Curhatan Mantan Narapidana Korea Utara: Bagai Neraka Selama Ditahan

Dythia Novianty

Jum'at, 09 Oktober 2020 | 05:28 WIB
Curhatan Mantan Narapidana Korea Utara: Bagai Neraka Selama Ditahan
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. [AFP]

Suara.com - Tahanan Korea Utara dipaksa untuk meminum air sungai yang tercemar abu sesama narapidana yang sudah meninggal. Hukuman itu diberlakukan buat mereka dengan kejahatan menonton sinetron asing.

Realitas kehidupan yang mengerikan dalam gulag (penjara dengan sistem hukuman berupa kamp kerja paksa dan kamp-kamp transit serta penjara-penjara penahanan yang terkait) Kim Jong-un, diungkapkan oleh mantan tahanan yang selamat dari mimpi buruk yang hidup di kamp konsentrasi Chongori.

Itu adalah kamp tempat warga Korea Utara dikurung karena tindakan yang tidak berbahaya seperti menonton TV Korea Selatan atau mengikuti agama Kristen.

Seorang mantan narapidana mengenang bahwa setiap hari Senin, mereka membakar mayat. Ada tempat yang terlihat seperti rumah, dan mayat ditumpuk di tangki bundar di dalamnya.

Fasilitas itu basah kuyup oleh bau darah dan mayat yang membusuk atau terbakar. Setelah mayat-mayat itu dibakar, mereka menumpuk abu di samping tempat kremasi. Abunya digunakan sebagai kompos untuk pertanian.

"Saat hujan, abunya mengalir ke sungai, dan para tahanan meminum air sungai dan menggunakannya untuk mandi," ceritanya dilansir laman Daily Mail, Jumat (9/10/2020).

Mereka juga mengenang bagaimana saat hujan, ketika kayu menjadi basah, tubuh juga tidak terbakar. Sempat ada mantan narapidana tersandung jari kaki tanpa tubuh.

"Saya jatuh pada sesuatu. Awalnya, saya pikir saya terjebak di pohon, tetapi ketika saya melihat lebih dekat, ternyata itu adalah jari kaki. Saya mendaki gunung mengikuti abu dan ada lima jari kaki tepat di depan saya. Saya sangat terkejut," curhatnya.

Conguri memiliki angka kematian yang tinggi karena cedera, penyakit, atau penganiayaan fisik dan mental oleh petugas penjara.

baca juga

Pelarian, yang identitasnya telah dilindungi, mengungkapkan hal yang mengerikan dalam sebuah laporan baru yang diterbitkan oleh Komite Hak Asasi Manusia di Korea Utara (HRNK), berbasis di Washington.

Laporan itu juga mengungkapkan bahwa mayat tahanan yang mati ditumpuk di gudang sebelum kremasi, mereka akan dimakan sebagian oleh tikus dan pembusukan akan terjadi.

Selain itu, HRNK telah menggunakan citra satelit untuk mengungkap lokasi krematorium, gedung penjara, dan tempat kerja paksa.

Salah satunya adalah tambang tembaga, yang diyakini semakin mencemari air sungai yang harus diminum para narapidana.

Joseph S. Bermudez, Jr. penulis utama laporan itu, berkata pihaknya memahami jika orang-orang menderita di luar imajinasi semua.

"Kekejaman yang dilakukan di seluruh sistem penjara yang melanggar hukum di Korea Utara, membutuhkan perhatian segera dari komunitas internasional," ujarnya.

Amanda Mortwedt Oh, yang ikut menulis laporan tersebut, menambahkan bahwa kurangnya martabat manusia yang diberikan kepada para tahanan sangat menjijikkan, dan rezim Kim harus dimintai pertanggungjawaban atas tindakan tersebut.

Greg Scarlatoiu, direktur eksekutif HRNK, mengungkapkan sifat dari apa yang disebut kejahatan yang dituduhkan oleh banyak narapidana.

