Terkait Kasus Pemerkosaan Gadis 19 Tahun di India, Lima Polisi Diskors

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Sabtu, 03 Oktober 2020 | 18:22 WIB
Terkait Kasus Pemerkosaan Gadis 19 Tahun di India, Lima Polisi Diskors
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan.[Shutterstock]

Suara.com - Lima petugas polisi senior dijatuhi diskors akibat penanganan mereka terhadap kasus pemerkosaan yang memicu aksi protes di India.

Menyadur Channel News Asia, Sabtu (3/10/2020) bulan ini seorang wanita berusia 19 tahun diduga menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh empat orang pria.

Wanita dari kasta Dalit tersebut ditemukan di sebuah lapangan di luar desanya di Hattrash di negara bagian Uttar Pradesh, India dan meninggal minggu ini di rumah sakit New Delhi.

Polisi telah menangkap empat pria yang diidentifikasikan sebagai tersangka atas tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan wanita tersebut.

Namun polisi menghadapi kritik atas penanganan kasus tersebut yang dinilai pihak keluarga tidak adil karena korban dari kasta bawah.

Selain itu, polisi juga kedapatan mengkremasi jasad wanita itu di tengah malam, bertentangan dengan keinginan pihak keluarga korban dan adat istiadat agamanya.

Seorang polisi senior pada Kamis (1/10) semakin memicu kemarahan warga setelah mengklaim bahwa laporan forensik dan otopsi menunjukkan bahwa wanita itu tidak diperkosa.

Klaim tersebut bertentangan dengan pernyataan korban dan ibunya dan temuan rumah sakit tempat wanita itu dirawat, sementara para ahli mengatakan tes forensik dilakukan terlalu lama setelah insiden tersebut.

Ratusan polisi juga membarikade desa, mencegah keluarga korban itu pergi dan wartawan serta politisi oposisi untuk berkunjung ke rumah mereka.

Ponsel milik keluarga korban juga dilaporkan telah disita oleh polisi.

Saudara laki-laki korban mengatakan kepada salah satu saluran berita India bahwa keluarga tersebut takut akan nyawa mereka. Namun, pengadilan tinggi setempat telah memerintahkan pihak berwenang untuk memberikan perlindungan kepada keluarga tersebut.

Kepala menteri Uttar Pradesh Yogi Adityanath Jumat malam mengumumkan penangguhan kepala polisi distrik Hathras dan empat anggotanya.

Seorang biksu Hindu dan sekutu dekat Perdana Menteri Narendra Modi juga mengumumkan bahwa keluarga korban, terdakwa dan polisi yang diskors semuanya akan menjalani tes kebohongan dan narkoba.

Pada Jumat malam, sekitar 500 orang termasuk menteri utama ibu kota dan seorang politisi Dalit terkemuka berkumpul di pusat kota New Delhi menuntut keadilan.

"Kami (wanita) sebenarnya tidak bebas, meskipun India merdeka," kata Sanskriti, salah satu demonstran kepada AFP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bakal Hadir di India, Tesla akan Hadirkan Mobil Berharga Terjangkau?

Bakal Hadir di India, Tesla akan Hadirkan Mobil Berharga Terjangkau?

Otomotif | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 12:01 WIB

Mendadak Kaya, Pedagang Ini Raup Rp 60 Juta usai Tangkap Ikan Seberat 52 Kg

Mendadak Kaya, Pedagang Ini Raup Rp 60 Juta usai Tangkap Ikan Seberat 52 Kg

News | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 19:38 WIB

Jenguk Korban Pemerkosaan, Dua Pimpinan Oposisi India Ini Ditahan Polisi

Jenguk Korban Pemerkosaan, Dua Pimpinan Oposisi India Ini Ditahan Polisi

News | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 19:39 WIB

Terkini

Bisik-bisik Trump Saat Salaman Erat dengan Xi Jinping, Pakar Etika Bilang Begini

Bisik-bisik Trump Saat Salaman Erat dengan Xi Jinping, Pakar Etika Bilang Begini

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:51 WIB

Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama

Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:40 WIB

Pesan Xi Jinping Saat Bertemu Donald Trump, Singgung Hubungan China dan AS

Pesan Xi Jinping Saat Bertemu Donald Trump, Singgung Hubungan China dan AS

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:38 WIB

Dinkes DKI Ungkap Penyebab Keracunan 252 Siswa Usai Santap MBG di 3 SDN Kawasan Cakung

Dinkes DKI Ungkap Penyebab Keracunan 252 Siswa Usai Santap MBG di 3 SDN Kawasan Cakung

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:26 WIB

Bukan Solusi! FSGI Sebut jika Final LCC 4 Pilar MPR Diulang Berdampak Psikis dan Berpotensi Digugat

Bukan Solusi! FSGI Sebut jika Final LCC 4 Pilar MPR Diulang Berdampak Psikis dan Berpotensi Digugat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:56 WIB

Penjelasan Nadiem Soal Harta Naik Rp4,87 Triliun: Itu Nilai IPO GoTo, Bukan Korupsi Chromebook

Penjelasan Nadiem Soal Harta Naik Rp4,87 Triliun: Itu Nilai IPO GoTo, Bukan Korupsi Chromebook

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:49 WIB

Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan

Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:43 WIB

Prostitusi Berkedok Karaoke di Jakbar Terbongkar, Ada Anak di Bawah Umur

Prostitusi Berkedok Karaoke di Jakbar Terbongkar, Ada Anak di Bawah Umur

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:36 WIB

Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan

Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:33 WIB

Momen Haru Nadiem Makarim Peluk Pasukan Ojol Usai Dituntut 18 Tahun Bui: Tuhan Tidak Diam

Momen Haru Nadiem Makarim Peluk Pasukan Ojol Usai Dituntut 18 Tahun Bui: Tuhan Tidak Diam

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:30 WIB