Perawat dan Penghuni Panti Jompo di Jerman Bersiap Kemungkinan Lockdown

Siswanto, Deutsche Welle

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 16:59 WIB
Perawat dan Penghuni Panti Jompo di Jerman Bersiap Kemungkinan Lockdown
DW

Suara.com - Di awal pandemi corona, penghuni panti jompo di Jerman tidak diizinkan menerima pengunjung. Kesepian dan depresi, penghuni panti berharap lockdown tidak lagi terulang.

Pintu-pintu di panti perawatan lansia Lore-Malsch di kota München masih terbuka, keadaan ini ternyata mengejutkan bagi banyak pengunjung.

“Kami menerima banyak panggilan telepon saat ini, banyak sekali telepon,” ujar Jan Steinbach, direktur panti perawatan tersebut.

Pertanyaan yang paling umum diajukan anggota keluarga lansia ini adalah apa mereka bisa tetap mengunjungi orang kesayangan mereka di panti, meski jumlah kasus corona di Jerman kembali meningkat.

Masalah regulasi pengunjung memang benar-benar jadi dilema bagi panti jompo. Mengizinkan adanya kunjungan berarti meningkatkan risiko para penghuni, yang sudah berisiko tinggi akibat lanjutnya usia, untuk terinfeksi virus corona.

Namun, jika akses pengunjung ditolak, para penghuni di panti itu tidak bisa berjumpa kerabat yang mereka cintai, dan kesehatannya bisa memburuk sebagai dampak dari isolasi permanen.

Tidak ada keputusan yang sepenuhnya benar atau salah dalam hal ini. Selama fase pertama pandemi pada bulan Maret dan April 2020, sebagian besar pemerintah negara bagian di Jerman memutuskan untuk sama sekali menghentikan kunjungan ke panti lansia atau setidaknya membatasi kunjungan secara drastis.

“Pada gelombang pertama, fasilitas panti umumnya memiliki konsep dan peraturan tentang kebersihan. Tapi peraturan ini lebih mengarah pada kasus gelombang flu, bukan pandemi seperti yang kita alami,” ujar Bernd Tews, dari Asosiasi Penyedia Layanan Sosial Swasta (bpa) di Jerman, kepada DW.

“Sebagai konsekuensinya, situasi menjadi sulit dalam waktu yang sangat singkat; saat itu kami tidak punya masker, tidak ada disinfektan, dan tidak ada sarung tangan. Segala sesuatu yang diperlukan sebagai alat pelindung tidak tersedia dan tidak bisa dibeli di pasaran global.”

baca juga

Fasilitas perlindungan telah membaik

Pada awal tahun, saat infeksi corona baru dimulai di Jerman, bpa secara terbuka mengkritik kurangnya ketersediaan peralatan, tetapi situasi kini telah membaik.

Saat ini, fasilitas telah jauh lebih siap untuk menghadapi gelombang kedua pandemi, ujar Tews.

Selain itu, ada pula janji pelaksanaan tes antigen yang cepat, selama 20 menit, untuk menguji kesehatan para pengunjung.

Semua ini membuatnya yakin bahwa fasilitas rumah perawatan bisa terus menerima pengunjung.

Namun, ada dua pengecualian yakni jika terjadi wabah yang sangat serius di tingkat regional dan ditemukannya kasus corona di panti itu sendiri.

Di München, manajer rumah perawatan lansia Jan Steinbach juga harus mengubah aturan di panti Lore-Malsch ketika mereka terpaksa membatasi kunjungan secara drastis. Selain menyediakan opsi menelepon lewat video, rumah tersebut sekarang memiliki ruang pengunjung yang aman di mana pengunjung dan penghuni panti jompo dapat bertemu di tempat yang dipisahkan oleh panel plexiglas.

Pengunjung akan diminta mendisinfeksi tangan mereka di pintu masuk, dan suhu tubuh mereka diukur. Masker harus dipakai di seluruh gedung, termasuk di kamar pribadi - meskipun hal ini sulit diawasi oleh Steinbach dan timnya.

