Satgas Covid-19 Sebut Mini Lockdown Lebih Efektif dari PSBB, Ini Alasannya

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Kamis, 01 Oktober 2020 | 17:36 WIB
Satgas Covid-19 Sebut Mini Lockdown Lebih Efektif dari PSBB, Ini Alasannya
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito / Foto : Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menilai Pembatasan Sosial Berskala Mikro atau populer disebut mini lockdown lebih efektif dalam menanggulangi pandemi virus corona covid-19 di Indonesia.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan pelaksanaan mini lockdown sebenarnya sama saja dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Namun lebih fokus pada satu tempat dengan skala yang kecil seperti tingkat RT hingga kelurahan yang terdeteksi ada kasus positif covid-19.

"Dengan kita mengendalikan seperti itu maka daerah lain sekitarnya masih di kabupaten atau kota atau provinsi yang sama tidak harus melakukan PSBB seperti yang lainnya mengingat kita harus menangani masalah pada titiknya, kalau titik itu selesai maka daerah sekitarnya tidak terjadi penularan dari titik tersebut," kata Wiku dalam konferensi pers dari Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Dia mencontohkan Provinsi Jawa Barat yang tidak lagi memilih PSBB membatasi seluruh provinsi melainkan menutup daerah yang terdeteksi covid-19 saja.

"PSBM atau pembatasan sosial berskala mikro atau komunitas yang disampaikan presiden dan dilaksanakan di Jawa Barat untuk beberapa tempat tertentu menunjukkan hasil yang positif, dikendalikan mobilitas penduduknya di situ ternyata lebih cepat berhasil," ucapnya.

Pernyataan Wiku ini menguatkan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyarankan pemerintah daerah melakukan mini lockdown dalam penanganan covid-19.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya intervensi berbasis lokal dalam menekan laju penularan Covid-19. Dengan intervensi berbasis lokal ini, pembatasan aktivitas ekonomi dan sosial hanya dilakukan di lingkup kecil.

Hal ini disampaikan saat rapat dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional lewat konferensi video, Senin (28/9/2020).

"Ini perlu saya sampaikan sekali lagi pada komite, intervensi berbasis lokal ini agar disampaikan ke provinsi, kabupaten, kota. Artinya pembatasan berskala mikro di tingkat desa, kampung, RW, RT atau di kantor, pondok pesantren, saya kira itu lebih efektif," kata Jokowi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasib Pedagang Kecil di Tengah Pandemi, Tidak Bayar Sewa Tempat Disegel

Nasib Pedagang Kecil di Tengah Pandemi, Tidak Bayar Sewa Tempat Disegel

Sulsel | Kamis, 01 Oktober 2020 | 17:35 WIB

Pasien Corona Terus Naik, Ribuan Kamar Hotel untuk Pasien OTG Sudah Siap

Pasien Corona Terus Naik, Ribuan Kamar Hotel untuk Pasien OTG Sudah Siap

News | Kamis, 01 Oktober 2020 | 17:31 WIB

Jakarta Alami Inflasi 0,02 Persen pada September 2020

Jakarta Alami Inflasi 0,02 Persen pada September 2020

News | Kamis, 01 Oktober 2020 | 17:25 WIB

Bocah Pakai Kostum Mahatma Gandhi saat Tes Swab, Begini Tampilannya

Bocah Pakai Kostum Mahatma Gandhi saat Tes Swab, Begini Tampilannya

News | Kamis, 01 Oktober 2020 | 17:19 WIB

Tak Bisa Mencium Dua Aroma Ini, Waspadai Gejala Covid-19

Tak Bisa Mencium Dua Aroma Ini, Waspadai Gejala Covid-19

Health | Kamis, 01 Oktober 2020 | 17:18 WIB

Terkini

Bitcoin Cs Lagi Lesu, CFX10 Merosot 2,7%

Bitcoin Cs Lagi Lesu, CFX10 Merosot 2,7%

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:25 WIB

Daftar Rute Alternatif Hindari Kemacetan Demo Buruh di Jakarta Pusat Hari Ini

Daftar Rute Alternatif Hindari Kemacetan Demo Buruh di Jakarta Pusat Hari Ini

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 09:25 WIB

BUMN RI Bawa Isu Transformasi Hijau ke PBB, Ada Ancaman Baru Industri

BUMN RI Bawa Isu Transformasi Hijau ke PBB, Ada Ancaman Baru Industri

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:25 WIB

Temuan Kamar 'Apartemen' di Lapas Cibinong, DPR: Jangan Cuma Jadi Catatan, Tindak Tegas!

Temuan Kamar 'Apartemen' di Lapas Cibinong, DPR: Jangan Cuma Jadi Catatan, Tindak Tegas!

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:24 WIB

5 Skenario AI Musnahkan Semua Umat Manusia di Bumi

5 Skenario AI Musnahkan Semua Umat Manusia di Bumi

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:24 WIB

IHSG Terjun Bebas Pagi Ini ke Level 6.364

IHSG Terjun Bebas Pagi Ini ke Level 6.364

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:16 WIB

4 Pekerja Tambang Nikel di Konawe Utara Tewas Tertimbun Longsor

4 Pekerja Tambang Nikel di Konawe Utara Tewas Tertimbun Longsor

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 09:15 WIB

Praktis! 5 Tone Up Body Spray Ini Bikin Kulit Cerah dan Glowing Seketika

Praktis! 5 Tone Up Body Spray Ini Bikin Kulit Cerah dan Glowing Seketika

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 09:10 WIB

2 Buruh Pelabuhan Tewas Terlempar Crane ke Laut Singapura

2 Buruh Pelabuhan Tewas Terlempar Crane ke Laut Singapura

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:07 WIB

Tak Ingin Hanya Jadi Penerima Bantuan! Kisah Penyandang Disabilitan Berjuang di Job Fair Jakbar

Tak Ingin Hanya Jadi Penerima Bantuan! Kisah Penyandang Disabilitan Berjuang di Job Fair Jakbar

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:04 WIB

×