Sebut Emmanuel Macron Butuh Perawatan Mental, Prancis Kecam Presiden Turki

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 26 Oktober 2020 | 08:38 WIB
Sebut Emmanuel Macron Butuh Perawatan Mental, Prancis Kecam Presiden Turki
Emmanuel Macron. [shutterstock]

Suara.com - Prancis tidak terima dan mengecam ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Emmanuel Macron butuh perawatan mental atas sikapnya terhadap Muslim.

"Kami tidak menerima penghinaan," buka pihak paris yang menggambarkan pernyataan Presiden Turki tersebut sebagai ucapan yang sangat kasar, disadur dari Sky News, Senin (26/10/2020).

"Selama pertemuan partai, pemimpin Turki berkata:" Apa masalah orang bernama Macron ini dengan Muslim dan Islam? Macron membutuhkan perawatan mental.

"Apa lagi yang bisa dikatakan kepada seorang kepala negara yang tidak memahami kebebasan berkeyakinan dan yang berperilaku seperti ini kepada jutaan orang yang tinggal di negaranya yang merupakan anggota dari agama yang berbeda?"

Pernyataan Erdogan mengarah pada tanggapan presiden Prancis yang menyatakan perang terhadap separatisme Islam.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Anadolu Agency/Turkish Presidency)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Anadolu Agency/Turkish Presidency)

Beberapa waktu lalu, Prancis diguncang oleh sejumlah aksi teror, yang paling menghebohkan adalah pemenggalan seorang guru sejarah oleh seorang radikal Islamis.

Guru yang bernama Samuel Paty dibunuh setelah menunjukkan karikatur Nabi Muhammad di kelas tentang kebebasan berekspresi. Kasus pembunuhannya sedang diselidiki sebagai serangan teror Islam.

"Kelebihan dan kekasaran bukanlah metode. Kami menuntut Erdogan mengubah kebijakannya, yang berbahaya dalam semua aspek." jelas kepresidenan Prancis menanggapi Erdogan.

Para pejabat Prancis juga menunjukkan bahwa pemimpin Turki tidak memberikan belasungkawa terhadap kasus pemenggalan guru tersebut.

baca juga

Erdogan telah berusaha untuk mengubah Islam menjadi arus utama politik di Turki, negara yang mayoritas Muslim tetapi secara konstitusional sekuler.

Meskipun Turki dan Prancis sama-sama anggota NATO, kedua negara tersebut telah berselisih mengenai sejumlah masalah, termasuk Suriah, Libya, dan konflik di Nagorno-Karabakh.

Prancis juga memihak Yunani dan Siprus dalam ketegangan dengan Turki terkait pengeboran minyak dan gas lepas pantai di Mediterania timur, yang memicu kecaman dari Ankara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Musuhi' Islam, Erdogan Pertanyakan Kesehatan Mental Emmanuel Macron

'Musuhi' Islam, Erdogan Pertanyakan Kesehatan Mental Emmanuel Macron

News | Minggu, 25 Oktober 2020 | 17:56 WIB

Putin: Hampir 5.000 Orang Meninggal dalam Konflik Nagorno-Karabakh

Putin: Hampir 5.000 Orang Meninggal dalam Konflik Nagorno-Karabakh

News | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 13:28 WIB

Geger Temuan Reruntuhan Gereja di Laut Hitam Turki, Berapa Usianya?

Geger Temuan Reruntuhan Gereja di Laut Hitam Turki, Berapa Usianya?

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2020 | 13:22 WIB

Terkini

Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani

Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:25 WIB

Sentimen Pergantian Purbaya Hanya Sebentar, IHSG Langsung Anjlok ke 6.400

Sentimen Pergantian Purbaya Hanya Sebentar, IHSG Langsung Anjlok ke 6.400

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:24 WIB

Militer AS Tuding Garda Revolusi Iran Serang Kapal Supertanker dengan Rudal dan Drone

Militer AS Tuding Garda Revolusi Iran Serang Kapal Supertanker dengan Rudal dan Drone

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:18 WIB

Jelang Peluncuran Rabu, REDMI Note 17 Pro Max 5G Pamer Ketahanan Air hingga 72 Jam

Jelang Peluncuran Rabu, REDMI Note 17 Pro Max 5G Pamer Ketahanan Air hingga 72 Jam

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 09:15 WIB

Gantikan Purbaya, Menkeu Baru Suahasil Jamin Kemenkeu Lebih Solid

Gantikan Purbaya, Menkeu Baru Suahasil Jamin Kemenkeu Lebih Solid

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:13 WIB

Main Mata di Pilkades, ASN Bekasi Kena Sanksi Ini

Main Mata di Pilkades, ASN Bekasi Kena Sanksi Ini

Bekaci | Selasa, 15 September 2026 | 09:13 WIB

Gol Offside Haaland Disahkan Manchester United Dicurangi, Wasit VAR Dibebastugaskan

Gol Offside Haaland Disahkan Manchester United Dicurangi, Wasit VAR Dibebastugaskan

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 09:09 WIB

RWA dan Stablecoin Jadi Fokus, Bursa Kripto CFX Siapkan Infrastruktur Digital

RWA dan Stablecoin Jadi Fokus, Bursa Kripto CFX Siapkan Infrastruktur Digital

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:03 WIB

Mobil Isuzu Elf Angkut 18 Wisatawan Terbakar di Bali

Mobil Isuzu Elf Angkut 18 Wisatawan Terbakar di Bali

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:00 WIB

Memahami Privilege Blindness di Tengah Krisis dan Berita Buruk

Memahami Privilege Blindness di Tengah Krisis dan Berita Buruk

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 09:00 WIB

×