Dulu Penuh Sampah, Sungai Ini Kini Disulap Jadi Habitat Ikan Berair Jernih

Siswanto, BBC

Jum'at, 16 Oktober 2020 | 15:13 WIB
Dulu Penuh Sampah, Sungai Ini Kini Disulap Jadi Habitat Ikan Berair Jernih
Sungai bersih [BBC]

Suara.com - Saluran irigasi yang tadinya penuh sampah di sebuah kampung di Yogyakarta telah disulap menjadi habitat ikan dengan air jernih. Tidak hanya lingkungan yang berubah, tapi juga perilaku warga desa.

Keriuhan sejumlah bocah yang asyik memberi makan ikan-ikan, membahana di salah satu ruas saluran irigasi Kampung Mrican, Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakara.

Ditemani orang tuanya, anak-anak itu melemparkan pelet ke air jernih yang langsung disambut dengan lahap oleh ikan-ikan koi dan nila berukuran besar.

Saluran irigasi itu bernama Bendhung Lepen, destinasi wisata baru yang menjadi buah bibir di Kota Yogyakarta.

Dedi Setiawan (36), adalah salah satu yang penasaran. Dia mengajak istrinya serta kedua anak mereka untuk bertamasya, awal Oktober 2020.

Selain memberi makan ikan dan sesekali mencelupkan kaki ke air yang penuh dengan ikan, mereka bisa naik perahu yang disewakan warga.

"Tempatnya benar-benar enak untuk liburan keluarga. Penerapan protokol kesehatannya juga bagus. Ada tempat cuci tangannya dan sabun. Di area sini banyak [pengunjung] yang memakai masker. Aman untuk keluarga," kata Dedi kepada Furqon Ulya Himawan, wartawan di Yogyakarta yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Dulu tempat kumuh dan kotor

Tak banyak pengunjung yang tahu bahwa Bendhung Lepen dulunya tempat yang kumuh. Lokasi yang sekarang menjadi taman, dulunya adalah kandang hewan.

Aliran airnya irigasi juga kotor dan sering tersumbat karena banyak sampah. Tak jarang warga yang mengeluh bau tak sedap menguar dari sana.

baca juga

Akan tetapi para pemuda Kampung Mrican punya ide cemerlang.

Pada awal 2019, sejumlah pemuda bergotong royong membersihkan saluran irigasi. Mereka mengangkut sampah yang menyumbat dan lumpur yang mengendap. Sedemikian lamanya tak pernah dibersihkan, sedimentasi endapan lumpur mencapai setengah meter.

Selang tiga bulan kemudian, setelah saluran irigasi bersih dari sampah dan lumpur, para pemuda menempatkan sekat di kedua ujung aliran air kemudian melepaskan beragam ikan.

"Maret kita lepas ikan, sekitar 1,4 kuintal. Macam-macam, ada koi dan nila. Kita gotong royonglah, kita mau bangun kampung ini biar makin bersih, saluran irigasi bersih, dipandang dari luar juga enak," kata Muhammad Nuris (25), ketua pemuda Kampung Mrican.

Disebut 'kurang kerjaan'

Upaya para pemuda sempat tidak mendapat dukungan penuh warga. Tak sedikit yang menganggap apa yang dilakukan para pemuda sia-sia belaka.

"Kita dulu dibilang orang yang kurang kerjaan sampai mau-maunya bersihin saluran irigasi yang kotor dan penuh sampah begitu," kenang Nuris.

Menurut Suradianto, pemuda kampung Mrican yang sejak awal ikut membersihkan saluran irigasi dari sampah dan lumpur, sangat sulit mengubah perilaku warga.

"Sampai ada yang omong, 'Itu ngapain kalian, kayak nggak ada kerjain lain saja'," kenang Suradianto pada masa awal membersihkan saluran irigasi.

Namun, tanpa banyak bicara, kerja keras menghasilkan lingkungan indah dan populasi ikan yang melimpah.

Panen ikan dua ton

Beberapa bulan setelah melepaskan ikan, para pemuda mulai mendulang hasilnya.

Saat panen pertama, sebanyak delapan kuintal ikan bisa dikumpulkan. Kemudian pada panen kedua, September lalu, lebih dari dua ton ikan berhasil dijual.

Para pemuda juga mendulang rupiah dari menjual pelet pakan ikan serta fasilitas memancing kepada pengunjung.

Seluruh penjualan mereka bagikan ke tempat ibadah dan panti jompo.

"Sebagiannya untuk kebutuhan operasional Bendhung Lepen," kata Suradianto yang sekarang menjadi koordiantor urusan perikanan di Bendhung Lepen.

Semua pencapaian ini tak hanya membuat lingkungan berubah, perilaku warga pun berganti. Mereka yang awalnya mencibir kini memuji dan turut menjaga lingkungan.

