Jejak Kaki Manusia Purba di Arab Saudi Ungkap Fakta Baru

Reza Gunadha | Suara.com

Sabtu, 19 September 2020 | 13:44 WIB
Jejak Kaki Manusia Purba di Arab Saudi Ungkap Fakta Baru
Ilustrasi manusia purba (Shutterstock).

Suara.com - "Paras" jazirah Arab ribuan tahun lalu ternyata sama sekali berbeda dengan yang kekinian dikenal. Kala itu, Arab lebih hijau dan lembab, serta dihuni hewan besar semacam gajah dan kerbau.

Temuan jejak kaki jadi bukti manusia purba pernah mampir, menumpang makan dan minum di sana.

Sebuah temuan oleh ilmuwan baru-baru ini menunjukkan bahwa sekelompok kecil homo sapiens pernah berburu mamalia besar seperti unta, kerbau dan gajah di wilayah yang kini termasuk bagian utara Arab Saudi.

Temuan ini menunjukkan drastisnya perubahan iklim yang telah dialami oleh planet ini. Saat ini, Jazirah Arab berciri khas pemandangan gurun pasir yang luas dan gersang, sebuah daerah yang tidak ramah untuk didiami manusia purba dan hewan yang mereka buru.

Tetapi penelitian selama dekade belakangan menunjukkan bahwa tampaknya kondisi geografis bumi tidak selalu seperti ini.

Karena variasi iklim alami, pada sekitar 120.000 tahun lalu atau yang juga dikenal sebagai periode interglasial terakhir, keadaan alam di sana jauh lebih hijau dan lebih lembab.

“Pada waktu tertentu di masa lalu, gurun yang mendominasi bagian dalam semenanjung pernah berupa padang rumput yang luas dengan danau dan sungai air tawar permanen," ungkap Richard Clark-Wilson, salah satu penulis studi terbaru yang diterbitkan di jurnal ilmiah Science Advances.

Menumpang makan dan minum Nenek moyang manusia pada saat itu berhenti untuk sekadar minum dan mencari makan di sekitar danau dangkal yang juga sering dikunjungi unta, kerbau, dan gajah yang lebih besar daripada jenis yang ada sekarang.

Sekelompok manusia purba ini memanfaatkan adanya lubang berair untuk membantu mereka bisa bertahan dalam menempuh perjalanan jauh.

Gambaran kehidupan manusia purba di daerah itu secara terperinci direkonstruksi oleh para peneliti dalam studi itu.

Sebelumnya, ditemukan juga jejak kaki manusia dan hewan purba di Gurun Nefud di Arab Saudi. Jejak ini memberi petunjuk baru tentang rute yang diambil leluhur manusia saat mereka menyebar keluar dari benua Afrika.

Bentuk fosil unik Penulis utama makalah tersebut yakni Mathew Stewart, dari Institut Max Planck untuk Ekologi Kimia di Jerman, mengatakan bahwa jejak kaki itu ditemukan selama penelitian program doktoralnya pada tahun 2017, setelah adanya erosi sedimen di atas sebuah danau purba yang dijuluki 'Alathar' (yang dalam bahasa Arab berarti "jejak").

"Jejak kaki adalah bentuk unik bukti fosil yang memberikan gambaran singkat pada saat itu, biasanya mewakili beberapa jam atau hari,” ujar Steward.

Usia jejak kaki tersebut dikalkulasi dengan menggunakan teknik yang disebut pendaran terstimulasi optik.

Cara ini memendarkan cahaya pada butiran-butiran kuarsa dan dapat mengukur jumlah energi yang dipancarkan darinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ilmuwan Temukan Jejak Kaki Manusia Paling Awal di Luar Afrika

Ilmuwan Temukan Jejak Kaki Manusia Paling Awal di Luar Afrika

Tekno | Sabtu, 19 September 2020 | 11:30 WIB

Ilmuwan China Bantu Arab Saudi Temukan Uranium untuk Bangun Senjata Nuklir

Ilmuwan China Bantu Arab Saudi Temukan Uranium untuk Bangun Senjata Nuklir

Tekno | Jum'at, 18 September 2020 | 07:15 WIB

UEA dan Bahrain Damai dengan Israel, Arab Saudi Tegaskan Bela Palestina

UEA dan Bahrain Damai dengan Israel, Arab Saudi Tegaskan Bela Palestina

News | Kamis, 17 September 2020 | 14:37 WIB

Ditagih Upah Malah Marah, 2 WNI di Jeddah Dianiaya Majikan

Ditagih Upah Malah Marah, 2 WNI di Jeddah Dianiaya Majikan

News | Kamis, 17 September 2020 | 08:36 WIB

Arab Saudi Buka Ibadah Umroh 2021, Angin Segar Untuk Pengusaha Biro Travel

Arab Saudi Buka Ibadah Umroh 2021, Angin Segar Untuk Pengusaha Biro Travel

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2020 | 10:10 WIB

Penyelenggaraan Ibadah Umrah Masih Ditutup

Penyelenggaraan Ibadah Umrah Masih Ditutup

News | Rabu, 16 September 2020 | 03:15 WIB

Bunuh Ibu Kandung, Si Kembar Penganut Ajaran Takfiri Dihukum Mati

Bunuh Ibu Kandung, Si Kembar Penganut Ajaran Takfiri Dihukum Mati

News | Selasa, 15 September 2020 | 16:53 WIB

Terkini

Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas

Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:00 WIB

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:56 WIB

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:42 WIB

Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028

Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:39 WIB

Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba

Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:33 WIB

Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias

Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:15 WIB

Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK

Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:12 WIB

Resmi, UBL Pecat Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi

Resmi, UBL Pecat Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:05 WIB