Buat Laporan tentang Virus Covid-19, Akun Twitter Ahli Virus China Diblokir

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Jum'at, 18 September 2020 | 14:27 WIB
Buat Laporan tentang Virus Covid-19, Akun Twitter Ahli Virus China Diblokir
Akun Twitter Dr Li Meng-Yan diblokir.[Twitter]

Suara.com - Akun Twitter seorang ahli virus yang mengklaim memiliki bukti China membuat Covid-19 di laboratorium telah ditangguhkan setelah menerbitkan laporan.

Menyadur The Sun, Jumat (18/9/2020) Akun Twitter Dr Li Meng-Yan dihapus dari platform media sosial pada hari Selasa setelah membuat sebuah laporan temuannya.

Dr Li Meng-Yan yakin virus Covid-19 tidak muncul secara alami dan dapat "dibuat dengan mudah" di laboratorium dalam waktu enam bulan.

Dia juga mengatakan Pemerintah China mencoba memberangus whistle-blower di pusat penyebaran virus Covid-19 di Wuhan tahun lalu.

Pakar virus tersebut mengklaim dia akun Twitternya diblokir karena mereka tidak ingin orang-orang mengetahui kebenaran ini.

Dr Yan, mantan spesialis penelitian di Sekolah Kesehatan Masyarakat Hong Kong, mengatakan atasannya pertama kali memintanya untuk menyelidiki virus "mirip SARS" baru di Wuhan pada 31 Desember - tetapi upayanya kemudian terhenti.

Dr Li Meng-Yan, ahli virus Hong Kong yang melarikan diri ke Amerika Serikat.[YouTube/Fox News]
Dr Li Meng-Yan, ahli virus Hong Kong yang melarikan diri ke Amerika Serikat.[YouTube/Fox News]

Setelah dia diberi tahu bahwa dia akan dihilangkan jika dia berbicara mengenai virus tersebut, dia melarikan diri ke Amerika Serikat.

Dan sebuah makalah yang dia tulis bersama - diterbitkan kemarin - menuduh Covid-19 dibuat di laboratorium setelah melakukan studi tentang susunan genetik virus.

Namun, para ilmuwan sejak itu mengecam laporannya sebagai tidak berdasar dan mengatakan itu "tidak dapat memiliki kredibilitas".

Baru-baru ini, aturan baru yang diperkenalkan oleh Twitter mengatakan sebuah postingan yang berisi informasi tentang virus corona yang bersifat kontroversial diberi label khusus.

Namun, Twitter tidak melabeli tweet Dr Yan sebelum memblokir akunnya. Seorang juru bicara mengatakan kepada Newsweek bahwa Twitter tidak mengomentari akun individu.

Di laporannya, Dr Yan menulis bahwa virus corona bisa "dibuat dengan mudah" dalam pengaturan laboratorium hanya dalam jangka waktu enam bulan.

"SARS-CoV-2 menunjukkan karakteristik biologis yang tidak konsisten dengan virus zoonosis yang terjadi secara alami." tulis Dr Yan.

Laporan tersebut, yang belum ditinjau oleh rekan sejawat, berbunyi: "Teori asal-usul alam, meskipun diterima secara luas, tidak memiliki dukungan yang substansial.

"Teori alternatif bahwa virus mungkin berasal dari laboratorium penelitian, bagaimanapun, disensor secara ketat di jurnal ilmiah yang ditinjau oleh rekan sejawat."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Tengah Pandemi Corona, Ribuan Warga China Terinfeksi Bakteri Brucellosis

Di Tengah Pandemi Corona, Ribuan Warga China Terinfeksi Bakteri Brucellosis

News | Jum'at, 18 September 2020 | 12:53 WIB

Vaksin Covid-19 Sinovac Siap Diuji Coba ke Ratusan Remaja dan Anak-anak

Vaksin Covid-19 Sinovac Siap Diuji Coba ke Ratusan Remaja dan Anak-anak

Tekno | Jum'at, 18 September 2020 | 08:35 WIB

Kronologi Pengusiran Kapal China: Sempat Klaim Perairan Natuna Milik RRT

Kronologi Pengusiran Kapal China: Sempat Klaim Perairan Natuna Milik RRT

Batam | Jum'at, 18 September 2020 | 07:17 WIB

Terkini

Babak Baru Teror Air Keras Andrie Yunus: 8 Saksi Siap Bongkar Aksi 4 Anggota BAIS TNI, Siapa Saja?

Babak Baru Teror Air Keras Andrie Yunus: 8 Saksi Siap Bongkar Aksi 4 Anggota BAIS TNI, Siapa Saja?

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:49 WIB

Petir Hantam Bangladesh, Sambar 14 Orang Sampai Tewas Terpanggang

Petir Hantam Bangladesh, Sambar 14 Orang Sampai Tewas Terpanggang

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:44 WIB

Prabowo Resmikan 21 RSUD Mei 2026! Target Pangkas Rujukan dan Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

Prabowo Resmikan 21 RSUD Mei 2026! Target Pangkas Rujukan dan Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:35 WIB

Kanselir Jerman: Iran Sedang Mempermalukan Amerika Serikat

Kanselir Jerman: Iran Sedang Mempermalukan Amerika Serikat

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:28 WIB

Tragis Penjual Kartu Pokemon di Chile Dibunuh, Koleksi Mahal Jadi Motif

Tragis Penjual Kartu Pokemon di Chile Dibunuh, Koleksi Mahal Jadi Motif

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:21 WIB

Terkuak di Sidang! Intel BAIS Lacak Aktivis KontraS Andrie Yunus Lewat Google hingga Aksi Kamisan

Terkuak di Sidang! Intel BAIS Lacak Aktivis KontraS Andrie Yunus Lewat Google hingga Aksi Kamisan

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:21 WIB

KAI Minta Warga Setop Bikin Perlintasan Liar: Bahayakan Masinis dan Pengguna Jalan

KAI Minta Warga Setop Bikin Perlintasan Liar: Bahayakan Masinis dan Pengguna Jalan

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:20 WIB

Terkuak di Sidang, Cara 4 Intel TNI Intai Andrie Yunus Sebelum Siram Air Keras

Terkuak di Sidang, Cara 4 Intel TNI Intai Andrie Yunus Sebelum Siram Air Keras

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:16 WIB

20 Tahun Tewas Misterius, Pembunuh Sadis Mayat Perempuan Prancis dalam Tong Air Ditangkap

20 Tahun Tewas Misterius, Pembunuh Sadis Mayat Perempuan Prancis dalam Tong Air Ditangkap

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:11 WIB

Mahfud MD Sebut Ceramah JK di UGM 'Dimutilasi': Bahaya, Mengadu Domba Umat Beragama

Mahfud MD Sebut Ceramah JK di UGM 'Dimutilasi': Bahaya, Mengadu Domba Umat Beragama

News | Rabu, 29 April 2026 | 14:57 WIB