Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Singgung Era SBY-Jokowi, Purbaya: Mesin Ekonomi Kita Pincang 20 Tahun Terakhir

Dicky Prastya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:50 WIB
Singgung Era SBY-Jokowi, Purbaya: Mesin Ekonomi Kita Pincang 20 Tahun Terakhir
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Instagram @menkeuri]
baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya membandingkan pertumbuhan ekonomi era SBY sebesar enam persen dan Jokowi di bawah lima persen pada acara GIIAS 2026.
  • Ia menyimpulkan ekonomi era SBY digerakkan swasta tanpa infrastruktur signifikan, sedangkan era Jokowi didominasi pembangunan infrastruktur pemerintah.
  • Purbaya memastikan penggabungan kedua mesin penggerak ekonomi pemerintah dan swasta dapat mempermudah pencapaian target pertumbuhan nasional.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung soal kebijakan ekonomi era mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun Joko Widodo (Jokowi).

Menkeu Purbaya bercerita, selama era Presiden SBY periode 2004-2014, ekonomi rata-rata tumbuh hampir 6 persen. Sedangkan pertumbuhan kredit mencapai 22 persen.

Sementara di era Jokowi periode 2014-2024, ekonomi tumbuh sedikit di bawah 5 persen atau bahkan mendekati 4,5 persen. Sedangkan pertumbuhan kredit rata-rata hanya 6 persen.

"Jadi pada 10 tahun pertama dari periode 20 tahun terakhir itu, perekonomian kita terutama ditopang oleh sektor swasta. Sementara Belanja Pemerintah, khususnya di era SBY, tidak menghasilkan pembangunan infrastruktur yang signifikan bukan?" katanya dalam acara GIIAS 2026 di ICE BSD, dikutip Rabu (5/8/2026).

Purbaya berkelakar kalau Pemerintah SBY saat itu justru hanya tertidur, namun ekonomi bisa tumbuh hingga 6 persen.

"Pada dasarnya, pemerintah saat itu, saya sering bercanda, seperti sedang tidur. Namun, ekonomi tetap mampu tumbuh sekitar 6 persen," lanjutnya.

Kolase SBY, Jokowi, dan Prabowo Subianto. (Kolase Gemini AI)
Kolase SBY, Jokowi, dan Prabowo Subianto. (Kolase Gemini AI)

Sebaliknya, di era Jokowi, pembangunan infrastruktur dilakukan secara masif mulai dari jalan tol dan sebagainya. Tetapi pertumbuhan ekonomi justru berada di bawah 5 persen.

Purbaya menilai kalau itu tercermin dari pertumbuhan kredit yang hanya satu digit dengan angka 7 persen, atau bahkan lebih rendah lagi.

Dari sana Purbaya menyimpulkan kalau perekonomian di zaman SBY bisa digerakkan oleh pihak swasta. Sedangkan di era Jokowi, penggerak utama ekonomi berasal dari Pemerintah, tapi swasta cenderung lesu kala itu.

baca juga

"Jadi mesin ekonomi kita pincang dalam 20 tahun terakhir. Yang 10 tahun pertama, swasta saja yang kerja. 10 tahun kedua, hanya pemerintah saja yang kerja," beber dia.

Purbaya kemudian menjawab tantangan bagaimana pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8 persen sesuai visi Presiden RI Prabowo Subianto saat ini. Sebab angka itu dinilai mustahil.

Maka dari itu, ia bakal memastikan kedua mesin pertumbuhan ekonomi, baik dari sektor Pemerintah maupun swasta, bisa berjalan dengan baik. Dengan begini, pertumbuhan ekonomi 6 persen dinilainya tak sulit digapai.