Kamp konsentrasi Chongori, secara resmi disebut Kyo-hwa-so (kamp pendidikan ulang) No. 12, berada di Provinsi Hamgyong Utara, di utara negara itu, kira-kira 15 mil dari perbatasan China.

Sebanyak 5.000 orang dipenjarakan di sana, dengan sekitar 60 persen dipenjara karena melintasi perbatasan secara ilegal, sementara 40 persen lainnya dihukum karena pelanggaran seperti menonton TV asing.

Narapidana digunakan sebagai tenaga budak, dengan perempuan membuat wig dan bulu mata palsu, dan memelihara ternak, sementara para lelaki dipekerjakan untuk membuat furnitur, menambang tembaga, dan memproses bijih.

Seorang mantan narapidana memperkirakan bahwa, selama delapan bulan penahanannya di Chongori, 800 rekan narapidana meninggal akibat kerja paksa dan kekurangan gizi.

Diperkirakan 120.000 orang diyakini ditahan di seluruh Korea Utara. Rezim Kim menyangkal pelanggaran hak asasi manusia di dalam kamp dan hanya mengakui fasilitas semacam itu ada pada 2014.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejam! Tentara Korut Bunuh Pejabat Korsel Lalu Mayatnya Dibakar

Kejam! Tentara Korut Bunuh Pejabat Korsel Lalu Mayatnya Dibakar

News | Jum'at, 25 September 2020 | 06:50 WIB

Berlayar di Perbatasan, Pejabat Korsel Ditembak Mati Militer Korut

Berlayar di Perbatasan, Pejabat Korsel Ditembak Mati Militer Korut

News | Kamis, 24 September 2020 | 12:05 WIB

Ngakak! Adik Suka K-Pop, Hadiah Kue Ulang Tahunnya Bikin Syok

Ngakak! Adik Suka K-Pop, Hadiah Kue Ulang Tahunnya Bikin Syok

News | Rabu, 23 September 2020 | 12:07 WIB

Fotonya Dirusak, Kim Jong Un Ngamuk dan Pelakunya Terancam Dihukum Berat

Fotonya Dirusak, Kim Jong Un Ngamuk dan Pelakunya Terancam Dihukum Berat

News | Selasa, 22 September 2020 | 06:02 WIB

Donald Trump Klaim Kim Jong Un Bunuh Pamannya Sendiri Secara Brutal

Donald Trump Klaim Kim Jong Un Bunuh Pamannya Sendiri Secara Brutal

News | Kamis, 10 September 2020 | 22:16 WIB

Kim Jong Un Desak Pembangunan Kembali Wilayah Terdampak Topan Maysak

Kim Jong Un Desak Pembangunan Kembali Wilayah Terdampak Topan Maysak

News | Kamis, 10 September 2020 | 05:25 WIB

Terkini

Promo Belanja di Yomart, Ada Diskon Spesial dari BRI

Promo Belanja di Yomart, Ada Diskon Spesial dari BRI

Bri | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Investasi Bertebar Promo Hanya di BRImo

Investasi Bertebar Promo Hanya di BRImo

Bri | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:37 WIB

5 Trik Pakai Sunscreen Sesuai Arahan Dokter agar Flek Hitam Pudar dan Wajah Glowing

5 Trik Pakai Sunscreen Sesuai Arahan Dokter agar Flek Hitam Pudar dan Wajah Glowing

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:35 WIB

5 Zodiak yang Paling Suka Ghosting dan Tiba-Tiba Hilang Tanpa Kabar

5 Zodiak yang Paling Suka Ghosting dan Tiba-Tiba Hilang Tanpa Kabar

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan

Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api

Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Zulhas Goda Kepala BGN Sudaryono: Belum Sebulan Menjabat Sudah Turun Berapa Kilo?

Zulhas Goda Kepala BGN Sudaryono: Belum Sebulan Menjabat Sudah Turun Berapa Kilo?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen

Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya

Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara

Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:00 WIB

×