Steinbach juga menawarkan para staf untuk melakukan tes corona secara gratis setiap hari Senin untuk meyakinkan para karyawan, dan diri sendiri, terutama jika dia harus menyusun daftar tugas.

“Sekarang mulai masuk musim dingin, semua orang yang kedinginan dan pilek bisa saja khawatir bahwa itu bisa jadi corona,” kata Steinbach.

Batasi hanya dua pengunjung setiap hari Di kota Koblenz di negara bagian Rheinland-Pfälz, panti jompo asuhan Yayasan Caritas, St. Elisabeth, hanya mengizinkan kedatangan dua orang pengunjung dalam sehari, tidak lebih.

Pengunjung juga boleh berkumpul dan tinggal selama yang mereka mau. Jumlah pengunjung yang dibatasi maksimal dua orang per hari memang terkesan tidak terlalu banyak.

Tetapi direktur panti tersebut, Raphael Kloeppel, mengatakan bahwa dengan adanya 164 penghuni, rumah itu bisa dengan cepat dipadati pengunjung. Pembatasan pada Maret dan April membawa perubahan signifikan bagi warga.

Mereka menghabiskan sebagian besar hari di kamar mereka, hanya staf yang mengunjungi mereka. Aktivitas bersama para penghuni juga dibatasi. Makanan bersama hanya dipersiapkan bagi mereka yang tidak bisa makan sendirian di kamar.

Kemunduran fisik lansia selama masa isolasi

Kloeppel juga memperhatikan bahwa pada masa awal pandemi, beberapa penghuni panti masih memiliki semangat tinggi.

Para warga panti bahkan sempat bercanda bahwa mereka telah selamat dari perang, dan karena itu bertahan selama beberapa minggu di kamar tidur bukanlah masalah bagi mereka.

Tetapi Kloeppel juga memperhatikan bagaimana isolasi selama dua bulan telah menguras tenaga para penghuni.

“Yang mengejutkan saya adalah bahwa selama masa penguncian yang cukup lama sejumlah warga mengalami kemunduran secara fisik... Keberadaan yang agak pasif ini mempercepat proses penuaan bagi banyak orang,” ujar Kloeppel.

Baik di panti perawatan lansia di Koblenz, maupun di Münich, manajer Kloeppel dan Steinbach setuju bahwa tidak peduli peraturan pengunjung mana yang nantinya akan diambil, pengecualian harus selalu ada.

“Saya merasa marah ketika membaca di media bahwa banyak orang meninggal dalam kondisi kesepian di panti jompo, tanpa kesempatan bertemu kerabat mereka lagi,” ujar Steinbach.

“Bukan itu yang menjadi masalah di sini. Dalam fase paliatif, orang selalu diizinkan untuk datang, mereka selalu diizinkan masuk. Jika tidak, menurut saya itu tidak etis." (ae/yp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menitipkan Lansia di Daycare Bukan Berarti Membuang, Melainkan Merawat Kewarasannya

Menitipkan Lansia di Daycare Bukan Berarti Membuang, Melainkan Merawat Kewarasannya

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 09:15 WIB

Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Menggugat Stigma Panti Jompo dan Makna Berbakti

Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Menggugat Stigma Panti Jompo dan Makna Berbakti

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:05 WIB

Cerita dari Panti Jompo Mandalika, Para Lansia Berlebaran Tanpa Keluarga

Cerita dari Panti Jompo Mandalika, Para Lansia Berlebaran Tanpa Keluarga

Video | Rabu, 18 Maret 2026 | 13:20 WIB

Salip Film Pertama, Pemain Agak Laen Siap Mengabdi di Panti Jompo

Salip Film Pertama, Pemain Agak Laen Siap Mengabdi di Panti Jompo

Your Say | Minggu, 28 Desember 2025 | 16:15 WIB

Viral Lagi Empat Anak 'Buang' Ibu Kandung ke Panti Jompo: Jika Meninggal Tak Perlu Dikabari

Viral Lagi Empat Anak 'Buang' Ibu Kandung ke Panti Jompo: Jika Meninggal Tak Perlu Dikabari

