50 Kasus Serangan Seksual Per Minggu di Panti Jompo Australia: Memalukan

Siswanto | BBC | Suara.com

Jum'at, 23 Oktober 2020 | 13:34 WIB
50 Kasus Serangan Seksual Per Minggu di Panti Jompo Australia: Memalukan
BBC

Suara.com - Serangan seksual diperkirakan terjadi sekitar 50 setiap minggu di panti jompo di seputar Australia, menurut penyelidikan nasional.

Sejak 2018, Komisi Penyelidikan Kualitas dan Keselamatan - yang khusus dibentuk untuk menyelidiki kasus di panti jompo - menemukan meluasnya perlakuan tidak senonoh terhadap orang lanjut usia.

Para penyidik mengatakan Kamis (22/10), sekitar 2.520 serangan seksual terjadi di berbagai panti jompo dalam periode 2018-2019.

"Kasus ini memalukan," kata jaksa penuntut Peter Rozen kepada penyidik.

"Data ini begitu mengejutkan, dan fakta bahwa hal ini tidak ada tindak lanjut dari pemerintah Australia yang menerima laporan, bisa dikatakan parah," katanya.

Kegagalan dalam menangani masalah di panti jompo ini mendapatkan perhatian lebih di tengah pandemi virus corona.

Lebih dari 75% dari 903 kematian akibat Covid-19 di Australia terjadi di panti jompo.

Namun Rozen mengatakan bukti menunjukkan bahwa "tindak seksual melawan hukum" telah lama menjadi keprihatinan dan terjadi pada antara 13-18% lansia di panti jompo.

Banyak orang menempatkan orang tua atau saudara yang rentan di panti jompo dengan harapan mereka akan lebih aman, katanya.

"Itulah mengapa, fakta bahwa orang di panti jompo menghadapi risiko serangan lebih tinggi dibandingkan orang lain di komunitas, tidak dapat diterima," kata Rozen lagi.

Secara keseluruhan, diperkirakan terjadi lebih dari 32.000 serangan - secara fisik, seksual dan emosi - yang terjadi dalam satu tahun di berbagai panti jompo.

Serangan dilakukan oleh para petugas dan juga oleh warga lansia lain.

"Bersaksi atas pengalaman traumatis"

Komisi dibentuk tahun 2018 untuk menyelidiki kasus ini setelah serangkaian skandal yang terjadi di panti jompo yang disubsidi pemerintah.

Komisi menerima lebih dari 10.000 pengaduan yang merinci keprihatian atas masalah kurangnya petugas, pelayanan tak layak dan masalah lain.

Walaupun mayoritas orang di panti jompo berusia lanjut, ada juga yang berusia sekitar 20an yang tinggal dan dijaga di panti-panti itu.

Para petugas, sanak saudara dan mereka yang tinggal di panti jompo - termasuk satu yang berusia 105 tahun - ditampilkan di sidang untuk bersaksi atas pengalaman traumatis mereka.

Dalam laporan internal yang diterbitkan Oktober tahun lalu dan berjudul "Pengabaian", penyelidikan menemukan bahwa sistem yang ada gagal merawat warga "lansia, yang seringkali sangat rentan".

"Sektor panti jompo tidak memberikan perawatan yang aman dan berkualitas bagi orang lanjut usia. Petugas panti jompo yang ada "tidak baik dan tidak merawat secara layak kepada mereka. Dalam banyak contoh, panti jompo mengabaikan mereka," tulis komisioner Richard Tracey dan Lynelle Briggs saat itu.

Mereka menuding tidak adanya peraturan yang layak dan masalah petugas yang kurang dan terlalu banyak jam kerja.

Menanggapi laporan itu, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan, "Kita bisa dan harus melakukan yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada warga lanjut usia Australia."

Ia mengatakan pemerintahannya akan menerapkan rekomendasi termasuk mengurangi penggunaan bahan kimia penenang dan tak lagi menempatkan anak muda di panti jompo.

Korban Covid-19

Pandemi virus corona tahun ini semakin memperparah masalah, menurut tim penyelidik.

Pemerintah dikiritik karena tidak melakukan persiapan yang layak dalam sektor yang rentan, setelah puluhan warga di panti jompo tertular, khususnya di negara bagian Victoria.

Dalam satu laporan khusus yang diterbitkan Agustus lalu, dampak pandemi ini pada sektor panti jompo, digambarkan para komisioner sebagai "traumatis."

"Para petugas memiliki hubungan dekat dengan warga panti, dan banyak yang berduka karena banyak yang meninggal karena Covid-19," tulis laporan itu.

Pemerintah menjawab Oktober lalu dengan mengatakan mereka akan menerima semua rekomendasi terkait Covid, untuk memperbaiki keamanan dan juga meningkatkan pendanaan.

Laporan akhir komisi penyelidik terkait kasus di panti jompo akan diterbitkan pada Februari 2021.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis BBM, PM Australia Minta Pekerja ke Kantor Naik Transportasi Umum

Krisis BBM, PM Australia Minta Pekerja ke Kantor Naik Transportasi Umum

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:59 WIB

Sempat Jadi Lawan Timnas Indonesia, 4 Negara ini Lolos ke Piala Dunia 2026

Sempat Jadi Lawan Timnas Indonesia, 4 Negara ini Lolos ke Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 02 April 2026 | 16:50 WIB

4 Negara yang Lawan Timnas Indonesia di Kualifikasi Lolos ke Piala Dunia 2026

4 Negara yang Lawan Timnas Indonesia di Kualifikasi Lolos ke Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 02 April 2026 | 15:51 WIB

Anomali Harga BBM Imbas Perang Iran: Australia Kena Diskon, Indonesia Tak Berubah

Anomali Harga BBM Imbas Perang Iran: Australia Kena Diskon, Indonesia Tak Berubah

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 12:10 WIB

Harga BBM Indonesia Mau Naik, Australia Justru Potong Pajak Bahan Bakar Minyak

Harga BBM Indonesia Mau Naik, Australia Justru Potong Pajak Bahan Bakar Minyak

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:53 WIB

Cara Cerdas Australia Mati-matian Turunkan Harga BBM di saat Perang Iran, Agar Rakyat Tak Terbebani

Cara Cerdas Australia Mati-matian Turunkan Harga BBM di saat Perang Iran, Agar Rakyat Tak Terbebani

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:04 WIB

Harga BBM Naik, Transportasi Umum di Australia Gratis

Harga BBM Naik, Transportasi Umum di Australia Gratis

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:17 WIB

Warga Australia Panik dan Mulai Timbun BBM

Warga Australia Panik dan Mulai Timbun BBM

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:49 WIB

Australia Sudah Bergerak, PSSI Bisa Kehilangan Striker Keturunan 20 Tahun

Australia Sudah Bergerak, PSSI Bisa Kehilangan Striker Keturunan 20 Tahun

Bola | Kamis, 26 Maret 2026 | 14:00 WIB

Nama Luke Vickery Mencuat, Pengamat: Potensial tapi Harus Lewati Persaingan Ketat

Nama Luke Vickery Mencuat, Pengamat: Potensial tapi Harus Lewati Persaingan Ketat

Bola | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:28 WIB

Terkini

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB

Gerak Cepat TNI Pasca-Gempa Sulut: Ratusan Prajurit Evakuasi Korban hingga Sisir Dampak Tsunami

Gerak Cepat TNI Pasca-Gempa Sulut: Ratusan Prajurit Evakuasi Korban hingga Sisir Dampak Tsunami

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:53 WIB