Istana Bantah Berada di Balik Buzzer Penyerang Koordinator Jatam

Erick Tanjung, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 28 Oktober 2020 | 00:05 WIB
Istana Bantah Berada di Balik Buzzer Penyerang Koordinator Jatam
Jokowi memberi uraian tentang penanganan pandemi Covid-19. (YouTube/Presiden Joko Widodo)

Suara.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian membantah bahwa pihak Istana Kepresidenan berada di balik Buzzer atau pendengung yang menyerang Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Merah Johansyah.

"Buzzer dan Istana itu hal yang berbeda. Buzzer sekelompok orang yang kebetulan bersimpati terhadap pemerintah dan mereka bergerak secara spontan, independen, swadaya," kata Donny kepada Suara.com, Selasa (27/10/2020) malam.

Pernyataan Donny merespon kasus Merah Johansyah yang mengalami tindakan doxing dari buzzer pasca menuliskan perihal pengabadian jalan untuk Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi atau Uni Emirat Arab (UEA) melalui media sosial Twitter. Doxing terhadap Merah oleh buzzer yang disinyalir dari pendukung Jokowi itu pun mendapat kecaman dari organisasi masyarakat sipil, seperti SAFEnet.

Donny berdalih, tindakan doxing yang dilakukan para buzzer tersebut merupakan tanggungjawab pribadi dan tidak ada kaitannya dengan pemerintahan Presiden Jokowi. Dia pun menyanggah, para buzzer tersebut diorganisir oleh pemerintah.

"Jadi apapun yang mereka lakukan itu tanggung jawab pribadi. Jadi negara tidak campur tangan atau pemerintah tidak campur tangan. Pemerintah tidak memobilisasi, mengorganisir buzzer-buzzer, mereka bergerak sendiri tanpa ada komando," kilahnya.

Menurut Donny, doxing dan kegiatan penyerangan yang dilakukan oleh para buzzer terhadap aktivis maupun pihak yang mengkritik rezim Jokowi tanpa sepengetahuan Istana.

"Kalau suara resmi pemerintah ya seperti dari saya, Pak Ngabalin, pak Fadjroel. Kalau bazzer-bazzer itu kan diluar sepengetahuan dan perintah dari pemerintah," tutur Donny.

Bantah Isu Barter Lahan

Donny pun membantah adanya isu pemberian nama jalan Jokowi di Uni Emirat Arab (UEA) hasil ditukar dengan lahan 256 ribu hektare di Kalimantan Timur.

baca juga

"Ya kalau dari Istana saya kira menyangkal ya, tidak ada barter penghargaan, pemberian nama jalan di Uni Uni Emirat Arab di Abu Dhabi dengan tanah (Di Kalimantan Timur)," kata Donny.

Donny menuturkan tidak mungkin tanah negara diserahkan kepada pihak asing. Pihak asing, kata Donny, hanya mendapatkan konsesi.

"Jadi salah juga kemudian ditukar, kan nggak mungkin penghargaan ditukar tanah, tanah negara. Seluruh Indonesia ini dari Sabang sampai Merauke milik negara, tidak mungkin diberikan kepada asing. Asing hanya bisa mengusahakan dalam bentuk konsesi," katanya.

Ia pun menyebut pernyataan yang disampaikan Merah soal pemberian nama Jalan Jokowi di UEA barter dengan tanah di kaltim tidak berdasarkan fakta.

"Nama pak Jokowi terlalu besar untuk kemudian dipergunakan untuk transaksi-transaksi seperti itu. Dan transaksi itu tidak ada, jadi saya kira yang disampaikan Jatam itu tidak berdasarkan data fakta yang akurat," kata Donny.

"Kalau kemudian ada investasi untuk mengusahakan suatu lahan. Sekali lagi itu tanah milik negara sampai kapan pun milik negara," sambungnya.

Lebih lanjut Donny menyebut tuduhan yang dialamatkan kepada Jokowi kebablasan. Ia pun meminta masyarakat menghargai pemberian nama jalan Jokowi, bukan merendahkan dengan isu yang dilontarkan ke publik.

Merah Johansyah sebelumnya menguak dugaan di balik pengabadian nama Presiden Jokowi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Ia menyebut nama jalan tersebut dan disertai adanya lahan 256 ribu hektar di Kalimantan Timur untuk dinasti UEA. Merah mengungkapkan hal tersebut melalui akun Instagramnya @Merah_Jatamsyah pada Kamis (22/10/2020).

"Satu ruas jalan dikawasan bisnis untuk plang nama Jokowi, sementara 256 ribu ha atau empat kali luas Jakarta untuk dinasti Uni Emirat Arab di Kalimantan Timur," ungkap Merah.

Merah menyebut lahan 256 ribu hektar atau setara empat kali luas Jakarta itu diberikan kepada UEA dalam rangka megaproyek ibu kota Indonesia yang baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, PN Jakarta Timur Koordinasi Pengamanan

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, PN Jakarta Timur Koordinasi Pengamanan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:54 WIB

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, Refly Harun Siapkan Strategi

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, Refly Harun Siapkan Strategi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Hasto Akui Sudah Bertemu PKS Bahas Ijazah Gibran, Singgung Pemimpin Hasil Intervensi Orang Tua

Hasto Akui Sudah Bertemu PKS Bahas Ijazah Gibran, Singgung Pemimpin Hasil Intervensi Orang Tua

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:12 WIB

Duplikasi Gaya Jokowi Elektabilitas KDM Melejit di Bursa Capres 2029

Duplikasi Gaya Jokowi Elektabilitas KDM Melejit di Bursa Capres 2029

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:22 WIB

Prabowo Ungkap Prinsip Luar Negeri: Jalankan 'Good Neighbor Policy' Sejak Era Jokowi

Prabowo Ungkap Prinsip Luar Negeri: Jalankan 'Good Neighbor Policy' Sejak Era Jokowi

Video | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Jokowi Diprediksi Tolak Geser Kaesang dari Ketum PSI, Pengamat: Jaga Marwah dan Karier Anaknya

Jokowi Diprediksi Tolak Geser Kaesang dari Ketum PSI, Pengamat: Jaga Marwah dan Karier Anaknya

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:38 WIB

Prabowo: Saya Ikuti Garis Politik Jokowi

Prabowo: Saya Ikuti Garis Politik Jokowi

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:45 WIB

PDIP Tepis Jokowi Soal Operasi Politik Isu Pemakzulan Gibran: Tak Usah Sandiwara Terlalu Panjang!

PDIP Tepis Jokowi Soal Operasi Politik Isu Pemakzulan Gibran: Tak Usah Sandiwara Terlalu Panjang!

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:26 WIB

PSI Tuding MK Lakukan 'Atraksi Politik' Soal Ijazah Gibran: Sengaja Bikin Gaduh!

PSI Tuding MK Lakukan 'Atraksi Politik' Soal Ijazah Gibran: Sengaja Bikin Gaduh!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Roy Suryo Tak Kaget Eksepsi Ditolak, Tapi Tetap Minta Jokowi Hadir di Sidang Lanjutan

Roy Suryo Tak Kaget Eksepsi Ditolak, Tapi Tetap Minta Jokowi Hadir di Sidang Lanjutan

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Terkini

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:31 WIB

×