alexametrics

Gerebek Tempat Judi, Polisi Tewas Diserang Ayam

Reza Gunadha
Gerebek Tempat Judi, Polisi Tewas Diserang Ayam
Ilustrasi sabung ayam. (Pixabay)

Pimpinan polisi itu meninggal dunia setelah kehilangan banyak darah

Suara.com - Seorang polisi di Filipina tewas setelah diserang ayam aduan saat menggerebek tempat sabung ayam ilegal.

Menyadur New Strait Times, Selasa (27/10/2020), Christian Bolok, kepala polisi kota San Jose, meninggal dunia setelah pisau taji ayam mengiris arteri femoralisnya.

Insiden ini berawal ketika Bolok bergabung dalam penggerebekan tempat sabung ayam di provinsi Samar Utara pada Senin (26/10).

Kepala polisi provinsi Arnel Apud mengatakan Bolok tiba-tiba terkena bilah pisau di paha kirinya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Filipina Capai 373.000, Rodrigo Duterte Kencangkan Karantina

Nahas, sang letnan meninggal dunia setelah kehilangan banyak darah.

Ilustrasi mayat (Shutterstock)
Ilustrasi mayat (Shutterstock)

"Itu adalah momen kurang beruntung sekaligus sedikit nasib buruk yang tidak bsia saya jelaskan," ujar Apud.

Lebih jauh, kepolisian berhasil menangkap tiga orang dan menyita dua ayam aduan bersama dengan dua set pisau taji dalam penggerebekan ini.

Sabung ayam, di mana dua ayam diadu dan pemilik ayam yang menang akan mendapatkan uang, merupakan kegiatan yang banyak diminati warga Filipina. 

Setiap ayam yang akan bertarung akan diberi sebilah pisau taji di kakinya, agar bisa melukai lawannya.

Baca Juga: Indonesia Berhasil Swasembada Ayam, Sayang Konsumsinya Masih Rendah

Di tengah pandemi Covid-19, Filipina memberlakukan larangan sabung ayam lantaran dikhawatirkan akan mengakibatkan orang berkerumun sehingga menimbulkan risiko penularan virus.

Komentar