Lelaki di Rumah Sederhana Pinggiran Inggris Ini Ternyata Sultan Terakhir...

Reza Gunadha | BBC | Suara.com

Minggu, 04 Oktober 2020 | 15:12 WIB
Lelaki di Rumah Sederhana Pinggiran Inggris Ini Ternyata Sultan Terakhir...
[BBC]

Suara.com - Dalam rumah sederhana di Southsea, Portsmouth, Inggris, tinggal laki-laki bangsawan dari Zanzibar.

Dia bukan sembarang bangsawan, lelaki bernama Jamshid bin Abdullah al-Said tersebut adalah sultan terakhir Zanzibar.

Untuk diketahui, Zanzibar adalah kawasan yang berada di Samudra Hindia, yang sekarang menjadi bagian dari negara Tanzania.

Jamshid bin Abdullah al-Said mengasingkan diri ke Inggris hanya beberapa bulan, setelah menggantikan sang ayah, Abdullah bin Khalifa, sebagai sultan di Zanzibar.

Ia naik tahta pada Juli 1963 menyusul kematian ayahnya.

Pada Desember 1963 Inggris memberi kemerdekaan untuk Zanzibar. Dalam satu bulan setelahnya, terjadi perlawanan rakyat yang mengakhiri kekuasaan laki-laki yang biasa disapa Sayyid Jamshid tersebut.

Revolusi ini menjadi awal kelahiran Zanzibar sebagai negara republik, sekaligus menghapus predikatnya sebagai penguasa.

Saat istana dikuasai oleh kelompok perlawanan, Jamshid bin Abdullah al-Said, bersama anggota keluarga, kawan dekat, dan pegawai istana, menuju OmanVmenggunakan kapal pesiar.

Namun ia ditolak untuk mendarat. Akhirnya ia terbang ke Inggris.

Ditolak pindah ke Oman

Rencana masuk ke Inggris melalui London pada Januari 1964 terpaksa dialihkan ke Manchester karena kabut tak memungkinkan pesawat untuk mendarat.

Dari Manchester, rombongan Jamshid bin Abdullah al-Said menuju London menggunakan kereta.

Ned Donovan, penulis dan wartawan di Inggris yang mengikuti dari dekat kisah sultan terakhir Zanzibar, mengatakan ada isyarat ketika itu bahwa pemerintah Inggris "ingin mengembalikan kekuasaan di Zanzibar ke tangan Jamshid".

Namun seiring berjalannya waktu, kata Donovan, kemungkinan bagi Jamshid untuk kembali berkuasa semakin tipis.

"Dan ketika Zanzibar dan Tanganyika bergabung untuk mendirikan negara Tanzania, kemungkinan bagi Jamshid untuk kembali menjadi sultan hilang sama sekali," kata Donovan.

Donovan mengatakan, pemerintah Inggris sebenarnya sudah membahas rencana agar Jamshid bisa menghabiskan masa tuanya di salah satu koloni Inggris.

Disepakati bahwa Inggris akan memberi dana £100.000 (setara £2 juta jika dihitung dengan nilai sekarang) begitu Jamshid meninggalkan Inggris.

Surat kabar Amerika Serikat The New York Times membenarkan adanya dana yang disiapkan oleh pemerintah Inggris untuk membantu Jamshid.

Tempat yang dianggap ideal bagi Jamshid untuk mengasingkan diri adalah Oman. Pada 1960-an, Oman diperintah oleh Said bin Taimur, yang masih punya hubungan keluarga dengan Jamshid.

Zanzibar pernah menjadi bagian dari Oman mulai 1698 hingga 1890. Pada 1890, Inggris menjadikan Zanzibar sebagai wilayah protektorat dan dipisahkan dari Oman.

Said bin Taimur menolak usul ini karena ia "tidak ingin ada dua sultan di waktu yang bersamaan" di Oman. Jamshid sendiri, menurut Donovan, juga tidak setuju dengan usul tersebut.

Tidak diketahui perkembangan selanjutnya, namun The New York Times memberitakan bahwa pada Mei 1964, pemerintah Inggris memberi Jamshid dana £100.000.

Menjadi warga biasa

Dengan dana ini, Jamshid memulai kehidupan baru sebagai warga biasa dengan tinggal di satu rumah sederhana di pinggir panti di Southsea, Portsmouth, Inggris.

Selama lebih dari 50 tahun tinggal di kota kecil di Southsea, tak banyak yang tahu bahwa Jamshid adalah sultan terakhir Zanzibar.

"Ia tidak mau menonjolkan diri, ia tidak pernah berbicara kepada wartawan ... seingat saya tak ada warga lokal yang tahu bahwa sultan [terakhir] Zanzibar tinggal di sana [Southsea]," kata Donovan kepada koran The Guardian.

Donovan mengatakan Jamshid menjalani kehidupan seperti layaknya warga di Inggris lainnya seperti mengikuti ujian untuk mendapatkan surat izin mengemudi.

Saudara dan anaknya-anaknya kemudian pindah ke Oman, namun Jamshid harus bertahan di Inggris karena penguasa di Oman tak juga memberinya izin untuk pindah karena alasan keamanan.

