Presenter TV Mirip Kim Kardashian Diusir dari Kuwait

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Presenter TV Mirip Kim Kardashian Diusir dari Kuwait
Sazdel dideportasi dari Kuwait karena diduga melanggar aturan moral.[Instagram]

Seorang presenter TV dideportasi setelah dianggap melanggar hukum moral.

Suara.com - Seorang presenter TV asal Lebanon dideportasi oleh Pemerintah Kuwait setelah dianggapp melanggar hukum moral publik.

Menyadur Times Kuwait, Rabu (21/10/2020) seorang presenter TV bernama Sazdel, dideportasi dari negara itu karena memposting klip video dan gambar online yang dianggap tidak bermoral dan melanggar hukum moralitas publik.

Sazdel telah tinggal di Kuwait selama 10 tahun. Kementerian Dalam Negeri mencatat bahwa keputusan untuk mendeportasi sang presenter dari negara itu merupakan kepentingan publik.

Menurut laporan Al Qabas, Sazdel menjalani prosedur deportasi sebelum dipaksa pergi dengan tiket penerbangan menuju Beirut.

Baca Juga: Kasus Bunuh Diri di Kuwait Melonjak Selama Pandemi, Didominasi Ekspatriat

Presenter berusia 42 tahun tersebut mengatakan dia akan kembali ke Kuwait meskipun ada perintah deportasi karena dia menikah dengan seorang pria berkebangsaan Kuwait, harian Al Rai melaporkan.

"Apa yang terjadi pada saya dan keputusan deportasi Kementerian Dalam Negeri akan hilang begitu saya menunjukkan kontrak pernikahan saya dengan seorang Kuwait," buka Sazdel.

"Dia sekarang sedang bepergian ke luar negeri. Ketika dia kembali, saya akan menunjukkannya [kontrak] dan kembali ke Kuwait karena suami saya adalah seorang Kuwait dan mereka tidak memiliki hak untuk mendeportasi saya." sambungnya.

Sazdel menjelaskan bahwa sebelumnya ia sudah menandatangi perjanji untuk tidak mengenakan pakaian ketat dan mengambil foto di Snapchat.

"Setelah itu, seorang karyawan di Kementerian Dalam Negeri menelepon saya Kamis lalu, memberi tahu saya bahwa saya harus hadir, kemudian dia menelepon saya lagi pada hari Jumat, dan meminta kehadiran saya. Saya pergi dengan pengacara saya untuk segera menyimpulkan masalah ini." jelas Sazdel.

Baca Juga: Tahap The New Normal, Kegiatan Bisnis Otomotif di Kuwait Buka Kembali

Ternyata pihak Kementerian memanggil Sazdel untuk melakukan penangkapan dan memerintahkannya untuk pulang ke negaranya.

Komentar