Tengku Zulkarnain Desak Polisi Bongkar Aktor Intelektual Perusakan Musala

Dany Garjito | Hernawan | Suara.com

Kamis, 01 Oktober 2020 | 12:13 WIB
Tengku Zulkarnain Desak Polisi Bongkar Aktor Intelektual Perusakan Musala
Musala dirusak di Tangerang (Ist)

Di lain pihak, Wasekjend MUI Tengku Zulkarnain mengatakan pelaku perusakan Musala adalah orang sakit jiwa. Namun, ia tetap mendesak agar pihak kepolisian menuntaskan siapa aktor intelektualnya. Sebab, ia menemukan pola yang sama belakangan soal penyerangan terhadap Islam.

"Harus dituntaskan siapa aktor intelektualnya. Tidak mungkin keadaan yang beraturan ini tanpa ada yang merekayasa. Tidak mungkin terjadi begitu saja," jelasnya.

Menurut Tengku Zul, perlakuan tidak asing ke umat Islam pertama harus dikikis habis terlebih dahulu. Hal ini bisa diupayakan pemerintah lewat berbagai macam dialog, pendekatan. Ia mengatakan bahwa MUI tidak berwenang untuk menindak kejadian ini lantaran hanya punya wewenang mengurusi fatwa dan ceramah.

Dalam kesempatan tersebut, Tengku Zul mengaku terheran-heran karena selama ini yang diserang adalah orang Islam.

"Kita heran kenapa yang kena selalu orang Islam. Mana ada vandalisme gereja? Vandalisme kuil? Gak ada," ujarnya.

Lebih lanjut lagi, Wasekjend MUI ini juga menanggapi pernyataan Kapitra Ampera yang meminta agar jangan dulu disambungkan dengan PKI. Pasalnya, Tengku Zul mengatakan barangkali ada kemungkinan unsur PKI terlibat.

"Jangan bela PKI. Bagaimana pun komunis ideologi gak bisa ilang. Ini tidak menutup kemungkinan siapa yang membuat opini," kata Tengku.

Tengku Zulkarnain menuturkan bahwa dirinya sedang membentuk opini. Namun ia hanya mendesak agar polisi mengusut sampai dalam. Jangan hanya sekadar sebab dan pidananya apa. Pengusutan harus dilakukan sampai hal-hal yang bahkan belum pernah dilakukan.

"Bisa dicari sebabnya apa, siapa kawannya, dia dapat doktrin dari mana, situs yang dibaca apa? Islamophobia kah? kalau iya siapa yang nulis. Polisi harus mengejar siapa situs itu yang nulis. Bisa saja kan dibelakangnya ada apa. Bisa saja dia anti islam, komunis, atau orang yang tidak suka dengan NKRI, atau malah politisi busuk. Dalami itu," desak Tengku.

Kapitta Ampera kepada Tengku Zulkarnain mengatakan bahwa jangan menuduh macam-macam dulu. Sebab, buktinya harus tetap dicari terlebih dahulu. Oleh sebab itu jangan membuat dan memancing opini yang bukan-bukan.

"Saya bilang harus buktikan, jangan menduduh, kita minta ke polisian. Mana buktinya kita cari," timpal Kapitra Ampera.

Lihat video selengkapnya disini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Fakta Aksi Vandalisme Satrio Tulis "Saya Kafir" di Musala Darussalam

4 Fakta Aksi Vandalisme Satrio Tulis "Saya Kafir" di Musala Darussalam

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2020 | 07:15 WIB

Satrio Dijerat Pasal Penodaan Agama, Ibunda Tolak Diwawancara

Satrio Dijerat Pasal Penodaan Agama, Ibunda Tolak Diwawancara

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2020 | 06:45 WIB

Aksi Vandalisme Putranya di Musala Bikin Geger, Begini Reaksi Ibunda Satrio

Aksi Vandalisme Putranya di Musala Bikin Geger, Begini Reaksi Ibunda Satrio

Jakarta | Rabu, 30 September 2020 | 15:45 WIB

Terkini

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:30 WIB

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:33 WIB

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:29 WIB

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:23 WIB

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:15 WIB

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:10 WIB

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:49 WIB

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:43 WIB

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:40 WIB

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:05 WIB