Kondisi Membaik usai Diduga Diracun, Alexei Navalny: Saya Bisa Bernapas

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Rabu, 16 September 2020 | 12:42 WIB
Kondisi Membaik usai Diduga Diracun, Alexei Navalny: Saya Bisa Bernapas
Alexei Navalny, kritikus sekaligus opisis Kremlin.[Twitter/@Kira_Yarmysh]

Suara.com - Pemimpun oposisi Rusia Alexei Navalny mengabarkan kondisinya yang semakin melalui unggahan instagram pribadinya, menyebut ia dapat bernapas tanpa bantuan alat.

Menyadur The Guardian, postingan foto yang menunjukkan dirinya berada di atas ranjang rumah sakit Berlin ini merupakan pernyataan publik pertamanya usai jatuh sakit dengan dugaan diracun.

Dalam unggahan di akun @navalny pada Selasa (15/9), pria yang menurut pihak berwenang Jerman diracun novichok ini terlihat ditemani oleh istri dan kedua anaknya.

"Hai, ini Navalny. Saya rindu kalian. Saya masih sulit melakukan apapun, tetapi kemarin saya bisa bernapas sepanjang hari sendirian. Sepenuhnya sendiri," tulis Navalny pada caption.

Navalny lalu menyebut tidak tak lagi memakai alat bantu napas, termasuk ventilator. "Saya sangat menyukainya. Proses menakjubkan yang kurang dihargai banyak orang."

Sebelumnya pada Senin (14/9), pihk rumah sakit menyebut kondisi pria 44 tahun ini terus membaik dan mulai dapat berbicara.

Kritikus yang juga merupakan pengacara ini pingsan dalam penerbangan dari Tomsk menuju Moskow serelah meminum secangkir teh di bandara.

Setelah menjalani perawatan beberapa hari, Navalny belakangan dinyatakan keracunan novichok oleh Rumah Sakit Charlite Berlin.

Otoritas Jerman mengatakan laboratorium Prancis dan Swedia telah mengonfirmasi temuan terkait novichok yang digunakan untuk meracuni Navalny.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, disebutkan telah menelepon mitranya dari Rusia, Vladimir Putin, guna meminta penjelasan.

Sementara, pihak berwenang Rusia membantah semua tudingan keterilibatan, menyebut Navalny jatuh sakit karena alasan lain atau kemungkinan diracun oleh orang lain.

Mengutip Channel News Asia, Uni Eropa telah mendesak Rusia untuk mengadakan penyelidikan independen dan transparan. Sementara Kanselir Jerman Angela Merkel meminta pihak-pihak terkait untuk bertanggungjawab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Keracunan Novichok, Alexei Navalny Kini Selamat dari Koma

Diduga Keracunan Novichok, Alexei Navalny Kini Selamat dari Koma

News | Rabu, 09 September 2020 | 03:01 WIB

Jerman Sebut Alexei Navalny Diracun Pakai Novichok

Jerman Sebut Alexei Navalny Diracun Pakai Novichok

News | Kamis, 03 September 2020 | 16:02 WIB

Kremlin Tuduh Jerman Terburu-buru Menyimpulkan Alexei Navalny Keracunan

Kremlin Tuduh Jerman Terburu-buru Menyimpulkan Alexei Navalny Keracunan

News | Rabu, 26 Agustus 2020 | 14:24 WIB

Terkini

Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi

Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:25 WIB

Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon

Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:18 WIB

WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?

WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:15 WIB

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Pascagempa Maluku Utara, Ini Data Dampak dan Susulannya

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Pascagempa Maluku Utara, Ini Data Dampak dan Susulannya

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:11 WIB

Update Repatriasi Jenazah Prajurit TNI, Upacara Pelepasan PBB di Beirut Digelar Hari Ini

Update Repatriasi Jenazah Prajurit TNI, Upacara Pelepasan PBB di Beirut Digelar Hari Ini

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:06 WIB

Krisis Selat Hormuz Makin Panas, Uni Emirat Arab Desak PBB Gunakan Kekuatan Militer Hadapi Blokade

Krisis Selat Hormuz Makin Panas, Uni Emirat Arab Desak PBB Gunakan Kekuatan Militer Hadapi Blokade

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:05 WIB

'Dua Menit Langsung Meledak', Cerita Mencekam Detik-detik Picu Kebakaran SPBE Cimuning

'Dua Menit Langsung Meledak', Cerita Mencekam Detik-detik Picu Kebakaran SPBE Cimuning

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:02 WIB

Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih

Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih

News | Kamis, 02 April 2026 | 11:58 WIB

Korban Kebakaran SPBE Cimuning Masih Biayai Pengobatan Sendiri, Keluarga Tunggu Kepastian

Korban Kebakaran SPBE Cimuning Masih Biayai Pengobatan Sendiri, Keluarga Tunggu Kepastian

News | Kamis, 02 April 2026 | 11:57 WIB

Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Diduga Akibat Kebocoran Gas Saat Pengisian

Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Diduga Akibat Kebocoran Gas Saat Pengisian

News | Kamis, 02 April 2026 | 11:49 WIB