Namun semuanya berubah ketika pada pertengahan September 2020, penguasa Oman, Sultan Haitham bin Tariq, akhirnya memberi izin bagi Jamshid untuk pindah dan menghabiskan masa tuanya di negara tersebut.

Salah seorang anggota keluarga Jamshid, kepada koran Timur Tengah The National mengatakan, "Keinginannya untuk pensiun di Oman dikabulkan oleh pemerintah dengan pertimbangan usianya yang sudah lanjut."

"Ia memang ingin bisa menghabiskan masa tuanya di tanah leluhur, Oman," tambahnya.

Pada usia 91 tahun, Jamshid akhirnya bisa kembali ke tanah lelulur dan Portsmouth pun kehilangan satu-satunya warga yang menyandang status sultan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Leeds United Tahan Imbang Manchester City di Elland Road

Leeds United Tahan Imbang Manchester City di Elland Road

Foto | Minggu, 04 Oktober 2020 | 09:00 WIB

Diimbangi Leeds, Pep Tegaskan Terlalu Dini Coret City dari Perburuan Gelar

Diimbangi Leeds, Pep Tegaskan Terlalu Dini Coret City dari Perburuan Gelar

Bola | Minggu, 04 Oktober 2020 | 06:25 WIB

Klasemen Terbaru Liga Inggris: Sapu Bersih 4 Laga, Everton Kokoh di Puncak

Klasemen Terbaru Liga Inggris: Sapu Bersih 4 Laga, Everton Kokoh di Puncak

Bola | Minggu, 04 Oktober 2020 | 05:52 WIB

Ederson Moraes Blunder, Manchester City Batal Menang di Markas Leeds United

Ederson Moraes Blunder, Manchester City Batal Menang di Markas Leeds United

Bola | Minggu, 04 Oktober 2020 | 03:03 WIB

Mengamuk di Stamford Bridge, Chelsea Bantai Crystal Palace 4-0

Mengamuk di Stamford Bridge, Chelsea Bantai Crystal Palace 4-0

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 20:27 WIB

Jadwal Liga Inggris Malam Ini: Duel Pep Guardiola Vs Marcelo Bielsa

Jadwal Liga Inggris Malam Ini: Duel Pep Guardiola Vs Marcelo Bielsa

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 10:06 WIB

Gemas! Tikus Ini Dapat Medali Emas Usai Deteksi Puluhan Ranjau Darat

Gemas! Tikus Ini Dapat Medali Emas Usai Deteksi Puluhan Ranjau Darat

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Sidang Praperadilan Kasus Andrie Yunus Digelar, Kuasa Hukum Tuding Polda Metro Telantarkan Perkara

Sidang Praperadilan Kasus Andrie Yunus Digelar, Kuasa Hukum Tuding Polda Metro Telantarkan Perkara

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:30 WIB

Andrie Yunus Rawat Jalan Sejak 16 April, Dokter RSCM: Bukan Tanda Sudah Pulih

Andrie Yunus Rawat Jalan Sejak 16 April, Dokter RSCM: Bukan Tanda Sudah Pulih

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:29 WIB

Prabowo Singgung Oknum Berseragam Hijau dan Cokelat yang Kerap Jadi Beking

Prabowo Singgung Oknum Berseragam Hijau dan Cokelat yang Kerap Jadi Beking

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:10 WIB

Belum Bisa Selamatkan 9 WNI Diculik Tentara Israel, Begini Update Usaha Indonesia

Belum Bisa Selamatkan 9 WNI Diculik Tentara Israel, Begini Update Usaha Indonesia

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:07 WIB

Anies Baswedan ke Wisudawan UGM: Lulusan di Masa Sulit, Cari Kerja Sedang Menantang

Anies Baswedan ke Wisudawan UGM: Lulusan di Masa Sulit, Cari Kerja Sedang Menantang

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:05 WIB

Rasa Aman Bukan Bonus! Kevin Wu PSI Sentil Lemahnya Keamanan di Jakarta Barat

Rasa Aman Bukan Bonus! Kevin Wu PSI Sentil Lemahnya Keamanan di Jakarta Barat

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:00 WIB

PBB Sebut Penangkapan Aktivis Sumud Flotilla oleh Israel Tabrak Hukum Internasional

PBB Sebut Penangkapan Aktivis Sumud Flotilla oleh Israel Tabrak Hukum Internasional

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:51 WIB

Prabowo ke Menkeu Purbaya: Kalau Pimpinan Bea Cukai Tak Mampu, Segera Ganti!

Prabowo ke Menkeu Purbaya: Kalau Pimpinan Bea Cukai Tak Mampu, Segera Ganti!

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:50 WIB

Tiga Korban Tewas Penyerangan Masjid San Diego Selamatkan Nyawa 140 Anak

Tiga Korban Tewas Penyerangan Masjid San Diego Selamatkan Nyawa 140 Anak

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:47 WIB

AS Keluar, Rusia Masuk: Intip Pertemuan Xi Jinping dan Putin di Beijing, Terusan Suez Bisa Tak Laku

AS Keluar, Rusia Masuk: Intip Pertemuan Xi Jinping dan Putin di Beijing, Terusan Suez Bisa Tak Laku

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:44 WIB