Refly Sebut Penumpang Gelap Pertamina: Pengusaha, Namanya Pernah di Pilpres

Reza Gunadha, Farah Nabilla

Jum'at, 18 September 2020 | 12:52 WIB
Refly Sebut Penumpang Gelap Pertamina: Pengusaha, Namanya Pernah di Pilpres
Refly Harun menyebut penumpang gelap dalam Pertamina. (YouTube/Refly Harun)

Suara.com - Pakar Hukum dan Tata Negara Refly Harun menyebut sosok lain yang ia anggap sebagai penumpang gelap Pertamina. Ia menyebut sosok itu pernah terlibat dalam Pilpres.

Dikutip Suara.com dar tayangan Youtube Refly Harun, Jumat (18/9/2020), salah satu deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu mengulas tentang cara Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang blakblakan membongkar masalah internal dalam perusahaan milik negara itu.

Aib yang dibongkar Ahok itu juga diamini oleh Refly Harun yang pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pelindo.

"Jangan mengandaikan bahwa perusahaan seperti Pertamina tidak ada free riders-nya, penumpang gelapnya," kata Refly.

Lebih lanjut, Refly menyebut ada penumpang gelap dalam Pertamina yang pernah berkiprah dalam Pemilihan Presiden yang memiliki peran penting.

"Ini juga perlu dicatat, penumpang gelap itu bisa siapa saja, bisa pengusaha yang sangat powerful, yang namanya pernah beredar dalam Pilpres, misalnya," ucap Refly tanpa menyebut nama tokoh yang dimaksud.

Simak pernyataan Refly tersebut DI SINI.

Ia hanya menjelaskan cara kerja penumpang gelap yang ia sebut mendompleng di perusahaan minyak negara itu.

"Di mana kerjanya itu mencari keuntungan yang besar dari impor minyak. Dari Singapura misalnya, untuk kebutuhan dalam negeri," jelas Refly.

baca juga

Selain itu, Refly menduga ada beberapa orang yang berada di dalam lingkup kekuasaan yang juga menjadi aib Pertamina.

"Atau mungkin dari orang-orang yang berkuasa di inner circle kekuasaan. Nah, yang seperti ini juga kadang-kadang untouchable, makanya orang mengatakan mafia migas. Orang yang tidak tersentuh ini harus diteriaki," pesan Refly.

Refly menuturkan, para penumpang gelap Pertamina ini turut berperan dalam Pemilu dan Pilpres, sehingga akan sulit untuk membongkarnya ke Presiden dan Menteri terkait.

"Masalahnya, belum tentu efektif. Kalau kita diam-diam kepada Presiden, diam-diam kepada Menteri BUMN, karena ya jangan-jangan mereka yang kita katakan sebagai mafia migas itu adalah para cukong Pemilu. Mereka yang membiayai kegiatan berpemilu di Indonesia ini," ujar Refly.

Ia kemudian berpesan agar sebaiknya pemerintah dan masyarakat memperhatikan dahulu arah 'nyanyian' Ahok ketimbang mempermasalahkan etika gaya bicaranya yang blak-blakan.

"Jadi orang seperti Ahok, kadang-kadang kita sulit menilai ini sebenarnya mau ke mana. Paling gampang, perhatikan apa yang dia katakan saja. Jangan perhatikan bagaimana cara dia mengucapkan sesuatu," tukas Refly.

Sebelumnya, Ahok mengkritisi internal korporasi Pertamina, Menurut dia, BUMN ini efisiensi terkait gaji pegawai sampai level direksi.

Dia juga mengkritik Pertamina belum bisa menyeimbangkan keuangan perusahaan. Ahok juga mengkritisi Kementerian BUMN dalam melakukan pergantian direksi.

Kritik Ahok kepada internal Pertamina menjadi perbincangan setelah pernyataannya disiarkan kanal YouTube POIN. Ahok menginginkan agar tata kelola BUMN benar-benar profesional.

Ahok yang menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina sejak 22 November 2019, mengaku sering geleng-geleng kepala dengan berbagai kebijakan direksi Pertamina.

Keputusan bisnis Pertamina seringkali tidak masuk akal dalam kalkulasi bisnis. Akibatnya, Pertamina harus menanggung utang yang jumlahnya cukup besar.

Ahok mencontohkan, kebijakan manajemen Pertamina yang rajin mengakuisisi sumur minyak di luar negeri. Pembelian ladang minyak dilakukan dengan utang.

“Sudah ngutang 16 miliar dolar AS, tiap kali otaknya minjam duit terus, saya sudah kesal ini. Minjam duit terus, mau akuisisi terus,” terang Ahok seperti dikutip dari tayangan yang diunggah akun Youtube POIN dilihat pada Rabu 16 September 2020.

Diungkapkan Ahok, selain secara hitungan bisnis kurang menguntungkan, Pertamina sebaiknya fokus mengeksplorasi ladang minyak di dalam negeri.

“Saya bilang tidak berpikir untuk eksplorasi, kita masih punya 12 cekungan yang berpotensi punya minyak, punya gas. Ngapain di luar negeri? Ini jangan-jangan ada komisi ini, beli-beli minyak ini,” ucap Ahok

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Pertemuan Ahok dan Erick Thohir Terungkap, Pantesan Ahok Blak-blakan

Hasil Pertemuan Ahok dan Erick Thohir Terungkap, Pantesan Ahok Blak-blakan

News | Jum'at, 18 September 2020 | 12:10 WIB

Tengku: Ahok, Ente Diterima Tinggal di NKRI Saja Mestinya Syukur, Sadarlah

Tengku: Ahok, Ente Diterima Tinggal di NKRI Saja Mestinya Syukur, Sadarlah

News | Jum'at, 18 September 2020 | 10:52 WIB

Refly Harun: Ahok Berani Petantang-petenteng karena Cantolannya Presiden

Refly Harun: Ahok Berani Petantang-petenteng karena Cantolannya Presiden

News | Kamis, 17 September 2020 | 20:13 WIB

Dukung Sepak Terjang Ahok: Pembantu Presiden Pakai Nama Basuki Memang Jos

Dukung Sepak Terjang Ahok: Pembantu Presiden Pakai Nama Basuki Memang Jos

News | Kamis, 17 September 2020 | 16:55 WIB

Said Didu: Ahok Baru Ahok Kalau Kontroversial, Kalau Tidak Sudah Ganti Nama

Said Didu: Ahok Baru Ahok Kalau Kontroversial, Kalau Tidak Sudah Ganti Nama

News | Kamis, 17 September 2020 | 15:47 WIB

Pertamina Dikuliti, Andre Rosiade: Data yang Diumbar Ahok Tidak Valid

Pertamina Dikuliti, Andre Rosiade: Data yang Diumbar Ahok Tidak Valid

News | Kamis, 17 September 2020 | 15:51 WIB

Terkini

Seni Menghadapi Drama Teman Kantor yang Suka Ambil Hati Hal-Hal Sepele

Seni Menghadapi Drama Teman Kantor yang Suka Ambil Hati Hal-Hal Sepele

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:35 WIB

4 Shio Paling Beruntung 3 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir dan Hoki Berdatangan

4 Shio Paling Beruntung 3 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir dan Hoki Berdatangan

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

×