Dukung Kampus Merdeka, UI Beri Peluang Luas Bagi Mahasiswa Kembangkan Minat

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 02 Oktober 2020 | 14:30 WIB
Dukung Kampus Merdeka, UI Beri Peluang Luas Bagi Mahasiswa Kembangkan Minat
Kampus merdeka Universitas Indonesia. (Dok : Universitas Indonesia).

Suara.com - Sebagai bentuk mewujudkan Kampus Merdeka yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, Universitas Indonesia (UI) memberikan peluang seluas mungkin bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat di luar program studi (prodi) mereka.

Salah satu upaya Kampus Merdeka yang ada di UI adalah dengan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah lain hingga maksimal 60 SKS di luar prodi mereka.

“Hal tersebut sangat positif, karena mahasiswa bisa mendapatkan wawasan yang cukup untuk memupuk minat dan bakat mereka, sehingga saat menempuh perkuliahan di perguruan tinggi, mereka akan mampu mengembangkan dirinya. Selain itu, ketika memasuki dunia kerja, mahasiswa yang bersangkutan bisa memperoleh lapangan kerja yang sesuai atau mampu membuat lapangan kerja sendiri,” ujar Sekretaris UI, dr. Agustin Kusumayati  M.Sc, Ph.D, kepada Suara.com, Selasa (15/9/2020).

Kampus Merdeka memiliki empat program yang terdiri dari pembukaan program studi baru, sistem akreditasi perguruan tinggi, Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, dan hak belajar tiga semester di luar program studi, yang dinilai dapat menjadi langkah awal yang baik dalam membentuk link and match dalam hubungan antara perguruan tinggi dengan industri.

Pada praktiknya, mahasiswa diberikan keleluasaan untuk mengambil satuan kredit semester (SKS) di luar substansi prodinya. Jumlahnya bisa bervariasi, dengan ketentuan jumlah SKS yang dapat diambil di luar prodinya adalah maksimal 60 SKS. Pengambilan mata kuliah di luar prodi tersebut tentunya dilakukan secara bertahap.

“Kami membuka luas kesempatan mahasiswa UI untuk mengambil mata kuliah di luar prodinya. Namun pada implementasinya dilakukan secara bertahap. Mengingat penyesuaian kurikulum tidak bias dilakukan mendadak. Sebagai contoh, implementasinya bisa saja prodi lain di perguruan tinggi yang lain, misalnya anak UI di (prodi) Kesehatan Masyarakat boleh mengambil mata kuliah yang menunjang di Unair (Universitas Airlangga, Surabaya),” kata Agustin lebih lanjut.

Kegiatan Merdeka Belajar bisa berupa praktik atau magang. Proyek di desa, mengajar di sekolah, atau mengikuti kegiatan belajar keluar negeri, itu juga termasuk Merdeka Belajar.

“Atau dia ikut penelitan riset magang atau melakukan wirausaha. Bisa juga punya penelitian yang independen atau melakukan kegiatan kemanusiaan. Semua itu termasuk dalam kegiatan Merdeka Belajar,” tambahnya.

Untuk sistem kerja sama UI dengan perguruan tinggi lain, Agustin menyatakan, UI memutuskan untuk mensejajarkan diri dan bersikap terbuka dalam level pendidikan secara internasional.

baca juga

“Dengan adanya kesadaran ini, kami juga sudah menyiapkan kompetisi di kelas internasional. Untuk menghasilkan mahasiswa yang tangguh, kurikulumnya juga harus bagus dan bertaraf internasional. Kita sudah melakukan berbagai upaya untuk program studi kita, agar mampu diakui masyarakat internasional,” ujarnya.

Kampus merdeka Universitas Indonesia. (Dok : Universitas Indonesia).
Kampus merdeka Universitas Indonesia. (Dok : Universitas Indonesia).

Pada kesempatan terpisah, Rektor UI Prof. Ari Kuncoro mengungkapkan penerapan kampus merdeka di UI, yaitu rencana pendirian prodi baru.

“Pandemi COVID-19 juga mendorong UI untuk mencetak sebuah program studi baru yaitu Manajemen Kebencanaan. Kami tengah meramu program studi Manajemen Kebencanaan, yang diharapkan mampu menjawab tantangan di masa depan. Di dalam penanganan bencana, diperlukan kombinasi keilmuan dari semua kompetensi. Mulai dari rumpun ilmu kesehatan, teknik, sosial humaniora, sistem informasi, hingga ekonomi dan manajemen. Solusi yang dibutuhkan tidak bisa lagi terkotak-kotak, melainkan harus lintas dimensi.”

Berbagai Pekerjaan Hilang, Diganti Pekerjaan Baru

Beberapa waktu lalu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam, mengungkapkan, perkembangan revolusi industri selalu membuat berbagai pekerjaan hilang, yang kemudian akan digantikan oleh pekerjaan-pekerjaan baru yang relevan dengan kondisi yang ada.

