Habitat Tergusur, Tawuran Antar Geng Monyet Tewaskan Tujuh Manusia

Senin, 12 Oktober 2020 | 17:44 WIB
Habitat Tergusur, Tawuran Antar Geng Monyet Tewaskan Tujuh Manusia
Ilustrasi monyet. (Pixabay/seth0s)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sepanjang 2002 hingga 2018, negara di Asia Selatan ini telah kehilangan 310.624 hektar hutan akibat deforestasi dan industrialisasi.

Pusat penelitian primata yang dikelola pemerintah mengatakan, lebih dari 1.000 kasus gigitan monyet dilaporkan setiap hari di kota-kota India.

Sejak 2015, setidaknya adanya 13 kematian yang disebabkan oleh serangan monyet yang memiliki populasi lebih dari 50 juta di negara tersebut.

Bergantung pada skala dan sifat kerusakan, pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk meredam permasalahan ini dengan merelokasi monyet ke suaka margasatwa atau ke hutan negara bagian lain.

Kepercayaan mempengaruhi cara masyarakat memperlakukan monyet. Sejumlah pihak masih menghormati primata ini karena ia lekat dengan dewa Hanuman (Bajrangbali), yang populer dalam mitologi Hindu.

"Orang-orang memanggil saya untuk memindahkan monyet di perkotaan, tapi saya tak tahan melihat mereka dikurung. Bagaimanapun, mereka adalah tuan kami Bajrangbali," kata Ravi Kumar, penangkap monyet.

Peneliti botani asal Delhi, Yogesh Gokhale, menyebut meski ada ancaman serangan monyet serius, tapi para warga terus memberi hewan ini makan lantaran memandang mereka sebagai simbol agama.

Kendati demikian, ada juga warga yang menganggap hewan ini sebagai hama sehingga boleh untuk dibunuh atau dimusnahkan, seperti masyarakat negara bagian Himachal Pradesh dan Uttarakhand.

Kepala Petugas Advokasi PETA India, Khushboo Gupta, mengatakan peran badan sipil lokal sangat penting dalam mengurai konflik manusia-hewan, menggarisbawahi pengolahan sampah.

Baca Juga: Seorang Gadis Hamil 4 Bulan, Terungkap Hasil Nafsu Bejat 3 Sepupu

“Solusinya terletak pada perencanaan kota termasuk perlindungan hutan, menutup tempat sampah dan pengumpulan sampah secara teratur," beber Gupta.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI