Pakar Hukum: Kalau Mau Boikot Produk Prancis, Gak Cukup Cuma Indonesia

Rifan Aditya , Hernawan

Kamis, 29 Oktober 2020 | 11:37 WIB
Pakar Hukum: Kalau Mau Boikot Produk Prancis, Gak Cukup Cuma Indonesia
Pakar Hukum Internasional Sebut Presiden Macron Kurang Sensitif dengan Isu Agam Islam (YouTube/TVOneNews).

Suara.com - Pakar Hukum Internasional Hikmahanto Juwana mengomentari polemik yang tengah menimpa Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Hikmahanto Juwana mengatakan Presiden Macron barangkali kurang sensitif dalam menyampaikan pendapatnya. Alhasil, muncul protes dari banyak negara termasuk Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Hikmahanto Juwana dalam acara Kabar Petang, Rabu (28/10/2020).

Saat ditanya pembawa acara apa kira-kira yang membuat Presiden Macron begitu berani mengeluarkan statemen kontrobersial, Hikmahanto Juwana menuturkan ada dua hal yang menjadi sorotan.

Menurutnya, masyarakat Eropa memang kebanyakan non muslim sehingga mereka kurang sensitif terhadap isu yang berkaitan dengan Islam.

Pakar Hukum Internasional Sebut Presiden Macron Kurang Sensitif dengan Isu Agam Islam (YouTube/TVOneNews).
Pakar Hukum Internasional Sebut Presiden Macron Kurang Sensitif dengan Isu Agam Islam (YouTube/TVOneNews).

Selain itu, Hikmahanto Juwana juga menyayangkan sikap Presiden Macron yang menurutnya juga kurang sensitif menanggapi kasus ini.

"Di negara Eropa katakanlah, banyak penduduk non muslim mereka mungkin kurang sensitif terhadap masalah yang berkaitan dengan Islam. Mereka lebih mengagungkan masalah kebebasan berpendapat dan berekspresi sehingga ini bisa terjadi," kata Hikmahanto.

"Juga patut disayangkan, Presiden Macron mungkin sebagai pemimpin kurang sensitif dalam menyampaikan pendapatnya," imbuhnya.

Lebih lanjut lagi, Hikmahanto Juwana pun menuturkan bahwa kemungkinan Presiden Macron tak berpikir panjang saat angkat bicara terkait isu agama Islam. Besar kemungkinan ia tidak sadar apa yang dikatakannya bisa disiarkan luas ke berbagai negara.

baca juga

"Beliau mungkin menganggapnya hanya disampaikan kepada rakyatnya, tanpa memikirkan bahwa ini dapat dipancarluaskan ke dunia. Akhirnya yang disampaikannya tidak hanya mendapat respon di dalam negeri, tetapi juga luar negeri khususnya di Timur tengah, juga negara yang penduduk Islam besar seperti Indonesia," ungkap Hikmahanto.

Dalam program Kabar Petang tersebut,Hikmahanto Juwana juga menyinggung soal kemungkinan adanya peningkatan gelombang protes massa.

Menurut Hikmahanto, hal itu bisa saja terjadi apabila Presiden Macron tidak segera mengambil sikap.

"Sebenarnya eskalasi bisa saja meningkat apabila Presiden Macron tidak mengambil sikap. Saya baca di sosmed, beliau tidak akan menyerah. Ini bukan masalah pribadi beliau yang menjadi taruhan, tetapi prancis dan rakyatnya," jelasnya.

Hikmahanto Juwana juga menuturkan, beberapa negara sudah mengambil langkah baik dari sisi pemerintah maupun rakyatnya. Indonesia pun telah mengambil sikap.

Pemerintah diketahui telah mengundang Duta Besar Prancis untuk membicarakan apa yang menjadi permasalahan utama. Sementara dari rakyat sudah menyerukan untuk melakukan boikot produk Prancis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serukan Boikot Produk Prancis, Fadli Zon: Macron Lukai Hati Umat Islam!

Serukan Boikot Produk Prancis, Fadli Zon: Macron Lukai Hati Umat Islam!

News | Kamis, 29 Oktober 2020 | 09:26 WIB

Presiden Erdogan Dibuat Karikatur oleh Charlie Hebdo, Turki Ambil Tindakan

Presiden Erdogan Dibuat Karikatur oleh Charlie Hebdo, Turki Ambil Tindakan

News | Kamis, 29 Oktober 2020 | 09:22 WIB

Negara-negara Arab yang Kompak Boikot Produk Prancis

Negara-negara Arab yang Kompak Boikot Produk Prancis

Video | Kamis, 29 Oktober 2020 | 09:00 WIB

Terkini

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:22 WIB

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Banten | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:07 WIB

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 20:06 WIB

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:05 WIB

×