Siapapun Menang Pemilu AS, Tak Pengaruhi Kebijakan Iran ke Washington

Siswanto, BBC

Rabu, 04 November 2020 | 15:13 WIB
Siapapun Menang Pemilu AS, Tak Pengaruhi Kebijakan Iran ke Washington
BBC

Suara.com - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan hasil pemilihan presiden AS "tidak akan mempengaruhi" kebijakan Teheran terhadap Washington.

"Kebijakan kami ... sudah didefinisikan dengan jelas. Hal itu tidak berubah dengan pergerakan individu," katanya. "Tidak masalah siapa yang datang dan pergi."

Donald Trump telah melakukan kampanye "tekanan maksimum" terhadap Iran sejak dia meninggalkan kesepakatan nuklir pada 2018.

Penantangnya, Joe Biden, mengatakan dia akan mempertimbangkan untuk bergabung kembali dengan kesepakatan itu.

Kesepakatan itu, dinegosiasikan pada 2015 ketika Biden adalah wakil presiden Barack Obama, akan memberikan Iran keringanan sanksi sebagai imbalan atas pembatasan kegiatan nuklir yang sensitif.

Presiden Trump mengatakan kesepakatan itu "cacat" dan menerapkan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran dalam upaya untuk mendesak perundingan kesepakatan pengganti.

Iran menolak untuk melakukannya dan membalas dengan membatalkan sejumlah komitmen nuklir utama.

Kedua negara juga hampir berperang pada Januari ini, setelah Trump memerintahkan serangan pesawat tak berawak di Irak yang menewaskan komandan tinggi Iran Qasem Soleimani.

Ia mengatakan jenderal Pengawal Revolusi itu bertanggung jawab atas kematian ratusan pasukan Amerika.

Iran menanggapi dengan menembakkan rudal balistik ke pangkalan militer Irak yang ditempati pasukan AS.

Tidak ada orang Amerika yang terbunuh, tetapi lebih dari 100 didiagnosis menderita cedera otak traumatis.

Ayatollah Khamenei memberikan pidato pada hari Selasa untuk menandai peringatan 41 tahun penyanderaan kedutaan AS di Teheran oleh mahasiswa radikal Iran, yang menyandera staf Amerika selama 444 hari.

Tidak ada hubungan diplomatik antara AS dan Iran sejak itu.

"Hari ini adalah hari pemilihan di Amerika Serikat. Beberapa hal mungkin terjadi, tetapi itu bukan urusan kami," kata pemimpin tertinggi Iran, yang mengendalikan angkatan bersenjata dan mengambil keputusan akhir tentang semua masalah negara.

"Kami mengikuti kebijakan yang masuk akal dan diperhitungkan [yang] tidak dapat dipengaruhi oleh pergantian personel."

Ayatollah Khamenei juga mengejek AS karena mengadakan pemungutan suara yang oleh presiden petahana AS disebut bisa menjadi "pemilihan yang paling dicurangi dalam sejarah".

"Ini adalah demokrasi Amerika," katanya.

Dalam wawancara dengan CBS pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif juga menyatakan bahwa pemerintah Iran tidak memiliki kandidat yang lebih dijagokan.

Pernyataan kubu Biden lebih menjanjikan, tapi kami harus menunggu dan melihat, katanya. "Yang terpenting adalah perilaku."

"Hasil dari kebijakan 'tekanan maksimum' tidak terlalu menjanjikan bagi Amerika Serikat. Ini telah merugikan Iran, tetapi belum membawa jenis perubahan politik yang diinginkan Amerika Serikat."

Ketika ditanya apakah Iran akan melakukan negosiasi dengan pemerintahan Biden tentang kesepakatan nuklir baru, Zarif menjawab: "Tidak. Jika kami ingin melakukan itu, kami akan melakukannya dengan Presiden Trump empat tahun lalu."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:52 WIB

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12 WIB

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:42 WIB

Unik Disebut Mirip Donald Trump, Kerbau Asal Bangladesh Batal Disembelih di Idul Adha

Unik Disebut Mirip Donald Trump, Kerbau Asal Bangladesh Batal Disembelih di Idul Adha

Entertainment | Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:43 WIB

Vokalis Legenda Hardcore Punk Ngomel ke Penonton Pendukung Trump: Lo Ngerti Lirik Kami Gak?

Vokalis Legenda Hardcore Punk Ngomel ke Penonton Pendukung Trump: Lo Ngerti Lirik Kami Gak?

Entertainment | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:09 WIB

Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas

Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:13 WIB

Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel

Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:14 WIB

Donald Trump: Tidak Ada Satu Negara Pun Boleh Kendalikan Selat Hormuz

Donald Trump: Tidak Ada Satu Negara Pun Boleh Kendalikan Selat Hormuz

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:11 WIB

Waduh! AS Ancam Bom Oman, Berpotensi Ciptakan Perang Baru

Waduh! AS Ancam Bom Oman, Berpotensi Ciptakan Perang Baru

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:07 WIB

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:29 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB