Viral Remaja Dipukuli Oknum Polisi, Diduga Tertangkap Saat Hendak Ikut Demo

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Rabu, 07 Oktober 2020 | 19:37 WIB
Viral Remaja Dipukuli Oknum Polisi, Diduga Tertangkap Saat Hendak Ikut Demo
Remaja dipukuli oknum Polisi di Jakarta, diduga tertangkap saat hendak ikut demo. (Ist)

Suara.com - Sebuah video menunjukkan oknum anggota polisi melakukan pemukulan terhadap remaja yang diduga berasal dari massa pelajar STM yang hendak melakukan aksi demonstrasi. Terlihat oknum anggota polisi tersebut memukuli korban dengan rotan hingga videonya viral di media sosial.

Video berdurasi 31 detik itu diunggah oleh akun Twitter @lalalulaamalia. Sejak diunggah pada Rabu (7/10/2020) pukul 17.48 WIB video tersebut telah diretweet sebanyak 1.608 kali dan disukai hampir 5.000 warganet.

"Janggaan dipukulll. #MahasiswaBergerak #STMMELAWAN," kicau @lalalulaamalia seperti dikutip Suara.com, Rabu (7/10/2020).

Dari video tersebut terlihat mulanya remaja tersebut tengah duduk dipinggiran trotoar usai diamanakan oleh oknum anggota polisi. Tiba-tiba, remaja tersebut melarikan diri hingga akhirnya dikejar.

Setelah tertangkap, remaja tersebut tampak diseret oleh oknum anggota polisi. Tak henti disitu terlihat beberapa kali oknum tersebut memukul korban dengan rotan.

"Woi jangan dipukul, woi jangan dipukul," teriak masyarakat sekitar.

Ulah oknum anggota polisi tersebut pun menuai kecaman dari sejumlah warganet. Mereka menilai apa yang dilakukan oleh oknum tersebut berlebihan dan tidak manusiawi.

"Nih polisi apa-apan bangat, ngak jelas bangat! Katanya tugasnya lindungi masyarakat! Gimana mau lindungi masyarakat kalau mereka lebih lindungi penjahat. Lo kira itu binatang apa!!!" kicau @ngabito_aisa.

Sebelumnya, kericuhan sempat terjadi di sekitar Jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (7/10/2020) sore tadi. Sebuah kendaraan roda empat pengangkut tahanan milik Porles Metro Jakarta Pusat dirusak oleh massa yang diduga berasal dari kelompok pelajar STM.

baca juga

Kericuhan tersebut terjadi lantaran massa aksi yang hendak menuju gedung DPR RI untuk melakukan aksi demonstrasi menolak Undang-undang Omnibus Law - Cipta Kerja dihadang oleh aparat kepolisian.

"Ini kan ada beberapa massa aksi yang rusuh kemudian melempari petugas dan sudah kita amankan. Ketika kendaraan pengangkut tahanan masih menuju ke lokasi kemudian dihadang oleh massa perusuh dan kemudian mereka melakukan tindakan anarki merusak kendaraan dinas milik Polres Jakpus," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo di lokasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

12 Pendemo UU Cipta Kerja di Gedung DPR Reaktif Corona

12 Pendemo UU Cipta Kerja di Gedung DPR Reaktif Corona

Jakarta | Rabu, 07 Oktober 2020 | 19:23 WIB

200 Remaja Diamanakan Saat Hendak Demo di DPR, 12 Reaktif Corona

200 Remaja Diamanakan Saat Hendak Demo di DPR, 12 Reaktif Corona

News | Rabu, 07 Oktober 2020 | 19:14 WIB

Pendemo UU Cipta Kerja, Bawa Celurit sampai Nyamar Jadi Satpol PP

Pendemo UU Cipta Kerja, Bawa Celurit sampai Nyamar Jadi Satpol PP

Jakarta | Rabu, 07 Oktober 2020 | 19:08 WIB

Viral Video Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Dipukuli Polisi Pakai Rotan

Viral Video Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Dipukuli Polisi Pakai Rotan

News | Rabu, 07 Oktober 2020 | 19:31 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×