Tekan Anti-Semit, Facebook Larang Konten Penolakan Holocaust

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Selasa, 13 Oktober 2020 | 13:32 WIB
Tekan Anti-Semit, Facebook Larang Konten Penolakan Holocaust
Holocaust Memorial (Pixabay/Kalahari)

Suara.com - Facebook secara resmi telah melarang konten penolakan atau penyangkalan Holocaust, tragedi genosida jutaan orang Yahudi selama Perang Dunia II.

Menyadur BBC, Selasa (13/10/2020), kebijakan baru ini menyusul larangan konten anti-semit yang telah diberlakukan sejak awal tahun ini.

Secara eksplisit, platform media sosial ini menyatakan melarang konten apa pun yang menyangkal atau mendistorsi Holocaust.

Keputusan ini menandai perubahan pemikiran Mark Zuckerberg terkait unggahan anti-semit, yang dua tahun lalu masih belum ia larang.

Menurut Zuckerberg, aturan baru ini adalah jalan pintas yang paling tepat merespon adanya fenomena penolakan Holocaust yang semakin meluas.

Ilustrasi Facebook. [Kon Karampelas/Unsplash]
Ilustrasi Facebook. [Kon Karampelas/Unsplash]

Dulunya, bos Facebook ini tak ingin serta-merta menghapus konten distorsi Holocaust, meski ia Yahudi, lantaran orang bisa saja tak sengaja melakukan kesalahan.

Kendati demikian, dua tahun sejak ia mengungkapkan pendapatnya, Zuckerberg pada Senin (12/10) menyebut dirinya telah berubah pikiran, dan Facebook mengubah kebijakannya.

"Pemikiran saya sendiri telah berkembang karena saya telah melihat data yang menunjukkan peningkatan kekerasan anti-semit, sepeti halnya kebijakan kami yang lebih luas tentang ujaran kebencian," tulisnya di unggahan Facebook publik.

"Menarik garis yang tepat antara ucapan yang dapat diterima dan yang tidak tidaklah mudah, tetapi dengan keadaan dunia saat ini, saya yakin ini adalah keseimbangan yang tepat," imbuhnya.

baca juga

Awal tahun ini, Facebook melarang ujaran kebencian terkait stereotip berbahaya, termasuk konten anti-Semit. Namun saat itu, penolakan Holocaust tidak dilarang.

Wakil kepala kebijakan konten Facebook, Monika Bickert, mengatakan larangan dibuat merespon meningkatnya anti-semitisme yang terdokumentasi dengan baik secara global.

"Serta tingkat ketidaktahuan yang mengkhawatirkan tentang Holocaust, terutama di kalangan anak muda," kata Bickert.

Bickert menyebut, setiap orang yang mencari informasi terkait Holocaust atau penolakannya di Facebook, perusahaan akan mengarahkan mereka ke informasi yang kredibel. Langkah ini akan berjalan efektif mulai akhir tahun.

Kendati demikian, ia menggarisbawahi bahwa perubahan yang akan terjadi dalam semalam. Pihaknya membutuhkan waktu untuk mengedukasi karyawan maupun sistem.

Kongres Yahudi Dunia, yang telah berunding dengan Facebook terkair anti semit, menyambut baik kebijakan baru ini.

"Menyangkal Holocaust, meremehkannya, meminimalkannya, adalah alat yang digunakan untuk menyebarkan kebencian dan konspirasi palsu tentang Yahudi dan kelompok minoritas lainnya," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Camat di Musi Rawas Dilaporkan Karena Like Status Facebook Petahana

Camat di Musi Rawas Dilaporkan Karena Like Status Facebook Petahana

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2020 | 14:27 WIB

Facebook: Semakin Aman dan Sederhana Sebuah Konten, Semakin Diminati Publik

Facebook: Semakin Aman dan Sederhana Sebuah Konten, Semakin Diminati Publik

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2020 | 14:36 WIB

Wow! Facebook Larang Foto Bawang karena Terlalu Seksi

Wow! Facebook Larang Foto Bawang karena Terlalu Seksi

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2020 | 10:00 WIB

Terkini

Raja Yordania Buru Pembantai Jemaat Gereja Karak, Janji Tindak Tegas

Raja Yordania Buru Pembantai Jemaat Gereja Karak, Janji Tindak Tegas

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pakar: Cegah Karhutla, Jangan Hanya Andalkan Sanksi Hukum

Pakar: Cegah Karhutla, Jangan Hanya Andalkan Sanksi Hukum

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Operasi Patuh 2026 Mulai Jam Berapa? Ini 11 Pelanggaran yang Diincar

Operasi Patuh 2026 Mulai Jam Berapa? Ini 11 Pelanggaran yang Diincar

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:10 WIB

IHSG Bebas Jual-Beli! BEI Resmi Cabut Aturan Suspend Saham, Begini Skema Barunya

IHSG Bebas Jual-Beli! BEI Resmi Cabut Aturan Suspend Saham, Begini Skema Barunya

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:10 WIB

BEI Langsung Tandai Saham yang Terindikasi Gorengan, Rekening Efek Bisa Diblokir

BEI Langsung Tandai Saham yang Terindikasi Gorengan, Rekening Efek Bisa Diblokir

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Bareskrim Turun Tangan Usut Karhutla di Kaltim dan Kalteng

Bareskrim Turun Tangan Usut Karhutla di Kaltim dan Kalteng

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis

Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis

Jatim | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Kenapa Hari Sumpah Pemuda Tidak Tanggal Merah? Cek Penjelasan Resmi Aturannya

Kenapa Hari Sumpah Pemuda Tidak Tanggal Merah? Cek Penjelasan Resmi Aturannya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Harga iPhone 13 Terbaru Resmi dan Bekas di Pasaran: Masih Jadi Primadona, Banderol Masuk Akal

Harga iPhone 13 Terbaru Resmi dan Bekas di Pasaran: Masih Jadi Primadona, Banderol Masuk Akal

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Konstruksi Stadion Untia Makassar Berkapasitas 15.000 Penonton Dimulai Awal 2027

Konstruksi Stadion Untia Makassar Berkapasitas 15.000 Penonton Dimulai Awal 2027

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:02 WIB

×