Badai di Perbatasan Prancis dan Italia, Sapu Mayat-mayat dari Kuburan

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 07 Oktober 2020 | 15:54 WIB
Badai di Perbatasan Prancis dan Italia, Sapu Mayat-mayat dari Kuburan
Ilustrasi kuburan. (Shutterstock)

Suara.com - Badai yang Mayat-mayat yang berada di sebuah pemakaman di daerah Alpes-Maritimes, Prancis tersapu badai dan banjir bandang.

Menyadur The Guardian, Rabu (7/10/2020) banjir bandang terjadi pada hari Jumat (2/10) di Alpes-Maritimes dan daerah perbatasan Prancis dan Italia.

Seorang juru bicara pemerintah daerah Alpes-Maritimes Prancis, yang dilanda badai parah bersama dengan wilayah Liguria dan Piedmont di Italia, mengatakan tidak jelas dari mana mayat itu berasal.

Mayat-mayat tersebut dalam kondisi busuk parah sehingga jelas berbeda dari korban badai baru-baru ini, kata juru bicara kepada Associated Press.

Otoritas setempat mengatakan kuburan di kota Saint-Martin-de-Vésubie dan Tende Prancis sebagian tersapu banjir.

Walikota Tende, Jean-Pierre Vassallo, mengatakan kepada surat kabar Le Parisien bahwa kuburan di desanya terbelah menjadi dua dan mayat tersapu banjir.

Otoritas lokal dari Italia belum dapat dihubungi dan memberikan keterangan terkait insiden hanyutnya mayat-mayat tersebut.

Sebanyak 12 kematian dilaporkan sejak Jumat - empat di pihak Prancis, delapan di pihak Italia. Lebih dari 600 penyelamat dan lainnya sedang mencari sekitar 20 orang yang masih belum ditemukan.

Polisi menggeledah dari pintu ke pintu untuk memeriksa orang-orang yang dilaporkan hilang di dusun-dusun di mana jalan, listrik, komunikasi, dan persediaan air terputus oleh badai.

baca juga

Tujuh serigala hitam Kanada juga dilaporkan hilang setelah sebuah taman margasatwa di utara kota Nice di Riviera Prancis juga ikut tersapu oleh badai.

Kantor Keanekaragaman Hayati Prancis (OFB) telah memperingatkan bahwa serigala bisa mati kelaparan jika tidak segera ditemukan.

Dua agen dan seorang ahli bedah hewan sedang memeriksa daerah tersebut menggunakan helikopter setelah ada laporan beberapa serigala terlihat di dekat taman.

"Prioritasnya adalah menemukan mereka, dan menangkap mereka dengan bantuan panah," direktur regional OFB, Eric Hansen, mengatakan kepada AFP.

Serigala hitam Kanada adalah subspesies besar dari serigala abu-abu, dengan berat sekitar 80kg.

Bangkai salah satu dari tiga serigala kutub di taman itu ditemukan setelah kandangnya tersapu banjir. Dua lainnya kemungkinan juga sudah mati, kata Hansen.

Kandang ketiga dengan tiga serigala abu-abu Eropa tengah telah diselamatkan, dan akan menjadi rumah sementara serigala Kanada begitu mereka ditemukan, kata Hansen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Giroud di Ambang Penampilan ke-100 untuk Prancis, Sudah Layak Jadi Legenda?

Giroud di Ambang Penampilan ke-100 untuk Prancis, Sudah Layak Jadi Legenda?

Bola | Rabu, 07 Oktober 2020 | 10:41 WIB

Prancis Siap Penjarakan Penyedia Tes Keperawanan

Prancis Siap Penjarakan Penyedia Tes Keperawanan

News | Rabu, 07 Oktober 2020 | 07:23 WIB

Duh, Paris Masuk Zona Merah Covid-19 di Prancis

Duh, Paris Masuk Zona Merah Covid-19 di Prancis

Health | Senin, 05 Oktober 2020 | 20:58 WIB

Terkini

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 01:16 WIB

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:55 WIB

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:00 WIB

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:46 WIB

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:38 WIB

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:55 WIB

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Banten | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

×