Lifestyle | Kamis, 17 Juli 2025 | 20:15 WIB

Viral Dua Bersaudara Titipkan Ibu ke Panti Jompo, Setuju Tak Dikabari Jika Meninggal: Netizen Murka

Viral Dua Bersaudara Titipkan Ibu ke Panti Jompo, Setuju Tak Dikabari Jika Meninggal: Netizen Murka

Lifestyle | Minggu, 29 Juni 2025 | 17:33 WIB

Panutan! SMK Ini Bawa Siswa Study Tour ke Panti Jompo, Reaksi Lansia Bikin Haru

Panutan! SMK Ini Bawa Siswa Study Tour ke Panti Jompo, Reaksi Lansia Bikin Haru

Lifestyle | Jum'at, 20 Juni 2025 | 18:43 WIB

Kebakaran Hebat di Panti Jompo Spanyol, 10 Orang Tewas

Kebakaran Hebat di Panti Jompo Spanyol, 10 Orang Tewas

News | Jum'at, 15 November 2024 | 16:37 WIB

Capek Kerja, Wanita 38 Tahun 'Pensiun Dini' di Panti Jompo

Capek Kerja, Wanita 38 Tahun 'Pensiun Dini' di Panti Jompo

News | Minggu, 11 Agustus 2024 | 05:00 WIB

Mensos Risma Tak Setuju Konsep Panti Jompo, Padahal Ini 4 Keuntungannya Buat Lansia!

Mensos Risma Tak Setuju Konsep Panti Jompo, Padahal Ini 4 Keuntungannya Buat Lansia!

Lifestyle | Jum'at, 31 Mei 2024 | 10:53 WIB

Terkini

5 Sifat dan Karakter Utama Zodiak Leo Pria-Wanita, Punya Sisi Dominan yang Bikin Penasaran

5 Sifat dan Karakter Utama Zodiak Leo Pria-Wanita, Punya Sisi Dominan yang Bikin Penasaran

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 19:30 WIB

Belajar Melihat Dunia dari Perspektif Berbeda, Bekal Generasi Muda Menyambut Masa Depan

Belajar Melihat Dunia dari Perspektif Berbeda, Bekal Generasi Muda Menyambut Masa Depan

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 19:29 WIB

Menyelami Sensasi Sensori dan Ketegangan dalam Film 'Tuner'

Menyelami Sensasi Sensori dan Ketegangan dalam Film 'Tuner'

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 19:25 WIB

Dana IPO Superbank Rp1,4 T Masih Menganggur

Dana IPO Superbank Rp1,4 T Masih Menganggur

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 19:22 WIB

Motor Mungil Harga Rp84,5 Juta: Mengungkap Pesona Honda ST125 Dax yang Bikin 'Sultan' Rela Antre

Motor Mungil Harga Rp84,5 Juta: Mengungkap Pesona Honda ST125 Dax yang Bikin 'Sultan' Rela Antre

Otomotif | Sabtu, 05 September 2026 | 19:05 WIB

Belum Juga Debut Mees Hilgers Bikin Pelatih SC Heerenveen Kecewa Berat

Belum Juga Debut Mees Hilgers Bikin Pelatih SC Heerenveen Kecewa Berat

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 19:05 WIB

Pakar UMY Kritik Keras Penanganan Karhutla: Memidana 400 Orang Tak Bakal Buat Jera

Pakar UMY Kritik Keras Penanganan Karhutla: Memidana 400 Orang Tak Bakal Buat Jera

News | Sabtu, 05 September 2026 | 19:00 WIB

Drama di Way Halim: Tandukan Allano Gagalkan Kemenangan Bajul Ijo di Laga Pembuka

Drama di Way Halim: Tandukan Allano Gagalkan Kemenangan Bajul Ijo di Laga Pembuka

Lampung | Sabtu, 05 September 2026 | 18:59 WIB

Anggaran Cegah Karhutla Seret, Pemerintah Baru Bisa Bergerak Saat Api Membesar

Anggaran Cegah Karhutla Seret, Pemerintah Baru Bisa Bergerak Saat Api Membesar

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 18:56 WIB

Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Sandang Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta

Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Sandang Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 18:51 WIB

×