"Yang dulunya sering membuang sampah di irigasi, sekarang sadar dan membuang sampah pada tempatnya. Yang dulu cuek sekarang ikut bersih-bersih sampah di sini," kata Suradianto.

Tak ada aturan tertulis dilarang membuang sampah ke irigasi. Hanya saja kesadaran warga Mrican sudah terbentuk.

"Aturan wajib [menjaga kebersihan irigasi] belum ada. Cuma kesadaran mereka saja. Kesadaran mereka sudah tumbuh untuk tidak membuang sampah sembarangan. Tidak seperti dulu," kata Suradianto.

Takjub melihat perubahan

Tak sedikit yang takjub pada perubahan yang terjadi di Kampung Mrican. Salah satunya adalah Temu Asih. Perempuan 58 tahun ini mengaku sempat pesimistis dengan upaya para pemuda.

"Dulu nggak percaya, mau berapa tahun membersihkan seperti itu? Tapi tahu-tahu kok sudah bersih," kata Temu.

Sekarang dia tak cuma bisa menikmati lingkungan yang bersih dan indah, tapi juga merasakaan manfaat ekonominya mengingat Bendhung Lepen telah menjadi destinasi wisata di Kota Yogyakarta.

"Saya ikut jualan. Terima kasih banget kepada Allah, dan warga Mrican yang sudah bersihkan," imbuhnya.

Ke depan, pemuda Kampung Mrican akan menambah pembatas di saluran irigasi untuk melepasliarkan ikan.

Sekarang hanya sekitar 50 meter yang ada ikannya. Suradianto sudah mengukur, panjang saluran irigasi yang melintasi kampungnya sekitar 1 km, dan masih ada saluran irigasi yang bisa dimanfaatkan untuk melepasliarkan ikan.

"Kami ingin memperpanjang untuk melepaskan ikan, agar terawat dan bermanfaat," katanya.

Terawatnya aliran irigasi dari Sungai Gajah Wong membuat anak-anak Kampung Mrican sekarang sering menggunakannya untuk mandi. Mereka terlihat senang dan mandi ramai-ramai. Kata Suradianto, sebelum dibersihkan, tak ada yang mau mandi karena kotor penuh sampah dan bau.

Bagi Suradianto, meski sulit mengubah perilaku masyarakat, tapi kalau mau berusaha dan membuktikannya maka tak ada yang mustahil.

"Dulu mungkin melihatnya impossible, tapi ternyata possible. Dan setelah bersih malah banyak pengunjung yang datang, berkah," kata Suradianto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemarau Panjang Bikin Waduk Gembong Makin Mengering

Kemarau Panjang Bikin Waduk Gembong Makin Mengering

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 08:00 WIB

1.354 Hektare Sawah Bekasi Dilanda Kekeringan

1.354 Hektare Sawah Bekasi Dilanda Kekeringan

Foto | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Aceh Pacu Pemulihan Lahan Pertanian, Serapan Anggaran Tembus Rp231 Miliar

Aceh Pacu Pemulihan Lahan Pertanian, Serapan Anggaran Tembus Rp231 Miliar

Foto | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:00 WIB

Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Proyek Rp1,4 Triliun untuk Pangan dan Air Baku

Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Proyek Rp1,4 Triliun untuk Pangan dan Air Baku

Foto | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:04 WIB

Kisah Mbah Tiwi: Tubuh Bungkuk di Balik Asap Tungku Arang, Jemput Rezeki Terhormat di Usia 76 Tahun

Kisah Mbah Tiwi: Tubuh Bungkuk di Balik Asap Tungku Arang, Jemput Rezeki Terhormat di Usia 76 Tahun

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:54 WIB

Kesiapan Air Irigasi Menyambut El Nino Godzilla, Optimalisasi Waduk hingga Modifikasi Cuaca

Kesiapan Air Irigasi Menyambut El Nino Godzilla, Optimalisasi Waduk hingga Modifikasi Cuaca

News | Selasa, 07 April 2026 | 14:36 WIB

Pemkot Yogyakarta Batasi BBM Kendaraan Dinas, Sleman Tetap WFO dan Tolak WFH

Pemkot Yogyakarta Batasi BBM Kendaraan Dinas, Sleman Tetap WFO dan Tolak WFH

News | Rabu, 01 April 2026 | 17:30 WIB

Irigasi 125 Meter di Namo Rambe Longsor, Yasonna Laoly Soroti Minimnya Anggaran Pemeliharaan

Irigasi 125 Meter di Namo Rambe Longsor, Yasonna Laoly Soroti Minimnya Anggaran Pemeliharaan

News | Senin, 02 Maret 2026 | 16:05 WIB

Setahun Usai Dibersihkan, Sungai Citarum Kembali Dipenuhi Sampah

Setahun Usai Dibersihkan, Sungai Citarum Kembali Dipenuhi Sampah

Foto | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:46 WIB

Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye

Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 20:21 WIB

Terkini

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

×