"Jadi, angka 6,5 persen cukup mudah dicapai jika saya berhasil memastikan kedua mesin pertumbuhan tersebut bergerak secara bersamaan. Saat ini, saya sedang memastikan hal itu terlaksana. Jadi jangan bilang Purbaya tukang tipu pak, purbaya pintar sedikit," tegas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi RI Tumbuh 5,29% pada Kuartal II 2026, Konsumsi hingga Investasi Jadi Motor Utama

Ekonomi RI Tumbuh 5,29% pada Kuartal II 2026, Konsumsi hingga Investasi Jadi Motor Utama

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:33 WIB

Purbaya Ungkap Alasan Utang ke China lewat Panda Bond, Lebih Murah dari Amerika

Purbaya Ungkap Alasan Utang ke China lewat Panda Bond, Lebih Murah dari Amerika

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Media Asing Ramai-ramai Sorot Kondisi Indonesia Jelang HUT ke-81, Singgung soal Krisis

Media Asing Ramai-ramai Sorot Kondisi Indonesia Jelang HUT ke-81, Singgung soal Krisis

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:57 WIB

Purbaya Curhat Gagal Beli Harley-Davidson Gegara Gratifikasi

Purbaya Curhat Gagal Beli Harley-Davidson Gegara Gratifikasi

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:37 WIB

Purbaya Janji Tambah Dana SAL ke Bank Jika Rp 400 Triliun Masih Kurang

Purbaya Janji Tambah Dana SAL ke Bank Jika Rp 400 Triliun Masih Kurang

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:16 WIB

Purbaya Akui Masih Deg-degan Meski Industri Otomotif RI Tumbuh per Juni 2026

Purbaya Akui Masih Deg-degan Meski Industri Otomotif RI Tumbuh per Juni 2026

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Terkini

Dewa 19 Janjikan Setlist Berbeda di Panggung HUT ke-3 Garuda TV, Lagu 'Langka' Siap Dibawakan

Dewa 19 Janjikan Setlist Berbeda di Panggung HUT ke-3 Garuda TV, Lagu 'Langka' Siap Dibawakan

Entertainment | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Timnas Indonesia Dibantai, Nguyen Xuan Son Singgung Gelar Juara Piala AFF 2026

Timnas Indonesia Dibantai, Nguyen Xuan Son Singgung Gelar Juara Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:52 WIB

Laba SSIA Berbalik Positif Rp262,6 Miliar, Bisnis Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan

Laba SSIA Berbalik Positif Rp262,6 Miliar, Bisnis Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Viral Pasien BPJS Harus Menunggu 8 Jam di IGD, IDI: RS Tidak Bisa Mendeteksi Emergensi?

Viral Pasien BPJS Harus Menunggu 8 Jam di IGD, IDI: RS Tidak Bisa Mendeteksi Emergensi?

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Singgung Era SBY-Jokowi, Purbaya: Mesin Ekonomi Kita Pincang 20 Tahun Terakhir

Singgung Era SBY-Jokowi, Purbaya: Mesin Ekonomi Kita Pincang 20 Tahun Terakhir

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:50 WIB

2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik

2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:45 WIB

Harga Pangan Kompak Turun, Cabai Anjlok hingga 43%, Daging dan Minyak Goreng Ikut Melemah

Harga Pangan Kompak Turun, Cabai Anjlok hingga 43%, Daging dan Minyak Goreng Ikut Melemah

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:41 WIB

Cara Cek Data Siswa Penerima PIP 2026, Mudah Lewat SIPINTAR Pakai NISN dan NIK

Cara Cek Data Siswa Penerima PIP 2026, Mudah Lewat SIPINTAR Pakai NISN dan NIK

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:39 WIB

Pasien Menunggu 8 Jam di IGD Jadi Alarm Perbaikan Layanan Rumah Sakit

Pasien Menunggu 8 Jam di IGD Jadi Alarm Perbaikan Layanan Rumah Sakit

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Inovasi Online Dashcam Dekkalive Trio Beri Kemudahan Pantau Kondisi Kendaraan Secara Langsung

Inovasi Online Dashcam Dekkalive Trio Beri Kemudahan Pantau Kondisi Kendaraan Secara Langsung

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:35 WIB

×