Heboh Boikot Produk Prancis, Nama Hotman Paris Dibawa-bawa

Rifan Aditya

Selasa, 03 November 2020 | 19:49 WIB
Heboh Boikot Produk Prancis, Nama Hotman Paris Dibawa-bawa
Hotman Paris [Revi C Rantung/Suara.com]

Suara.com - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea geram namanya dicatut dalam polemik soal boikot produk Prancis. Dalam unggahan terbarunya di Instagram, Hotman menyampaikan rasa kesalnya lantaran namanya dibawa-bawa.

Hal itu disebabkan lantaran ada kata "Paris" pada namanya yang kemudian dijadikan konten untuk meramaikan boikot produk Prancis.

Dalam postingan tersebut, Hotman memperlihatkan sebuah gambar dengan tulisan yang menyarankan agar tidak boikot Hotman Paris.

"Jangan kau boikot Hotman Paris, itu nama orang bukan produk..pengacara kondang pulak. Bisa tamat hidup kau #orangbegoasalboikot" seperti itu yang tertulis di gambar tersebut.

Ada tanda coret silang merah di atas tulisan itu dan stampel "HOAX" di bawahnya.

Hotman pun menulis, "Pemerintah kota Paris buat ulah kenapa pinjam nama Hotman Paris untuk nyindir???".

Heboh Boikot Produk Prancis, Nama Hotman Paris Dibawa-bawa (Instagram @hotmanparisofficial)
Heboh Boikot Produk Prancis, Nama Hotman Paris Dibawa-bawa (Instagram @hotmanparisofficial)

Penelusuran Suara.com menemukan bahwa banyak warganet yang juga turut membuat unggahan "boikot Hotman Paris". Misalnya seperti yang dilakukan netizen di Twitter.

"Apakah hotman paris juga ikutan di boikot?" tulis @s***** di Twitter.

"Boikot hotman paris," cuit @a**** yang mengomentari foto demonstrasi di depan Institut Français Indonesia atau IFI Bandung.

baca juga

Sontak unggahan Hotman Paris ini memancing beberapa warganet untuk berkomentar.

"Ganti nama aja bang jadi Hotman Indo," tulis @winov_10.

"Apa harus ganti jadi hotman jakarta?" kelakar @rafaeld_p.

"Buat lucu-lucuan aja Bang..guyon," komentar @indraoke1980.

Sebelumnya, aksi boikot produk Prancis diserukan oleh beberapa negara Islam yang mengecam pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron baru-baru ini. Tak terkecuali Indonesia.

Saat itu, Macron mengatakan bahwa Islam adalah agama yang sedang berada dalam krisis. Macron menambahkan bahwa ia bertekad akan melawan separatis Islam yang dianggap sebagai ancaman bagi komunitas Muslim di Paris.

Macron juga dikritik atas sikapnya yang tidak melarang penyebaran karikatur Nabi Muhammad SAW yang sempat menimbulkan kontroversi. Menurut Macron, karikatur tersebut merupakan bentuk dari kebebasan dalam berekspresi. Pernyataan Macron pun sontak mendapat kecaman karena gambar Nabi Muhammad merupakan sesuatu yang dilarang keras di agama Islam.

Akibat pernyataan-pernyataan kontroversial Macron, gelombang boikot sejumlah produk asal Prancis kian hari semakin meluas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Berani Bakar Tas Hermes Istri?

Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Berani Bakar Tas Hermes Istri?

News | Selasa, 03 November 2020 | 18:47 WIB

Ramai Seruan Boikot Produk Prancis, Danone Indonesia "Pasang Badan"

Ramai Seruan Boikot Produk Prancis, Danone Indonesia "Pasang Badan"

Jabar | Selasa, 03 November 2020 | 17:54 WIB

Seruan Boikot Produk Prancis, Danone: SGM dan Aqua Asli Indonesia

Seruan Boikot Produk Prancis, Danone: SGM dan Aqua Asli Indonesia

Bisnis | Selasa, 03 November 2020 | 15:48 WIB

Terkini

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:49 WIB

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:00 WIB

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:39 WIB

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:59 WIB

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:27 WIB

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:22 WIB

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:54 WIB

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:47 WIB

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:30 WIB

×