Sistem Pemilu Amerika, Pemilihan Umum dan Electoral College

Rifan Aditya

Rabu, 04 November 2020 | 15:55 WIB
Sistem Pemilu Amerika, Pemilihan Umum dan Electoral College
Amerika Serikat [Shutterstock]

Suara.com - Kemarin, Selasa, 3 November 2020, warga Amerika Serikat (AS) memilih calon presiden untuk empat tahun ke depan. Bagaimana sistem pemilu Amerika Serikat? Apakah sama seperti di Indonesia?

Ada dua calon presiden yang harus dipilih oleh Warga Amerika Serikat, yaitu petahana Donald Trump yang mewakili Partai Republik dan Joe Biden yang mewakili Partai Demokrat. Dalam sistem pemilu Amerika Serikat, seluruh warga AS yang berusia di atas 18 tahun berhak untuk memberikan suara.

Calon presiden yang mendapatkan suara terbanyak dari rakyat tidak otomatis menjadi pemenang. Dalam sistem pemilu Amerika Serikat, ada sebuah tahap yang lebih menentukan daripada suara warga.

Warga AS memiliki peran hanya sebagai penentu jumlah pemilih untuk maju lagi ke tahap akhir, yaitu Electoral College. Apa itu Electoral College?

Mengenal Sistem Electoral College, Amerika Serikat

Presiden terpilih yang sebenarnya akan ditentukan oleh badan Electoral College. Electoral College adalah satu-satunya sistem pemilihan yang menentukan untuk kandidat presiden.

Siste ini tak seperti pemilihan di republik lain yang mana jumlah terbanyak berdasarkan pilihan rakyatlah yang muncul sebagai pemenang. Jumlah electors dalam "Electoral College" di setiap negara bagian sama dengan jumlah anggota kongres yang dimiliki oleh negara bagian tersebut.

Setiap elektor dalam badan ini memberikan satu suara setelah pemilihan umum dilakukan. Total ada 538 suara elector. Agar bisa memenangkan pemilihan Presiden, kandidat Presiden harus mendapatkan lebih dari setengah suara.

Perbedaan Penerapan Kandidat Elector

baca juga

Kandidat elector ditentukan partai politik di setiap negara bagian. Setiap partai politik membuat daftar calon pemilih. Daftar itu dibuat beberapa saat setelah pemilihan umum dilakukan.

Partai politik sering memilih individu yang memiliki dedikasi terhadap partai politik terkait. Sistem pemilihan di 48 negara bagian di AS, ditambah wilayah khusus ibu kota District of Columbia menerapkan prinsip winner takes all dalam proses pemungutan suara.

Dalam prinsip ini, kandidat yang bisa memperoleh suara terbanyak di suatu negara bagian akan mengambil seluruh suara di negara bagian itu, termasuk dari mereka yang tidak memilihnya.

Namun demikian, prinsip tersebut tidak berlaku di dua negara bagian, yaitu Nebraska dan Maine. Kedua negara bagian itu menerapkan prinsip proporsional di mana jumlah suara elector yang didapat capres hanya dihitung sesuai yang mereka dapat.

Konstitusi atau UU di tingkat Federal (negara) sendiri tidak mewajibkan para elector untuk memberikan suara menurut hasil pemilihan umum (popular vote) di negara bagian mereka. Meski begitu, beberapa negara bagian mengharuskan elector memberikan suara mereka sesuai dengan suara mayoritas masyarakat.

Kandidat Pemenang Suara Mayoritas Rakyat Bisa Kalah

Dengan sistem pemilu Amerika yang berlaku ini, seorang kandidat dapat kalah meski menang pada suara mayoritas rakyat. Dengan demikian, apapun hasil pemungutan suara rakyat, kandidat yang memperoleh suara lebih banyak pada tahap Electoral College akan menang.

Kondisi ini terjadi pada tahun 2016. Trump memenangkan pemungutan suara di Electoral College tapi kalah jauh dari Hillary Clinton pada pemungutan hasil suara rakyat.

Sebelumnya, tahun 2000 pernah terjadi masalah serupa. Kandidat Demokrat Al Gore mengalahkan kandidat Republik George W. Bush dalam pemilihan suara rakyat. Akan tetapi, Bush berhasil memenangkan suara di Electoral College. Akhirnya, Bush yang jadi presiden.

Kondisi Istimewa Sistem Pemilu Amerika

Bila tidak ada kandidat yang memenangkan suara dari Electoral College, maka pemilihan presiden diserahkan ke Kongres.

Jika dalam tahap Electoral College tidak diperoleh suara mutlak maka tugas memilih presiden diserahkan ke DPR. Masing-masing delegasi negara bagian di DPR memiliki satu suara. Anggota DPR juga memiliki keleluasaan untuk menentukan cara memberikan suara.

Apabila terjadi kegagalan hingga hari pelantikan tiba pada 20 Januari, wakil presiden terpilih dari proses Senat yang akan menempati posisi presiden sementara waktu sampai presiden terpilih oleh DPR.

Demikian informasi mengenai sistem pemilu Amerika yang tidak sama seperti negara lainnya. Semoga dapat dimengerti.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Sementara, Biden Ungguli Trump 91 Suara Elektoral

Hasil Sementara, Biden Ungguli Trump 91 Suara Elektoral

Sumsel | Rabu, 04 November 2020 | 15:13 WIB

Siapapun Menang Pemilu AS, Tak Pengaruhi Kebijakan Iran ke Washington

Siapapun Menang Pemilu AS, Tak Pengaruhi Kebijakan Iran ke Washington

News | Rabu, 04 November 2020 | 15:13 WIB

Jaring Dukungan di Kampung Halaman, Joe Biden Kunjungi Rumah Masa Kecilnya

Jaring Dukungan di Kampung Halaman, Joe Biden Kunjungi Rumah Masa Kecilnya

News | Rabu, 04 November 2020 | 15:15 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×