Ayah Pungut Boneka di Tempat Sampah Demi Anak, Curhatnya Bikin Mewek

Rendy Adrikni Sadikin | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Rabu, 23 September 2020 | 13:48 WIB
Ayah Pungut Boneka di Tempat Sampah Demi Anak, Curhatnya Bikin Mewek
Seorang ayah di Malaysia memungut sebuah boneka besar di tempat sampah untuk sang anak.[Twitter/Azri Walter]

Suara.com - Kisah haru datang dari seorang ayah di negara tetangga, Malaysia, dimana seorang ayah rela memungut sebuah boneka beruang raksasa yang sudah kotor demi anaknya.

Kisah haru tersebut dibagikan oleh seorang warganet di akun Facebook bernama Azri Walter yang kemudian viral di media sosial Twitter.

Dalam unggahannya ia menceritakan pengamalan tersebut ketika ia sedang dalam perjalanan menuju kantornya di Putrajaya, pusat administrasi Malaysia yang menggantikan posisi Kuala Lumpur.

"Ketika saya berhenti di lampu lalu-lintas, saya melihat seorang laki-laki mengendarai motor. Saya melihat dia membawa sesuatu, saya mendekat dan memang ia membawa Teddy Bear besar," tulis Azri Walter.

Rasa penasarannya membuat Azri bertanya kepada laki-laki yang membawa boneka tersebut, "Bang, Teddy Bear besar itu akan dibawa kemana?"

Seorang ayah di Malaysia memungut sebuah boneka besar di tempat sampah untuk sang anak.[Twitter/Azri Walter]
Seorang ayah di Malaysia memungut sebuah boneka besar di tempat sampah untuk sang anak.[Twitter/Azri Walter]

"Ini saya temukan waktu saya kerja tadi, di dekat tempat sampah ada yang buang, jadi saya ambil," ujar lelaki tersebut kepada Azar.

Kemudian ketika ditanya akan diberikan kepada siapa, laki-laki tersebut akan memberikannya kepada sang anak, karena dia ingin sekali memiliki boneka beruang berukuran besar tersebut.

"Kemarin kami lihat (boneka) di toko, harganya sangat mahal, bisa untuk makan kami sekeluarga. Ini saya temukan di dekat tempat sampah, masih bagus. Saya akan mencucinya dan memberikan ke anak saya, pasti dia senang," jelas lelaki tersebut.

Unggahan tersebut langsung menuai komentar yang menyatakan rasa haru atas kisah seorang ayah yang rela memungut boneka besar tersebut.

Akun @redzuanNewsMPB menuliskan komentar di postingannya " Tidak semua orang beruntung. Semoga ayah ini bisa membahagiakan anaknya."

Dikutip dari Channel News Asia, Pendapatan Garis Kemiskinan Nasional (PLI) baru-baru ini telah direvisi oleh Departemen Statistik Malaysia (DOSM), dengan garis kemiskinan direvisi dari pendapatan 908 ringgit (sekitar Rp 3,2 juta) menjadi 2.208 ringgit (Rp 7,8 juta) pada Juli 2020.

Dengan demikian, lebih dari 400.000 rumah tangga di Malaysia dengan pendapatan bulanan di bawah nominal tersebut dianggap hidup dalam kemiskinan.

Menurut kepala ahli statistik Malaysia, Datuk Seri Mohd Uzir Mahidin, angka baru tersebut berasal dari perubahan metodologi yang menekankan pentingnya pola makan yang sehat dan kebutuhan dasar yang berkualitas.

Metodologi sebelumnya telah berdiri selama 15 tahun sejak perumusannya pada tahun 2005. Metodologi tersebut didasarkan pada kebutuhan pangan minimum untuk setiap anggota rumah tangga dan 106 item non-makanan, sesuai dengan pola pengeluaran B20 (20 persen rumah tangga terbawah).

Dalam sebuah studi tahun 2018 oleh Bank Negara, bank sentral negara tersebut, memperkirakan upah hidup di Kuala Lumpur untuk lajang, pasangan tanpa anak dan pasangan dengan dua anak masing-masing adalah 2.700 ringgit (Rp 9,6 juta), 4.500 ringgit (Rp 16 juta) dan 6.500 ringgit (Rp 23,2 juta).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Upin dan Ipin Kembar Tiga, Satu Lagi Bernama Udin?, Kok Bisa?

Upin dan Ipin Kembar Tiga, Satu Lagi Bernama Udin?, Kok Bisa?

Sumsel | Rabu, 23 September 2020 | 12:53 WIB

Misteri Penampakan Gambar Upin Ipin Kembar Tiga

Misteri Penampakan Gambar Upin Ipin Kembar Tiga

Riau | Rabu, 23 September 2020 | 12:28 WIB

Mitra Driver Dirugikan Program Kepemilikan Mobil Grab

Mitra Driver Dirugikan Program Kepemilikan Mobil Grab

Bisnis | Rabu, 23 September 2020 | 10:00 WIB

Terkini

Mahfud MD Kenang Juwono Sudarsono: Dari Pengganti di Era Gus Dur hingga Ilmuwan Besar

Mahfud MD Kenang Juwono Sudarsono: Dari Pengganti di Era Gus Dur hingga Ilmuwan Besar

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:00 WIB

Pemprov DKI Dukung PP Tunas, Atur Penggunaan Gawai pada Anak dan Perkuat Literasi Digital

Pemprov DKI Dukung PP Tunas, Atur Penggunaan Gawai pada Anak dan Perkuat Literasi Digital

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:27 WIB

Viral! Modus Uang Lewat' di Tanah Abang, Pelaku Palak Pemotor hingga Rp300 Ribu

Viral! Modus Uang Lewat' di Tanah Abang, Pelaku Palak Pemotor hingga Rp300 Ribu

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:14 WIB

Siapa Juwono Sudarsono? Profil Menhan Sipil Pertama dan Tokoh Reformis TNI

Siapa Juwono Sudarsono? Profil Menhan Sipil Pertama dan Tokoh Reformis TNI

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:20 WIB

Pengembang Game: Proteksi Belum Cukup, Anak Harus Diawasi 24 Jam

Pengembang Game: Proteksi Belum Cukup, Anak Harus Diawasi 24 Jam

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:02 WIB

Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump

Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:56 WIB

Kabar Duka, Eks Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia di RSPI

Kabar Duka, Eks Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia di RSPI

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:39 WIB

Waspada Child Grooming, Pengamat Sebut PP Tunas Jadi Senjata Baru Lindungi Anak di Dunia Digital

Waspada Child Grooming, Pengamat Sebut PP Tunas Jadi Senjata Baru Lindungi Anak di Dunia Digital

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:32 WIB

PP Tunas Berlaku, Menag Tekankan Fondasi Agama dan Etika untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

PP Tunas Berlaku, Menag Tekankan Fondasi Agama dan Etika untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:26 WIB

Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif

Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:12 WIB