Berdasarkan survei dan analisis yang dilakukan McKinsey & Company, dalam sepuluh tahun ke depan, sekitar 23 juta pekerjaan di Indonesia akan digantikan oleh mesin, namun demikian ada peluang 17-46 juta pekerjaan baru muncul dan 10 juta diantaranya belum pernah ada sebelumnya.

“Dalam 10 tahun ke depan, 23 juta pekerjaan akan hilang, lalu muncul 17-46 juta pekerjaan baru, dengan 10 juta diantaranya belum pernah ada sebelumnya. Oleh karena itu, penting untuk kita kaji bersama terkait pembentukan kurikulum yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan industri di masa depan,” ujarnya.

Hal ini disampaikannya dalam webinar bertema “Inovasi dan Kebjikan Pendidikan Indonesia Era Revolusi 4.0 dan Tantangan New Normal”, yang diselenggarakan oleh Indonesia Approach (IA) Education, beberapa waktu lalu.

Pemikiran dan pertimbangan inilah yang kemudian mendorong pemerintah untuk melahirkan Konsep Merdeka Belajar yang berdikari, yaitu tidak bergantung pada orang lain dan mampu menentukan masa depannya sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Rumah Sakit di Depok Tampung Pasien COVID-19 Rujukan se-Jabar

3 Rumah Sakit di Depok Tampung Pasien COVID-19 Rujukan se-Jabar

Jakarta | Rabu, 30 September 2020 | 11:06 WIB

Gubes FKM UI Tekankan Pentingnya Literasi Gizi di Sekolah dan di Rumah

Gubes FKM UI Tekankan Pentingnya Literasi Gizi di Sekolah dan di Rumah

Health | Minggu, 27 September 2020 | 17:45 WIB

Mundur Dari Satgas Covid-19, Ini Alasan Guru Besar UI Akmal Taher

Mundur Dari Satgas Covid-19, Ini Alasan Guru Besar UI Akmal Taher

News | Sabtu, 26 September 2020 | 05:55 WIB

UI Laporkan Politikus PKS ke Polisi karena Tuding Kampus Ajarkan Seks Bebas

UI Laporkan Politikus PKS ke Polisi karena Tuding Kampus Ajarkan Seks Bebas

News | Senin, 21 September 2020 | 23:03 WIB

Mahasiswa Unhas Dorong Eduwisata Sejarah Korban 40.000 Jiwa

Mahasiswa Unhas Dorong Eduwisata Sejarah Korban 40.000 Jiwa

Sulsel | Senin, 21 September 2020 | 16:30 WIB

Pembunuh Rinaldi Sarjana UI, Teman Kuliah: Dia Kritis Banget

Pembunuh Rinaldi Sarjana UI, Teman Kuliah: Dia Kritis Banget

Jakarta | Jum'at, 18 September 2020 | 14:03 WIB

Terkini

Review Film Idiots: Cerita Seru Dua Pria Mengawal Remaja Penuh Masalah!

Review Film Idiots: Cerita Seru Dua Pria Mengawal Remaja Penuh Masalah!

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Setelah Pakai Milk Cleanser Viva Perlu Cuci Muka? Begini Urutannya, Jangan Keliru

Setelah Pakai Milk Cleanser Viva Perlu Cuci Muka? Begini Urutannya, Jangan Keliru

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Cara Federal Oil Menjaga Kepercayaan Pengendara Motor Harian

Cara Federal Oil Menjaga Kepercayaan Pengendara Motor Harian

Otomotif | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Kenapa Gigi Tidak Menjadi Putih Meski Rutin Disikat? Ini Penjelasannya

Kenapa Gigi Tidak Menjadi Putih Meski Rutin Disikat? Ini Penjelasannya

Health | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Darurat Karhutla: Ketika Asap Beracun dan Ancaman Penyakit Mengintai Warga Tanpa Henti

Darurat Karhutla: Ketika Asap Beracun dan Ancaman Penyakit Mengintai Warga Tanpa Henti

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Gibran Respons Rapor Merah CELIOS: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik

Gibran Respons Rapor Merah CELIOS: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:19 WIB

KDM di Undip: Lebih Baik jadi Akang tapi Menyenangkan, daripada jadi Bapak Kerjanya Naikin Pajak

KDM di Undip: Lebih Baik jadi Akang tapi Menyenangkan, daripada jadi Bapak Kerjanya Naikin Pajak

Jawa Tengah | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Bye Jerawat! 4 Toner Succinic Acid Solusi Bersihkan Pori-Pori secara Lembut

Bye Jerawat! 4 Toner Succinic Acid Solusi Bersihkan Pori-Pori secara Lembut

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Beraroma seperti Dessert Lezat! 5 Parfum Gourmand Murah di Bawah Rp100 Ribu

Beraroma seperti Dessert Lezat! 5 Parfum Gourmand Murah di Bawah Rp100 Ribu

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Perjalanan Merawat Arum Manis Jadul, Kisah UMKM Bertahan di Tengah Harga Bahan Baku yang Melonjak

Perjalanan Merawat Arum Manis Jadul, Kisah UMKM Bertahan di Tengah Harga Bahan Baku yang Melonjak

Jogja | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:10 WIB

×