serikat

Reza Gunadha | Arief Apriadi | Suara.com

Rabu, 16 September 2020 | 12:39 WIB
Digertak Donald Trump, Iran Balik Ancam Amerika Serikat
Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei. [AFP]

Suara.com - Iran memperingatkan Amerika Serikat agar tidak membuat "kesalahan strategis" setelah Presiden Donald Trump mengancam negara Arab tersebut pada Senin (14/9/2020).

Trump dalam pernyataannya menyebut bakal membalas Iran dengan brutal menyusul laporan bahwa Teheran berencana membunuh Duta Besar (Dubes) AS di Afrika Selatan, Lana Marks.

Marks disebut-sebut jadi target pembunuhan oleh Iran sebagai tindakan balas dendam atas kematian Jenderal Qasem Soleimani.

Soleimani yang merupakan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, tewas dalam serangan drone yang diluncurkan AS di dekat Bandara Baghdad pada Januari lalu.

"Kami berharap bahwa mereka tidak membuat kesalahan strategis baru dan tentunya dalam kasus kesalahan strategis, mereka akan menyaksikan tanggapan tegas Iran," kata juru bicara pemerintah Ali Rabiei dikutip dari Al Jazeera, Rabu (16/9/2020).

Hubungan Iran dan AS kembali memanas setelah sebuah laporan media AS, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya, mengatakan dugaan persekongkolan Iran untuk membunuh Dubes AS untuk Afrika Selatan.

Rencana Iran itu, lanjut sumber tersebut, telah direncanakan sebelum pemilihan presiden (Pilpres) AS pada November.

"Menurut laporan pers, Iran mungkin merencanakan pembunuhan, atau serangan lain, terhadap Amerika Serikat sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin teroris Soleimani," cuit Trump.

"Setiap serangan oleh Iran, dalam bentuk apapun, terhadap Amerika Serikat akan bertemu dengan serangan terhadap Iran yang akan 1.000 kali lebih besar!"

Hubungan antara Washington dan Teheran memburuk sejak Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional penting dengan Iran pada Mei 2018.

Washington mendorong untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran yang mulai berakhir secara bertahap pada bulan Oktober serta memberlakukan kembali sanksi PBB terhadap Teheran.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Selasa bersumpah bahwa Washington akan mencegah Iran dari membeli "tank China dan sistem pertahanan udara Rusia" sebagai akhir dari embargo senjata PBB terhadap pendekatan Teheran.

Sementara Uni Eropa dan PBB tidak setuju dengan keputusan AS untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi sepihak terhadap Iran.

"Kami akan bertindak dengan cara--dan kami telah bertindak--yang akan mencegah Iran untuk dapat membeli tank China dan sistem pertahanan udara Rusia dan menjual kembali senjata ke Hizbullah," kata Pompeo.

Hizbullah, sebuah gerakan yang didukung Iran, telah lama menjadi sasaran sanksi AS dan masuk daftar hitam sebagai organisasi "teroris".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp 14.844 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp 14.844 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 16 September 2020 | 10:26 WIB

Rupiah Berpotensi Melemah ke Level Rp 14.900 per Dolar AS

Rupiah Berpotensi Melemah ke Level Rp 14.900 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 16 September 2020 | 08:56 WIB

Syekh Ali Jaber Ditusuk, HNW Bandingkan dengan Perlindungan Ulama di AS

Syekh Ali Jaber Ditusuk, HNW Bandingkan dengan Perlindungan Ulama di AS

News | Rabu, 16 September 2020 | 10:05 WIB

Covid-19: Jumlah Kematian di Iran Bertambah 156 Orang

Covid-19: Jumlah Kematian di Iran Bertambah 156 Orang

Video | Rabu, 16 September 2020 | 07:00 WIB

Surat Cinta Tupac Shakur dan Mahkota Biggie Bernilai Rp 4 M akan Dilelang

Surat Cinta Tupac Shakur dan Mahkota Biggie Bernilai Rp 4 M akan Dilelang

News | Selasa, 15 September 2020 | 21:13 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB