Pelajaran Sejarah Terancam Hilang, Sejarawan JJ Rizal: Kekuasaan Durhaka

Reza Gunadha, Hadi Mulyono

Sabtu, 19 September 2020 | 13:52 WIB
Pelajaran Sejarah Terancam Hilang, Sejarawan JJ Rizal: Kekuasaan Durhaka
Ilustrasi sejarawan JJ Rizal. [Istimewa/Olah gambar Suara.com]

Suara.com - Mata pelajaran sejarah belakangan menjadi perbincangan hangat berbagai kalangan, setelah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana menempatkan pelajaran penting ini sebagai mata pelajaran pilihan.

Rencananya, pelajaran sejarah dijadikan mata pelajaran pilihan di jenjang sekolah menengah atas, dan tidak menutup kemungkinan akan dihilangkan untuk sekolah menengah kejuruan.

Sejarahwan JJ Rizal melalui akun Twitternya @JJRizal turut melayangkan kritikannya terhadap wacana penghapusan sejarah ini.

"Dasar rezim kardus kekuasaan durhaka," tulis JJ Rizal mengawali uneg-unegnya, Jumat (18/09/2020).

"Butir 8 nawacita itu bilangnya mau "melakukan revolusi karakter bangsa melalui penataan kembali kurikulum pendidikan nasional yang menempatkan secara proporsional pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai patriotisme dan cinta tanah air," sambungnya.

Tangkapan layar kicauan JJ Rizal menanggapi pelajaran sejarah. (Twitter/@JJRizal)
Tangkapan layar kicauan JJ Rizal menanggapi pelajaran sejarah. (Twitter/@JJRizal)

Untuk diketahui, rencana penghapusan mata pelajaran sejarah di jenjang SMA/SMK itu tertuang dalam draf sosialisasi dan Asesmen Nasional tertanggal 25 Agustus 2020.

Kritikan pedas JJ Rizal ini pun langsung disambut warganet dengan beragam pandangan.

"Salah satu indikator liberalisme kapitalistik merasuki dunia akademik: Mengikis habis wawasan historis bangsa dikalangan generasi muda," ungkap pemilik akun @Ihluk***

"Isi dan bukti sejarah sudah banyak yang dihilangkan atau diganti. Kini sejarah itu akan dihilangkan juga. Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un," imbuh warganet lainnya @Ubai_***

baca juga

Kicauan JJ Rizal tadi juga menyertakan sebuah berita dari Harian Kompas di mana banyak kalangan juga mengkritisi soal penghapusan pejalaran sejarah.

Salah satu kritik yang tertuang dalam koran itu datang dari Guru Besar Pendidikan Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Said Hamid.

"Sulit dipahami jika di jenjang SMA (pelajaran) sejarah menjadi pilihan. Kalau kita menempatkan pelajaran sejarah sebagai pilihan, seperti di Singapura, orang bisa tidak belajar sejarah. Pelajaran sejarah di SMA merupakan kesempatan siswa untuk mengenal bangsanya lebih jauh," katanya.

Di koran yang diunggah JJ Rizal itu pula, Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Maman Faturrohman menyampaikan sanggahannya.

Menurut Maman, penyederhanaan kurikulum masih dalam bahasan dan belum final. Oleh sebab itu Maman menegaskan bahwa pihaknya terbuka untuk berbagai masukan dan usulan dari kalangan akademisi dan para guru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

The Da Vinci Code: Misteri, Simbol, dan Sejarah yang Memancing Rasa Penasaran

The Da Vinci Code: Misteri, Simbol, dan Sejarah yang Memancing Rasa Penasaran

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:05 WIB

Drama Straight to Hell, Ketika Rasa Takut Seseorang Dijadikan Bisinis Gelap

Drama Straight to Hell, Ketika Rasa Takut Seseorang Dijadikan Bisinis Gelap

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:00 WIB

Kenapa 23 Juli Diperingati sebagai Hari Anak Nasional? Begini Sejarahnya

Kenapa 23 Juli Diperingati sebagai Hari Anak Nasional? Begini Sejarahnya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:48 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

