130 Orang Tewas, Apa Pemicu Konflik Azerbaijan-Armenia di Nagorno-Karabakh?

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Jum'at, 02 Oktober 2020 | 15:13 WIB
130 Orang Tewas, Apa Pemicu Konflik Azerbaijan-Armenia di Nagorno-Karabakh?
Pertempuran Armenia-Azerbaijan bahayakan nyawa jurnalis. (Anadolu Agency)

Suara.com - Konflik sengketa wilayah antara Armenia dan Azerbaijan di Kota Nagorno-Karabakh telah menewaskan sekitar 130 orang di hari kelima pada Kamis (1/10/2020).

Meski ada seruan dari para pemimpin dunia untuk menghentikan bentrokan, konflik dua bekas republik Soviet itu terus berlanjut, seperti diberitakan Channel News Asia.

Pertempuran berhari-hari Nagorno-Karabakh, yang menandai masih berlangsungnya konflik menahun, kembali meletus pada Minggu (27/9), di mana 16 militer dan warga sipil tewas.

Nagorno-Karabakh secara wilayah berada di Azerbaijan, namun mayoritas penghuninya merupakan etnis Armenia.

Wilayah ini memisahkan diri dari Azerbaijan dalam konflik atas buntut dari runtuhnya Uni Soviet pada 1991.

Sengketa wilayah di daerah yang terletak di Kaukasus Selatan ini telah berlangsung sejak awal 1990-an yang berujung pada tewasnya puluhan ribu orang pada pertempuran periode itu.

Saling tuduh melancarkan serangan

Belakangan ketegangan yang belum juga usai selama tiga dekade ini kembali bergejolak setelah dua wilayah ini mengaku melindungi diri. Baik Armenia maupun Azerbaijan saling tuduh melancarkan serangan.

Pihak Nagorno-Karabakh mengatakan 16 prajuritnya tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-luka setelah Azerbaijan melancarkan serangan udara dan artileri pada Minggu (27/9) pagi.

baca juga

Armenia dan Nagorno-Karabakh mengumumkan darurat militer dan memobilisasi penduduk laki-laki.

Di sisi lain, Azerbaijan yang juga mengumumkan darurat militer, menyebut pasukannya menanggapi serangan dari Armenia yang berujung pada terbunuhnya satu keluarga.

Pihak Nagorno-Karabakh awalnya menyangkal klaim Azerbaijan yang menyatakan telah menguasai setidaknya tujuh desa. Tapi belakangan, mengakui mereka kehilangan "beberapa posisi."

Menurut aktivis sayap kanan Armenia, bentrokan pada Minggu itu juga mengakibatkan seorang perempuan dan anak dari etnis Armenia tewas.

Sementara pada Kamis (1/10), dua ledakan disebutkan terdengar di ibu kota provinsi yang memisahkan diri, Stepanakert. Terjadi saat tengah malam, penduduk mengatakan kota itu telah diserang oleh drone.

Kementerian pertahanan Azerbaijan, Kamis, mengatakan pasukannya telah melakukan "serangan artileri yang menghancurkan posisi pasukan Armenia di wilayah pendudukan," sepanjang malam.

Pejabat separatis di Karabakh menggambarkan situasi di sepanjang garis depan pada Kamis malam, tegang dengan kedua belah pihak saling tembak artileri.

"Musuh berusaha menyusun kembali pasukannya, tetapi pasukan Armenia menekan semua upaya semacam itu."

Kedua belah pihak mengklaim telah menimbulkan kerugian besar pada pasukan lawan.

Disebutkan, bentrokan ini telah menewaskan 127 pihak Armenia, dengan 104 tentara dan 23 warga sipil.

Azerbaijan belum mengakui adanya korban militer, tetapi seorang wartawan AFP di wilayah Beylagan selatan menyaksikan pemakaman seorang tentara yang tewas dalam bentrokan itu.

Perselisihan menahun antara mayoritas Kristen Armenia dan sebagian besar Muslim Azerbaijan ini, memantik tanggapan dari luar negeri.

Moskow berulang kali menyerukan diakhirinya pertempuran hingga pada Rabu (30/9), menawarkan untuk menjadi tuan rumah negosiasi.

Rusia menyerukan gencatan senjata segera dan kekuatan regional lainnya, sedangkan Turki mengatakan akan mendukung Azerbaijan.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, dalam percakapan telepon pada Rabu malam, mengeluarkan seruan terbaru untuk penghentian total pertempuran di Karabakh dan mengatakan mereka siap untuk meningkatkan upaya diplomatik untuk membantu menyelesaikan konflik.

Departemen Luar Negeri AS mengutuk peristiwa tersebut dan menyerukan penghentian segera permusuhan dan retorika atau tindakan lain yang dapat memperburuk masalah.

Uni Eropa dan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) mendesak kedua belah pihak untuk menghentikan tindakan militer dan kembali berunding, seperti yang dilakukan Paus Fransiskus.

Sedikitnya 200 orang tewas dalam konflik antara Armenia dan Azerbaijan pada April 2016. Sedikitnya 16 orang tewas dalam bentrokan Juli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Sengit Armenia-Azerbaijan Bahayakan Nyawa Jurnalis yang Meliput

Perang Sengit Armenia-Azerbaijan Bahayakan Nyawa Jurnalis yang Meliput

Video | Kamis, 01 Oktober 2020 | 21:40 WIB

Turki Tegas Dukung Azerbaijan, Armenia Diperingatkan untuk Menarik Pasukan

Turki Tegas Dukung Azerbaijan, Armenia Diperingatkan untuk Menarik Pasukan

News | Selasa, 29 September 2020 | 13:06 WIB

Bentrok Hari Kedua Armenia vs Azerbaijan, 15 Tentara Tewas

Bentrok Hari Kedua Armenia vs Azerbaijan, 15 Tentara Tewas

News | Selasa, 29 September 2020 | 05:42 WIB

Terkini

Setelan Ganas Honda NSF250RW Tantang Gelombang Panas Eropa, Kans Ramadhipa Rajai Moto3 Magny-Cours

Setelan Ganas Honda NSF250RW Tantang Gelombang Panas Eropa, Kans Ramadhipa Rajai Moto3 Magny-Cours

Sport | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:15 WIB

The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan

The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!

Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:00 WIB

Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi

Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:39 WIB

6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup

6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:35 WIB

Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos

Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:30 WIB

Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu

Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:30 WIB

Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih

Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:28 WIB

Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk

Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:28 WIB

Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit

Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:22 WIB

×