Nekat Promosikan Donald Trump Lewat Speaker Mobil Patroli, Polisi Diskors

Senin, 26 Oktober 2020 | 20:19 WIB
Nekat Promosikan Donald Trump Lewat Speaker Mobil Patroli, Polisi Diskors
Ilustrasi mobil polisi. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang petugas kepolisian New York (NYPD) diskors tanpa bayaran setelah nekat menggemakan dukungan terhadap Donald Trump menggunakan pengeras suara mobil patroli.

Menyadur ABC News, petugas polisi yang melancarkan aksi promosi Trump pada akhir pekan di daerah Flatbush itu ditangguhkan per Minggu (25/10/2020).

Jurnalis lepas yang berbasis di Brooklyn, Talia Jane, mengaku mendapatkan kiriman video yang menunjukkan sebuah mobil patroli meneriakkan "Trump 2020."

"Mereka sempat berhenti ketika seseorang mulai merekam, tapi kemudian lanjut lagi," cuit Jane melalui Twitter.

Jane juga me-retweet sebuah video dari pengguna Twitter lain yang menampilkan mobil patroli polisi mempromosikan Trump melalui pengeras suara.

Cuitan tentang polisi NYPD yang mempromosikan Trump lewat speaker mobil patroli. (Twitter/itsa_talia)
Cuitan tentang polisi NYPD yang mempromosikan Trump lewat speaker mobil patroli. (Twitter/itsa_talia)

Pihak NYPD pada Minggu (25/10), mengatakan telah mengetahui rekaman tersebut dan melakukan penyelidikan.

Selang beberapa jam kemudina, NYPD, melalui unggahan Twitter, mengabarkan petugas yang tak disebutkan namnya itu akan didisiplinkan.

"Ditangguhkan tanpa bayaran, petugas polisi yang sedang diselidiki karena menggunakan pengeras suara mobil departemen dengan tujuan politik telah ditangguhkan, berlaku segera," cuit NYPD.

Komisaris Polisi Dermot Shea mengutuk aksi petugas polisi di dalam video itu, menyebut tindakannya tak dapat diterima.

Baca Juga: Twitter Heboh dengan Teori Konspirasi Melania Trump Palsu, Ada Apa?

"Penegak hukum harus tetap apolitis, penting dalam peran kami untuk melayani semua warga New York terlepas dari apa pun keyakinan politiknya," cuit Shea pada Minggu.

Terkait insiden ini, Wali Kota New York Bill de Blasio berjanji akan bertindak cepat. "Biar saya perjelas: setiap pejabat NYPD yang mendorong agenda politik apapun saat bertugas akan menghadapi konsekuensi," tulisnya di Twitter.

Sepanjang musim panas, Pat Lynch, pemimpin Police Benevolent Association, serikat yang mewakili petugas patroli NYPD, mendukung Trump.

De Blasio ditanya terkait dukungan PBA selama konferensi pers pekan lalu. Ia menegaskan kembali bahwa pemimpin serikat itu tidak mewakili semua pengurus.

"Saya berpikir kita telah melihat banyak petugas meninggalkan politik mereka di rumah dan pergi untuk melakukan tugasnya," kata De Blasio.

"Dan bagi yang tidak bisa atau tidak mau, harus kami disiplinkan," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI