Teddy PKPI: Kalau Saya Kepala Daerah, Gatot Cs Bakal Menangis di Kaki Saya

Dany Garjito, Hadi Mulyono

Rabu, 23 September 2020 | 07:59 WIB
Teddy PKPI: Kalau Saya Kepala Daerah, Gatot Cs Bakal Menangis di Kaki Saya
Teddy Gusnaidi. (Suara.com/Iqbal Asaputro)

Suara.com - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Gusnaidi Hetminado alias Teddy Gusnaidi menyemprot kegiatan Gatot Nurmantyo yang seenaknya membuat deklarasi saat pandemi.

Deklarasi yang dimaksud Teddy adalah deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang mana kegiatan itu bisa mengumpulkan banyak orang di suatu tempat.

Teddy megkritik pedas deklarasi yang dipimpin Gatot Nurmantyo itu melalui akun Twitternya @TeddyGusnaidi.

"Si Gatot cs bisa seenaknya deklarasi sana-sini saat pandemi. Kok bisa? Ya bisa, karena kepala daerahnya gak punya nyali menerapkan aturan," kicau Teddy, Rabu (23/09/2020).

Menurut Teddy, deklarasi ala KAMI tersebut sangat kontradiktif dengan peraturan pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19 yang melarang masyarakat untuk membuat kerumunan.

Tangkapan layar kicauan Teddy Gusnaidi. (Twitter/@TeddyGusnaidi)
Tangkapan layar kicauan Teddy Gusnaidi. (Twitter/@TeddyGusnaidi)

Teddy bahkan sesumbar seandainya ia menjadi kepala daerah, maka bisa dipastikan Gatot Nurmantyo tidak akan semudah itu membuat deklarasi.

"Kalau saya kepala daerahnya, saya bisa pastikan Gatot cs menangis memohon-mohon ampun di kaki saya. Saya pastikan itu," imbuh Teddy.

Ia menambahkan, rakyat tidak perlu repot menolak deklarasi yang dikomandoi Gatot karena justru itu bisa memberikan panggung kepada mantan panglima TNI itu.

"Malah keenakan si Gatot cs dapat panggung. Sangat mudah menghentikan kegiatan Gatot cs saat pandemi ini, sayang seribu sayang, para pimpinan daerah tidak punya nyali menghentikannya," lanjutnya.

baca juga

Hingga artikel ini dibuat, kicauan Teddy itu telah disukai dan diretweet oleh ratusan warganet serta mendapat puluhan komentar.

"Lah mereka-mereka kan gerombolan sakit hati, gelandangan politik juga sampah masyarakat yang demen memaksakan kehendak. Keselek kata-kata, jadi kebelet," timpal pemilik akun @nil_sho****

"Bisa jadi memaksakan demokrasi pada negara berkembang yang kental primordial (agama dan ras), adalah cara negara maju mengerem kemajuan negara-negara berkembang. Dengan sistem demokrasi, politisi harus tunduk pada keinginan suara 50% + 1," sahut warganet lain @dimas****

Untuk diketahui, deklarasi KAMI sudah dilakukan di berbagai daerah dengan mengumpulkan banyak orang (kerumunan) seperti yang terjadi di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Agustus lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pilkada Saat Pandemi Covid-19, Pengamat: e-Voting Bisa Jadi Solusi

Pilkada Saat Pandemi Covid-19, Pengamat: e-Voting Bisa Jadi Solusi

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2020 | 07:30 WIB

Sri Mulyani: Pandemi Covid-19 Gerus Ekonomi Global USD 8,8 Triliun

Sri Mulyani: Pandemi Covid-19 Gerus Ekonomi Global USD 8,8 Triliun

Bisnis | Selasa, 22 September 2020 | 19:37 WIB

Gatot Nurmantyo Beberkan Alasannya Dicopot dari Panglima TNI

Gatot Nurmantyo Beberkan Alasannya Dicopot dari Panglima TNI

News | Selasa, 22 September 2020 | 15:17 WIB

Terkini

Bitcoin Cs Lagi Lesu, CFX10 Merosot 2,7%

Bitcoin Cs Lagi Lesu, CFX10 Merosot 2,7%

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:25 WIB

Daftar Rute Alternatif Hindari Kemacetan Demo Buruh di Jakarta Pusat Hari Ini

Daftar Rute Alternatif Hindari Kemacetan Demo Buruh di Jakarta Pusat Hari Ini

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 09:25 WIB

BUMN RI Bawa Isu Transformasi Hijau ke PBB, Ada Ancaman Baru Industri

BUMN RI Bawa Isu Transformasi Hijau ke PBB, Ada Ancaman Baru Industri

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:25 WIB

Temuan Kamar 'Apartemen' di Lapas Cibinong, DPR: Jangan Cuma Jadi Catatan, Tindak Tegas!

Temuan Kamar 'Apartemen' di Lapas Cibinong, DPR: Jangan Cuma Jadi Catatan, Tindak Tegas!

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:24 WIB

5 Skenario AI Musnahkan Semua Umat Manusia di Bumi

5 Skenario AI Musnahkan Semua Umat Manusia di Bumi

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:24 WIB

IHSG Terjun Bebas Pagi Ini ke Level 6.364

IHSG Terjun Bebas Pagi Ini ke Level 6.364

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:16 WIB

4 Pekerja Tambang Nikel di Konawe Utara Tewas Tertimbun Longsor

4 Pekerja Tambang Nikel di Konawe Utara Tewas Tertimbun Longsor

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 09:15 WIB

Praktis! 5 Tone Up Body Spray Ini Bikin Kulit Cerah dan Glowing Seketika

Praktis! 5 Tone Up Body Spray Ini Bikin Kulit Cerah dan Glowing Seketika

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 09:10 WIB

2 Buruh Pelabuhan Tewas Terlempar Crane ke Laut Singapura

2 Buruh Pelabuhan Tewas Terlempar Crane ke Laut Singapura

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:07 WIB

Tak Ingin Hanya Jadi Penerima Bantuan! Kisah Penyandang Disabilitan Berjuang di Job Fair Jakbar

Tak Ingin Hanya Jadi Penerima Bantuan! Kisah Penyandang Disabilitan Berjuang di Job Fair Jakbar

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:04 WIB

×