Indonesia dan Vietnam, Tujuan Lawatan Perdana PM Jepang Yoshihide Suga

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Jum'at, 16 Oktober 2020 | 14:44 WIB
Indonesia dan Vietnam, Tujuan Lawatan Perdana PM Jepang Yoshihide Suga
Dokumentasi - Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga saat mengadakan konferensi pers di kediaman resmi Perdana Menteri Shinzo Abe di Tokyo, Jepang, Senin (29/5/2017). ANTARA/REUTERS/Toru Hanai/am

Suara.com - Perdana Menteri Jepang yang baru akan melakukan lawatan perdananya ke Indonesia dan Vietnam dengan tujuan meningkatkan hubungan keamanan.

Seperti diwartakan Channel News Asia, Perdana Menteri Yoshihide Suga akan mengikuti jejak pendahulu Shinzo Abe dengan menjadikan Indonesia dan Vietnam sebagai tujuan perjalanan luar negeri pertamanya sejak menjabat pada bulan September.

"Saya pikir penting untuk menunjukkan ... kami lebih menekankan dan mementingkan wilayah itu dan kami tertarik pada situasi keamanan, terutama di Laut China Selatan," kata Kunihiko Miyake, penasehat khusus Yoshihide Suga.

Suga diperkirakan akan mengunjungi Vietnam, ketua 10 negara anggota ASEAN, dan Indonesia dalam perjalanan empat hari mulai Minggu.

Jepang harus menyeimbangkan hubungan ekonomi dan masalah keamanan dengan China, termasuk dorongan Beijing untuk menegaskan klaim atas pulau-pulau Laut China Timur yang disengketakan.

Old Quarter, train street di Hanoi, Vietnam. (Instagram/@brbfr)
Old Quarter, train street di Hanoi, Vietnam. (Instagram/@brbfr)

Abe mengawasi peningkatan hubungan tersebut, namun beberapa anggota parlemen partai yang berkuasa menginginkan sikap yang lebih tegas.

Anggota ASEAN, banyak di antaranya memiliki perselisihan teritorial dengan China di perairan Laut China Selatan, berhati-hati dalam mengasingkan mitra ekonomi besar dan enggan untuk terjebak dalam konfrontasi yang intens antara Amerika Serikat dan China.

Scott Harold, direktur asosiasi Rand Corporation's Center for Asia-Pacific Policy, mengatakan pendekatan Jepang adalah dengan tegas, tenang dan memajukan kepentingannya tanpa meminta negara-negara untuk secara eksplisit melawan China.

Meningkatkan kerja sama pertahanan akan menjadi "poin kunci" dari perjalanan Suga ke Vietnam menyusul kunjungan tiga kapal Jepang pekan lalu ke pangkalan angkatan laut negara Cam Ranh, Vietnam kata Ha Hoang Hop dari ISEAS-Yusof Ishak Institute yang berbasis di Singapura.

China mengklaim sebagian besar zona ekonomi eksklusif Vietnam serta Kepulauan Paracel dan Spratly sementara Indonesia dibuat jengkel oleh intrusi penjaga pantai China ke zona ekonomi eksklusifnya di lepas Kepulauan Natuna.

Menurut laporan surat kabar Nikkei, Jepang berencana untuk menandatangani perjanjian dengan Vietnam untuk mengizinkan ekspor peralatan dan teknologi pertahanan ke negara itu.

Seorang pejabat mengatakan Jepang sedang berbicara peningkatan kerja sama pertahanan dengan Hanoi dan Jakarta tetapi tidak dapat mengomentari hasilnya.

Lawatan Suga dilakukan setelah pertemuan kelompok informal "Quad" yang beranggotakan India, Australia, Jepang, dan AS di Tokyo minggu lalu, yang dianggap oleh Washington sebagai benteng melawan China.

Beijing mengecam kelompok Quad tersebut sebagai "mini-NATO" yang dimaksudkan untuk menahan China.

Alat bawah laut China ditemukan di Indonesia sepanjang dua meter. (Foto: Polres Bintan / via BBC)
Alat bawah laut China ditemukan di Indonesia sepanjang dua meter. (Foto: Polres Bintan / via BBC)

Hop mengatakan Vietnam dapat mendukung Quad karena kelompok tersebut menjadi lebih inklusif dan Beijing menjadi sangat agresif di Laut Cina Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resep Ekkado Hokben ala William Gozali, Gampang Banget!

Resep Ekkado Hokben ala William Gozali, Gampang Banget!

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2020 | 12:51 WIB

Ubi Ungu Jadi Camilan Favorit Saat Musim Gugur di Jepang

Ubi Ungu Jadi Camilan Favorit Saat Musim Gugur di Jepang

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2020 | 06:22 WIB

7 Kota Terbaik di Jepang untuk Tempat Tinggal

7 Kota Terbaik di Jepang untuk Tempat Tinggal

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2020 | 06:52 WIB

Terkini

Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?

Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:46 WIB

Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen  Green SM Buntut Kecelakaan KRL

Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen Green SM Buntut Kecelakaan KRL

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:39 WIB

Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK

Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:25 WIB

11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi

11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:21 WIB

Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih

Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:11 WIB

Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur

Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:10 WIB

Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi

Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 20:57 WIB

Usulan Aula Dansa Donald Trump Picu Perdebatan di Kongres AS soal Anggaran

Usulan Aula Dansa Donald Trump Picu Perdebatan di Kongres AS soal Anggaran

News | Selasa, 28 April 2026 | 20:56 WIB

Tangis Keluarga Pecah Saat 10 Jenazah Korban Kecelakaan KRL Dipulangkan dari RS Polri

Tangis Keluarga Pecah Saat 10 Jenazah Korban Kecelakaan KRL Dipulangkan dari RS Polri

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:37 WIB

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, BPOM: Bukti Penting Penyempurnaan Kebijakan Pangan Sehat

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, BPOM: Bukti Penting Penyempurnaan Kebijakan Pangan Sehat

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:31 WIB