Joe Biden Gaet Mantan Bos Google hingga Apple, tapi Tidak Marc Zuckerberg

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 11 November 2020 | 08:34 WIB
Joe Biden Gaet Mantan Bos Google hingga Apple, tapi Tidak Marc Zuckerberg
Calon Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden memberi isyarat ketika dia tiba di atas panggung untuk berbicara kepada para pendukung pada malam pemilihan di Chase Center di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, pada awal 4 November 2020. [Roberto SCHMIDT / AFP]

Suara.com - Joe Biden akan menggaet mantan bos Google hingga Apple sebagai pejabat di Gedung Putih, namun tidak dengan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg.

Menyadur The Independent, Eric Schmidt, yang pernah memimpin Google dari 2001 hingga 2011, sedang dipertimbangkan untuk memimpin gugus tugas industri teknologi baru di Gedung Putih.

Tetapi Mark Zuckerberg akan menghadapi pekerjaan yang lebih besar setelah keputusan Facebook untuk tidak memeriksa fakta iklan politik selama kampanye yang membuat jengkel Joe Biden, menurut Financial Times.

Dan hanya beberapa jam setelah Biden menyampaikan pidato kemenangannya, seorang asisten kampanye Joe Biden mengambil gambar Zuckerberg di media sosial.

Bill Russo me-retweet postingan Sacha Baron Cohen yang menunjukkan pertemuan Zuckerberg dengan Donald Trump dengan komentar "Satu turun, satu lagi."

CEO Facebook, Mark Zuckerberg. [AFP]
CEO Facebook, Mark Zuckerberg. [AFP]

Russo, kepala pers Joe Biden, menambahkan komentarnya sendiri yang berbunyi "Ya ampun." Russo juga menuduh raksasa media sosial tersebut menyebarkan disinformasi setelah kemenangan Biden atas Trump.

"Kami memohon dengan Facebook selama lebih dari setahun untuk serius tentang masalah ini. Mereka belum mengerjakannya. Demokrasi kami dipertaruhkan. Kami butuh jawaban," kata Russo di Twitter. Russo juga menuduh Facebook telah merobek-robek tatanan demokrasi Amerika Serikat.

Tim transisi Biden juga akan mempertimbangkan mantan penasihat umum asosiasi Facebook Jessica Hertz, dan mantan wakil presiden Apple untuk urusan pemerintahan Cynthia Hogan, menurut Financial Times.

Tim Biden berulang kali mengkritik Facebook selama kampanye dan mereka menyerukan agar perusahaan lebih agresif menangani teori konspirasi dan informasi yang salah.

baca juga

Kepala kampanye Biden Jen O'Malley Dillon menulis surat kepada Zuckerberg di mana dia menyebut Facebook sebagai penyebar utama disinformasi pemilih.

Sebelum pemilihannya, Biden mengindikasikan bahwa dia tidak akan lunak kepada Facebook dan mendukung pencabutan Pasal 230, yang melindungi situs web AS karena dianggap bertanggung jawab atas konten yang diunggah oleh pengguna.

"Saya tidak pernah menjadi penggemar Facebook, seperti yang mungkin Anda ketahui," kata Biden kepada New York Times Desember lalu.

"Saya tidak pernah menjadi penggemar berat Zuckerberg. Saya pikir dia adalah masalah yang nyata. Gagasan bahwa ini adalah perusahaan teknologi adalah bahwa Pasal 230 harus dicabut, segera harus dicabut, nomor satu. Untuk Zuckerberg dan platform lainnya." sambungnya.

Beberapa pengamat teknologi mengharapkan Biden untuk kembali ke era keemasan pemerintahan Barack Obama. "Apakah menurut kami ini akan menjadi Barack Obama 2.0? Tidak, tidak sama sekali," kata seorang eksekutif teknologi kepada Financial Times.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Partai Republik Dukung Trump Gugat Pilpres AS, Tapi...

Partai Republik Dukung Trump Gugat Pilpres AS, Tapi...

News | Rabu, 11 November 2020 | 07:54 WIB

Donald Trump Tak Mau Ngaku Kalah, Joe Biden: Jujur, Ini Memalukan!

Donald Trump Tak Mau Ngaku Kalah, Joe Biden: Jujur, Ini Memalukan!

Kalbar | Rabu, 11 November 2020 | 07:48 WIB

Geram! Joe Biden Sebut Donald Trump Memalukan

Geram! Joe Biden Sebut Donald Trump Memalukan

News | Rabu, 11 November 2020 | 07:40 WIB

Terkini

Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin

Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:51 WIB

Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade

Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya

Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP

Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026

Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur

Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:43 WIB

×