30 Tahun Kudatuli, Megawati Saksikan Kembali Jejak Kelam Demokrasi Lewat Pameran Arsip

30 Tahun Kudatuli, Megawati Saksikan Kembali Jejak Kelam Demokrasi Lewat Pameran Arsip

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:03 WIB

Ulasan A Sea of Lemon Trees: Ketika Anak 12 Tahun Melawan Ketidakadilan

Ulasan A Sea of Lemon Trees: Ketika Anak 12 Tahun Melawan Ketidakadilan

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:25 WIB

Kapan Hari Anak Nasional 2026? Ini Tanggal dan Sejarah Peringatannya

Kapan Hari Anak Nasional 2026? Ini Tanggal dan Sejarah Peringatannya

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 11:19 WIB

Berapa Kali Spanyol Juara Piala Dunia? Ini Statistik dan Rekor Sejarahnya

Berapa Kali Spanyol Juara Piala Dunia? Ini Statistik dan Rekor Sejarahnya

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 09:23 WIB

Kisah Haru Anak Kuba di Tengah Revolusi: Review How to Say Goodbye in Cuban

Kisah Haru Anak Kuba di Tengah Revolusi: Review How to Say Goodbye in Cuban

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 08:35 WIB

Novel The Lions' Run, Kisah Anak Yatim yang Menantang Kekejaman Nazi

Novel The Lions' Run, Kisah Anak Yatim yang Menantang Kekejaman Nazi

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:30 WIB

Terkini

Polres Tasikmalaya Selidiki Dugaan Penganiayaan Siswa SD, Korban Sempat Jalani Operasi

Polres Tasikmalaya Selidiki Dugaan Penganiayaan Siswa SD, Korban Sempat Jalani Operasi

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:23 WIB

Tragis! Pikap vs Kendaraan Tak Dikenal di Tol Cipularang, Sopir dan Penumpang Tewas

Tragis! Pikap vs Kendaraan Tak Dikenal di Tol Cipularang, Sopir dan Penumpang Tewas

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:15 WIB

121 Hakim Kena Sanksi KY: Dari Suap, Selingkuh, Hingga Judi Online

121 Hakim Kena Sanksi KY: Dari Suap, Selingkuh, Hingga Judi Online

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:14 WIB

4 Mobil Hybrid Keluarga yang Bisa Dibeli di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp200 Jutaan

4 Mobil Hybrid Keluarga yang Bisa Dibeli di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp200 Jutaan

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:10 WIB

Jatim Media Summit 2026 Dorong Transformasi Beyond Media di Era AI

Jatim Media Summit 2026 Dorong Transformasi Beyond Media di Era AI

Foto | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:07 WIB

Spanyol Diserbu Migran Maroko, Tentara Diminta Bersiaga di Perbatasan

Spanyol Diserbu Migran Maroko, Tentara Diminta Bersiaga di Perbatasan

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:06 WIB

Tragis, Bocah SD di Sukabumi Tersiram Air Panas Diduga Akibat Amukan Bibi

Tragis, Bocah SD di Sukabumi Tersiram Air Panas Diduga Akibat Amukan Bibi

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:00 WIB

Bali Dijual untuk Dunia, tetapi Semakin Sulit Dijangkau Orang Lokal

Bali Dijual untuk Dunia, tetapi Semakin Sulit Dijangkau Orang Lokal

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:00 WIB

Deddy Sitorus Resmi Dilaporkan ke MKD DPR RI Buntut Ucapan 'Sirkus'

Deddy Sitorus Resmi Dilaporkan ke MKD DPR RI Buntut Ucapan 'Sirkus'

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:56 WIB

Sabun Cuci Muka Kahf untuk Jerawat Warna Apa? Ini 3 Pilihan yang Cocok

Sabun Cuci Muka Kahf untuk Jerawat Warna Apa? Ini 3 Pilihan yang Cocok

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:56 WIB

×