Stunting Jadi Prioritas, Semarang Intervensi Gizi 78 Ribu Remaja dan Pantau 60 Ribu Balita

Vania Rossa | Suara.com

Selasa, 24 Februari 2026 | 07:31 WIB
Stunting Jadi Prioritas, Semarang Intervensi Gizi 78 Ribu Remaja dan Pantau 60 Ribu Balita
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, pantau layanan kesehatan di Semarang. (dok. ist)
  • Penanganan stunting di Semarang fokus pada intervensi hulu melalui pemantauan kesehatan remaja putri dan ibu hamil.
  • Pemerintah Kota Semarang berhasil meningkatkan cakupan UHC dan menekan angka kemiskinan hingga 9,36% pada 2025.
  • Intervensi kesehatan didukung pembangunan infrastruktur fisik seperti rehabilitasi empat puskesmas dan pendirian Rumah Inspirasi.

Suara.com - Penanganan stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak kini berada di garda terdepan pembangunan Kota Semarang. Fokus pemerintah kota bukan lagi sekadar responsif, melainkan intervensi sejak hulu. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pemutusan rantai stunting dimulai dari pemantauan kesehatan remaja putri, calon pengantin, hingga ibu hamil secara berkelanjutan.

Langkah konkret ini terlihat dari masifnya pemberian tablet tambah darah yang menjangkau 78.612 remaja putri dan 18.293 ibu hamil di seluruh pelosok kota. Langkah ini diambil untuk mencegah anemia, salah satu faktor risiko utama penyebab bayi lahir stunting.

Komitmen Wali Kota: Membangun dari Tubuh yang Sehat

Genap satu tahun memimpin, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, bersama wakilnya, Iswar Aminuddin, berhasil membawa lompatan besar pada indeks kesehatan masyarakat. Baginya, kesehatan bukan hanya soal fasilitas rumah sakit, tapi soal ketahanan keluarga.

"Kesehatan adalah hak dasar setiap warga. Kami ingin membangun Semarang yang kuat dari dalam, dan itu dimulai dari tubuh yang sehat, jiwa yang kuat, ekonomi yang membaik, serta rasa aman saat berobat. Semarang Sehat adalah wujud hadirnya pemerintah untuk melindungi warganya," tegas Agustina Wilujeng dalam refleksi satu tahun kepemimpinannya.

Keseriusan Semarang dalam mencetak generasi unggul dibuktikan dengan keterlibatan aktif masyarakat. Saat ini, sebanyak 60.794 balita terpantau secara rutin kesehatannya melalui 1.643 Posyandu. Kekuatan ini digerakkan oleh 15.741 kader yang menjadi ujung tombak di 177 kelurahan.

Keberhasilan intervensi kesehatan ini berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi. Capaian paling mencolok terlihat pada perluasan jaminan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC). Hanya dalam setahun, jumlah warga yang terlindungi jaminan kesehatan melonjak tajam dari 98.261 orang menjadi 228.859 peserta.

Hal ini berbanding lurus dengan turunnya angka kemiskinan. Data menunjukkan angka kemiskinan Semarang yang pada 2020 berada di level 11,84%, kini pada tahun 2025 berhasil ditekan hingga 9,36%.

"Kemiskinan dan kesehatan itu terkait erat. Warga miskin rentan sakit, dan warga sakit bisa jatuh miskin. Karena itu, kami intervensi keduanya sekaligus. Alhamdulillah, angkanya terus menunjukkan perbaikan," tambah Agustina.

Infrastruktur dan Harapan Masa Depan

Sepanjang 2025, pembangunan fisik juga digenjot untuk mendekatkan akses. Empat puskesmas besar (Tlogosari Kulon, Kebokatan, Pegandan, dan Genuk) telah rampung direhabilitasi. Selain itu, hadirnya Rumah Inspirasi di 7 kecamatan menjadi ruang bagi warga untuk mendapatkan pendampingan sosial dan mental.

Memasuki tahun kedua, pemerintah kota menargetkan peningkatan kompetensi bagi 265 tenaga kesehatan serta pembangunan 9 Rumah Inspirasi baru. Dengan menjadikan stunting sebagai prioritas, Semarang terbukti mampu membangun pondasi manusia yang lebih kuat, mandiri, dan terlindungi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puasa Ramadan Bikin Berat Badan Naik? Begini Penjelasan Ahli Gizi RSA UGM

Puasa Ramadan Bikin Berat Badan Naik? Begini Penjelasan Ahli Gizi RSA UGM

Lifestyle | Minggu, 22 Februari 2026 | 21:02 WIB

Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia

Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia

Health | Minggu, 22 Februari 2026 | 08:20 WIB

Waktu Buka Puasa Semarang Hari Ini Jam Berapa? Cek Jam Adzan Maghrib Resmi Kemenag

Waktu Buka Puasa Semarang Hari Ini Jam Berapa? Cek Jam Adzan Maghrib Resmi Kemenag

Lifestyle | Jum'at, 20 Februari 2026 | 13:58 WIB

Terkini

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB