DPR Sebut Pemerintahan Jokowi Belum Prioritaskan Pendidikan

Dwi Bowo Raharjo | Stephanus Aranditio | Suara.com

Kamis, 22 Oktober 2020 | 11:19 WIB
DPR Sebut Pemerintahan Jokowi Belum Prioritaskan Pendidikan
Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan pers terkait Undang-Undang Cipta Kerja di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 9 Oktober 2020 / Foto : Sekretariat Presiden

Suara.com - Komisi X DPR RI menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin belum menunjukkan kinerja yang baik dalam bidang pendidikan Indonesia.

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menyebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang ditunjuk Jokowi belum menunjukkan perubahan yang berarti, terlebih karena dihantam pandemi Covid-19.

“Kami menilai belum banyak perubahan yang dilakukan Kemendikbud di bawah komando Menteri Nadiem Makarim selama satu tahun terakhir. Mas Menteri dan jajarannya tampaknya masih berjibaku mengatasi dampak Covid-19 di bidang Pendidikan yang memang memunculkan banyak persoalan,” kata Syaiful Huda, Kamis (22/10/2020).

Program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang dijagokan Nadiem sangat tersendat dengan adanya pandemi Covid-19.

“Namun program ini sepertinya belum sempat diterjemahkan secara regulatif di tataran impelementasi karena pandemic Covid-19,” ujarnya.

Menurut Huda, keputusan Kemendikbud mempercepat penghapusan UN ke tahun ini dilakukan semata karena kondisi darurat Covid-19, bukan atas sebuah rencana yang tersusun rapi.

“Buktinya asesmen kompetensi minimum dan survey karakter sebagai alat ukur baru pengganti UN belum dilakukan oleh Kemendikbud,” katanya.

Kemudian pelaksanaan zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang lebih fleksibel ternyata belum terimplementasi baik di lapangan karena memicu protes dari orang tua.

Perbedaan tafsir terhadap Permendikbud Nomor 44/2019 tentang PPDB oleh beberapa Pemerintah Provinsi (Pemprov) menjadi salah satu penyebabnya.

DPR juga menilai mitigasi dampak Covid-19 yang dilakukan Kemendikbud kurang sigap, karena lamban dalam merilis kurikulum adaptif saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang berimbas pada beban siswa dan orang tua saat PJJ.

“Harusnya sejak dari awal harus diantisipasi jika social distancing saat pandemic Covid-19 mengharuskan siswa belajar dari rumah. Oleh karena itu harus ada penyesuaian beban kurikulum, tapi ternyata kurikulum adaptif itu baru dirilis pertengahan Agustus atau hampir enam bulan setelah kasus Covid-19 merebak,” katanya.

Kendati demikian, Huda memberikan apresiasi terhadap politik anggaran Kemendikbud yang merespons dampak krisis ekonomi di bidang Pendidikan, seperti relaksasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Untuk Pendidikan tinggi, kata Huda Kemendikbud juga memberikan relaksasi pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa PTN terdampak pandemi dengan menyiapkan anggaran Rp 1 triliun untuk 400.000 bantuan UKT mahasiswa.

Kemendikbud juga mengalokasikan anggaran hingga hampir Rp7 triliun untuk bantuan pembelian pulsa internet bagi peserta didik dan tenaga pengajar mulai dari PAUD hingga Perguruan Tinggi.

“Menurut kami kegaduhan-kegaduhan yang muncul akibat kurang bagusnya Kemendikbud dalam mengelola komunikasi mereka. Oleh karena itu kedepan kami meminta agar hal tersebut bisa diperbaiki," pungkas Huda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beri Jokowi Nilai A Minus, 5 Satire Pedas Rocky Gerung di Mata Najwa

Beri Jokowi Nilai A Minus, 5 Satire Pedas Rocky Gerung di Mata Najwa

Jogja | Kamis, 22 Oktober 2020 | 11:15 WIB

Saran Buat Denny dan Ruhut yang Sering Jadi Pahlawan Saat Jokowi Dikritik

Saran Buat Denny dan Ruhut yang Sering Jadi Pahlawan Saat Jokowi Dikritik

News | Kamis, 22 Oktober 2020 | 10:58 WIB

Istana Mau Digeruduk Ribuan Buruh, Jokowi Sejak Pagi Terbang Keluar Jakarta

Istana Mau Digeruduk Ribuan Buruh, Jokowi Sejak Pagi Terbang Keluar Jakarta

News | Kamis, 22 Oktober 2020 | 10:48 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Gula Terbesar di Indonesia

Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Gula Terbesar di Indonesia

Sulsel | Kamis, 22 Oktober 2020 | 10:43 WIB

Presiden Jokowi Akan Resmikan Pabrik Gula dan Jembatan Teluk Kendari

Presiden Jokowi Akan Resmikan Pabrik Gula dan Jembatan Teluk Kendari

Sulsel | Kamis, 22 Oktober 2020 | 10:24 WIB

Terkini

Prabowo: Nelayan Sulit Dapat Es Batu Apalagi Solar, Kami Buatkan SPBU Khusus Mereka

Prabowo: Nelayan Sulit Dapat Es Batu Apalagi Solar, Kami Buatkan SPBU Khusus Mereka

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:30 WIB

Enaknya Jadi Keluarga Presiden: Dapat Kekebalan Audit Pajak, Demokrat Tuduh Ada Korupsi

Enaknya Jadi Keluarga Presiden: Dapat Kekebalan Audit Pajak, Demokrat Tuduh Ada Korupsi

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:26 WIB

Dihadiri Prabowo, Puan: Rapat Paripurna Hari Ini Sangat Spesial

Dihadiri Prabowo, Puan: Rapat Paripurna Hari Ini Sangat Spesial

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:22 WIB

Usai Bertemu Trump, Xi Jinping Langsung Gelar Pertemuan Strategis dengan Putin

Usai Bertemu Trump, Xi Jinping Langsung Gelar Pertemuan Strategis dengan Putin

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:18 WIB

Jelang Tahun Ajaran Baru, Mensos Gus Ipul: Perkuat Tata Kelola Sekolah Rakyat

Jelang Tahun Ajaran Baru, Mensos Gus Ipul: Perkuat Tata Kelola Sekolah Rakyat

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:14 WIB

Teror di Masjid San Diego, Aksi Heroik Marbot Menghadang Potensi Pembantaian Massal 2 Remaja

Teror di Masjid San Diego, Aksi Heroik Marbot Menghadang Potensi Pembantaian Massal 2 Remaja

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:14 WIB

Sidang Tuntutan Air Keras Andrie Yunus Ditunda, Dokter RSCM Dihadirkan sebagai Saksi

Sidang Tuntutan Air Keras Andrie Yunus Ditunda, Dokter RSCM Dihadirkan sebagai Saksi

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:13 WIB

Percepat Program Perumahan Rakyat, Mendagri Dukung Penuh Implementasi 0% BPHTB dan PBG bagi MBR

Percepat Program Perumahan Rakyat, Mendagri Dukung Penuh Implementasi 0% BPHTB dan PBG bagi MBR

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:10 WIB

Prabowo: Rakyat Tidak Bermimpi Hidup Kaya Raya, tapi Mimpi Bisa Hidup Layak

Prabowo: Rakyat Tidak Bermimpi Hidup Kaya Raya, tapi Mimpi Bisa Hidup Layak

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:10 WIB

Kerusakan Mata Andrie Yunus Bersifat Permanen, Dokter RSCM Sebut Keparahannya Capai Grade 3

Kerusakan Mata Andrie Yunus Bersifat Permanen, Dokter RSCM Sebut Keparahannya Capai Grade 3

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:09 WIB