Dunia Kecewa Amerika Serikat Mundur dari Perjanjian Paris

Siswanto

Kamis, 05 November 2020 | 19:52 WIB
Dunia Kecewa Amerika Serikat Mundur dari Perjanjian Paris
uru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric mengumumkan bahwa UNFCCC dan sejumlah negara menyesalkan pengunduran resmi Amerika Serikat dari Perjanjian Paris, saat jumpa pers di Markas PBB New York, AS, sebagaimana disiarkan di laman resmi PBB UNifeed, Rabu (4/11/2020). (ANTARA/HO-UNifeed)

Suara.com - Sekretariat Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Perubahan Iklim  bersama sejumlah negara, Rabu (4/11/2020), mengeluarkan pernyataan yang berisi kekecewaan sekaligus menyesalkan terhadap pengunduran diri Amerika Serikat dari Perjanjian Paris tentang perubahan iklim.

"UNFCCC bersama Chile, Italia, Inggris, dan Prancis mengeluarkan pernyataan yang mengatakan tidak ada tanggung jawab yang lebih besar daripada melindungi planet dan orang-orang di dalamnya dari ancaman perubahan iklim, dan kembali menegaskan Perjanjian Paris menyediakan landasan kerja sama konkret untuk mengurangi dampak pemanasan global," kata juru bicara untuk Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, saat acara jumpa pers di Markas PBB di New York City, Amerika Serikat, seperti dipantau dari Jakarta pada Kamis (5/11/2020).

Amerika Serikat merupakan salah satu negara kunci yang menentukan keberhasilan usaha dunia mengendalikan dampak perubahan iklim dan pemanasan global.

Pasalnya, AS dan Cina berkontribusi terhadap 40 persen gas buangan/emisi dunia, yang berpengaruh terhadap tingginya suhu di lapisan ozon Bumi.

Lewat Perjanjian Paris, ratusan negara di dunia berupaya menjaga agar suhu Bumi tidak mencapai di atas 1,5-2 derajat Celsius.

AS dan Cina pada 1 April 2016 bersama-sama mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan keduanya akan menandatangani Perjanjian Paris saat pakta itu terbuka untuk ditandatangani pada 22 April 2016.

Namun, Presiden AS Donald Trump pada 1 Juni 2017 mengumumkan negaranya akan keluar dari Perjanjian Paris.

Perjanjian Paris mengatur bahwa pengunduran diri harus didahului oleh pemberitahuan resmi tiga tahun sebelumnya.

Meskipun resmi mengundurkan diri dari negara yang menandatangani Perjanjian Paris, AS tetap jadi anggota UNFCCC, kata Sekretaris Eksekutif UNFCCC, Patricia Espinosa, sebagaimana dikutip Reuters.

baca juga

"UNFCCC siap membantu AS jika nantinya ingin bergabung kembali dalam Perjanjian Paris," kata Espinosa.

Sementara itu, UNFCCC lewat pernyataan resminya bersama Chile, Prancis, Italia, dan Inggris mengumumkan bahwa dunia akan memperingati lima tahun Perjanjian Paris pada 12 Desember.

"Kita harus memastikan pakta itu diimplementasikan secara menyeluruh. Kami menyesalkan bahwa pengunduran resmi AS dari Perjanjian Paris resmi berlaku hari ini (4/11)," kata UNFCCC lewat pernyataan tertulis.

Walaupun demikian, UNFCCC dan negara-negara anggota tetap berkomitmen membangun kerja sama dengan para pemangku kepentingan di AS untuk mengendalikan dampak perubahan iklim serta pemanasan global, kata lembaga itu dalam pernyataan yang sama. [Reuters/Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PBB Sebut Penangkapan Aktivis Sumud Flotilla oleh Israel Tabrak Hukum Internasional

PBB Sebut Penangkapan Aktivis Sumud Flotilla oleh Israel Tabrak Hukum Internasional

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:51 WIB

Garis Pertahanan Terakhir Gagal? Batas 1,5C Akan Terlampaui, Krisis Iklim Makin Gawat

Garis Pertahanan Terakhir Gagal? Batas 1,5C Akan Terlampaui, Krisis Iklim Makin Gawat

News | Selasa, 18 November 2025 | 12:35 WIB

PBB Beberkan Data Mengerikan Serangan Israel, Tiap 8 Menit Jatuhkan Satu Bom di Gaza

PBB Beberkan Data Mengerikan Serangan Israel, Tiap 8 Menit Jatuhkan Satu Bom di Gaza

News | Sabtu, 27 September 2025 | 15:15 WIB

Hutang Emisi Carbon Kendaraan, Indonesia Butuh Grand Design Net Zero Emission Vehicle pada RPJMN 2025-2029

Hutang Emisi Carbon Kendaraan, Indonesia Butuh Grand Design Net Zero Emission Vehicle pada RPJMN 2025-2029

Otomotif | Selasa, 12 November 2024 | 12:38 WIB

Kritik Pelaksanaan G20, Walhi Jakarta Pasang Spanduk Sindiran di JPO Pinisi

Kritik Pelaksanaan G20, Walhi Jakarta Pasang Spanduk Sindiran di JPO Pinisi

Foto | Senin, 14 November 2022 | 17:41 WIB

Indonesia Minta Dukungan Global Agar Bisa Pimpin Transisi Energi

Indonesia Minta Dukungan Global Agar Bisa Pimpin Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 01 September 2022 | 20:01 WIB

Terkini

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 20:18 WIB

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 20:17 WIB

×