Tengku Zulkarnain Desak Polisi Bongkar Aktor Intelektual Perusakan Musala

Dany Garjito | Hernawan | Suara.com

Kamis, 01 Oktober 2020 | 12:13 WIB
Tengku Zulkarnain Desak Polisi Bongkar Aktor Intelektual Perusakan Musala
Musala dirusak di Tangerang (Ist)

Suara.com - Aksi perusakan di Musala Darussalam Tangerang oleh seorang pemuda bernama Satrio menuai kecaman dari berbagai kalangan.

Tak sedikit pihak bertanya-tanya apakah ada dalang dibalik perusakan masjid yang terjadi pada Selasa (29/9/2020) sekira pukul 15.30 WIB tersebut.

Pasalnya, kejadian ini beriringan dengan ramainya kabar soal Gerakan 30 September dan tak lama berselang dari kasus penusukan Syekh Ali Jaber.

Politisi PDIP Kapitra Ampera dan Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain ikut angkat bicara soal kasus ini. Mereka membawa opini masing-masing soal dalang di balik perusakan Musala tersebut.

Keduanya mengutarakan pendapat dalam acara berita Kabar Petang yang disiarkan oleh Tv One pada Rabu (30/9/2020). Pada acara tersebut, terdapat tiga pembicara yakni Kapitra Ampera, Tengku Zulkarnain, dan Musni Umar.

Tengku Zul, Musni Umar, dan Kapitra Ampera Menanggapi Kasus Perusakan Musala (YouTube: TVOne News).
Tengku Zul, Musni Umar, dan Kapitra Ampera Menanggapi Kasus Perusakan Musala (YouTube: TVOne News).

Politisi PDIP Kapitra Ampera mengaku marah dan prihatin dengan tindakan tersebut. Sebab, tempat ibadah dinilai sakral dan tidak boleh tersentuh dengan hal yang bersifat politis.

"Saya sebagai umat Islam marah dan prihatin dengan kejadian tersebut karena tempat itu sakral, tidak boleh disentuh dengan politik dan kontra politik," ujarnya.

Kapitra Ampera meminta agar pihak yang berwenang mengusut tuntas kasus ini hingga ke dalam. Saat ditanya apakah ia mencurigai adanya nuansa politik dibalik kejadian ini, Politisi PDIP tersebut menegaskan bahwa polisi yang harus menyelidiki semua.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar jangan sampai termakan dengan adu domba dengan opini yang banyak beredar akan kebangkitan paham-paham tertentu. Pasalnya, belakangan tengah mencuat kabar kebangkitan paham komunisme di Indonesia. Padahal, menurutnya opini tersebut sukar untuk dibuktikan.

"Banyak kelompok-kelompok yang membangun opini PKI bangkit. Sementara kita sulit membuktikan kebenaran itu baik secara politik maupun hukum. Bahkan ada yang mengatakan PKI seperti hantu di siang bolong," ujar Kapitra Ampera seperti dikutip Suara.com.

Menurut Politisi PDIP tersebut, kejadian perusakan Musala ini bisa saja digunakan untuk membuktikan opini tersebut menjadi seolah-olah benar. Sebab, opini yang beredar perlu mendapat legitimasi dari masyarakat.

"Itu terjadi agar ada legitimasi dr masyarakat," imbuhnya.

Lebih lanjut lagi, Kapitra Ampera mengatakan bahwa belakangan ini situasi politik sedang berbeda. Menurutnya belakangan terlihat kecenderungan memaksakan opini dengan tujuan menyudutkan pemerintah yang dianggap tidak pro Umat Islam dan memberi ruang kepada PKI.

"Ini yang mereka akan tuduh. Oleh sebab itu saya minta kepolisian mengusut tuntas ada atau tidak korelasi ini. Ada tidak orang yang selama ini bermain dengan opini tersebut atau tidak," ungkap Kapitra Ampera.

"Ini harus dilihat dengan sungguh-sungguh karena politik belakangan panas," lanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Fakta Aksi Vandalisme Satrio Tulis "Saya Kafir" di Musala Darussalam

4 Fakta Aksi Vandalisme Satrio Tulis "Saya Kafir" di Musala Darussalam

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2020 | 07:15 WIB

Satrio Dijerat Pasal Penodaan Agama, Ibunda Tolak Diwawancara

Satrio Dijerat Pasal Penodaan Agama, Ibunda Tolak Diwawancara

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2020 | 06:45 WIB

Aksi Vandalisme Putranya di Musala Bikin Geger, Begini Reaksi Ibunda Satrio

Aksi Vandalisme Putranya di Musala Bikin Geger, Begini Reaksi Ibunda Satrio

Jakarta | Rabu, 30 September 2020 | 15:45 WIB

Terkini

WNI Tertangkap pada Kasus Jaringan Distributor Konten Asusila Anak di Kapal Pesiar Disney

WNI Tertangkap pada Kasus Jaringan Distributor Konten Asusila Anak di Kapal Pesiar Disney

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:54 WIB

Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus

Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:53 WIB

Legislator PDIP Soroti Kelangkaan Solar Subsidi: Petani Bisa Gagal Panen

Legislator PDIP Soroti Kelangkaan Solar Subsidi: Petani Bisa Gagal Panen

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:49 WIB

Soal Pembubaran Nobar 'Pesta Babi', TB Hasanuddin: Tidak Ada Bukti Film Itu Melanggar UU

Soal Pembubaran Nobar 'Pesta Babi', TB Hasanuddin: Tidak Ada Bukti Film Itu Melanggar UU

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:42 WIB

Oditur Militer Puji Racikan Air Keras Penyerang Andrie Yunus 'Kreatif'

Oditur Militer Puji Racikan Air Keras Penyerang Andrie Yunus 'Kreatif'

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:35 WIB

'Ini Tidak Bisa Dilepas!', Nadiem Makarim Muncul Pakai Gelang Detektor di Sidang Korupsi Chromebook

'Ini Tidak Bisa Dilepas!', Nadiem Makarim Muncul Pakai Gelang Detektor di Sidang Korupsi Chromebook

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:32 WIB

KPK Duga Dua Ajudan Bantu Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terima Gratifikasi

KPK Duga Dua Ajudan Bantu Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terima Gratifikasi

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:28 WIB

Momen Prabowo Tatap dan Tunjuk Menkeu Purbaya di Depan Gunungan Uang Rp10 Triliun

Momen Prabowo Tatap dan Tunjuk Menkeu Purbaya di Depan Gunungan Uang Rp10 Triliun

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:22 WIB

Viral Isu Prostitusi Anak di Blok M Libatkan WNA Jepang, Polda Metro Jaya Turun Tangan

Viral Isu Prostitusi Anak di Blok M Libatkan WNA Jepang, Polda Metro Jaya Turun Tangan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:14 WIB

Jokowi Disebut Sudah Pulih 99 Persen, Siap Keliling Indonesia Juni 2026 Sapa Rakyat

Jokowi Disebut Sudah Pulih 99 Persen, Siap Keliling Indonesia Juni 2026 Sapa Rakyat

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:01 WIB