Array

WHO Peringatkan Negara-negara Jangan Menyerah Lawan Pandemi, Walau Lelah

Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:47 WIB
WHO Peringatkan Negara-negara Jangan Menyerah Lawan Pandemi, Walau Lelah
DW

Suara.com - Dirjen WHO memperingatkan orang-orang di dunia agar tidak menyerah melawan pandemi COVID-19, meskipun melelahkan secara fisik dan mental.

Sementara itu, para peneliti telah mempelajari efek polusi pada kematian COVID-19.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan negara-negara terhadap "kelelahan pandemi" dan kerugian fisik dan mental karena angka kasus melonjak di seluruh dunia, terutama di negara-negara belahan utara bumi seperti Eropa dan Amerika Utara.

"Bekerja dari rumah, anak-anak sekolah jarak jauh, tidak

dapat merayakan pencapaian bersama teman dan keluarga, atau tidak berada di sana untuk meratapi orang yang dicintai - itu berat dan kelelahan itu nyata adanya," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada hari Senin (26/10).

Lebih dari 43 juta orang di seluruh dunia dinyatakan positif virus corona, di mana pekan lalu terjadi peningkatan kasus COVID-19 tertinggi sejak pandemi dimulai.

Tercatat lebih dari 1,1 juta orang telah meninggal karena COVID-19. Namun, dia mengimbau agar orang-orang tidak menyerah.

"Para pemimpin harus menyeimbangkan kesulitan hidup dengan kebutuhan untuk melindungi petugas kesehatan dan sistem kesehatan saat perawatan intensif terisi."

Ghebreyesus juga memperingatkan negara-negara agar tidak mempolitisasi pandemi. "Di mana telah terjadi perpecahan politik di tingkat nasional; di mana telah ada rasa tidak hormat yang terang-terangan terhadap para ahli sains dan kesehatan, kebingungan telah menyebar dan kasus serta kematian telah meningkat."

Baca Juga: WHO Minta Eropa dan Amerika Belajar Penanganan Covid-19 dari Asia

Polusi udara berkaitan dengan kematian COVID-19? Studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Cardiovascular Research menujukkan bahwa paparan polusi udara jangka panjang mungkin memiliki keterkaitan dengan 15% kematian dari sedikitnya 1,1 juta kematian kasus COVID-19.

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Jerman dan Siprus itu mengamati data kesehatan dan penyakit di AS dan Cina terkait polusi udara.

Para peneliti menggabungkannya dengan data satelit tentang paparan global terhadap partikel mikroskopis dan polusi di darat.

Di Asia Timur, penelitian mengatakan bahwa 27% kematian terkait COVID-19 dapat dikaitkan dengan kualitas udara yang buruk.

Sementara di Eropa tercatat sebesar 19%, dan 17% di Amerika Utara. Tim penulis penelitian tersebut menekankan bahwa tidak berarti polusi udara itu sendiri berkontribusi langsung pada kematian, tetapi bisa menjadi faktor pendamping. rap/gtp (dpa, AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI