Jangan Salah Kaprah, Vaksin Covid-19 Tak Sepenuhnya Lindungi Indonesia

Reza Gunadha, ABC

Sabtu, 14 November 2020 | 14:11 WIB
Jangan Salah Kaprah, Vaksin Covid-19 Tak Sepenuhnya Lindungi Indonesia
[ABC]

Suara.com - Pekan ini, Pfizer, salah satu perusahaan farmasi yang mengembangkan vaksin covid-19, mengumumkan hasil awal uji coba pengembangan vaksin buatannya.

Dari hasil awal uji coba tersebut, efektivitas vaksin dinyatakan mencapai 90 persen, jauh di atas syarat 50 persen yang ditetapkan WHO.

Analisis sementara yang dilakukan oleh pemantau independen sejauh ini mencatat ada 94 infeksi dalam uji coba yang dilakukan Pfizer dengan melibatkan hampir 44.000 orang di enam negara.

Meski proses uji coba belum selesai, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan vaksin covid-19 buatan Pfizer ini 'paling menjanjikan'.

Banyak negara yang selama ini sangat mengharapkan vaksin covid-19 bisa segera tersedia.

Di Indonesia, Pemerintah juga mengatakan vaksin adalah jawaban dalam pandemi covid-19 dengan menyebutnya sebagai 'game changer'.

"Vaksin akan menjadi game changer dalam perang melawan pandemi. Kita perlu bekerja sama untuk memastikan semua negara memiliki akses setara terhadap vaksin yang aman dengan harga terjangkau," kata Jokowi dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, September lalu (23/09).

Pemerintah Indonesia mengklaim sudah mengamankan ratusan juta dosis vaksin, saat belum ada vaksin yang merampungkan masa uji coba dan dinyatakan berhasil oleh WHO.

Pemerintah juga sempat menyatakan juga menyatakan vaksin siap disuntikkan ke masyarakat pada November ini, meski kemudian Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartanto, menyatakan pelaksanaan vaksinasi belum dapat dipastikan, karena menunggu izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Tren angka COVID-19 turun bukan berarti kondisi membaik

Dalam sebulan terakhir, tren angka kasus covid-19, baik di Indonesia maupun di DKI Jakarta menurun.

Pada 8 Oktober, jumlah kasus positif memecahkan rekor tertinggi dengan 4.850 kasus, kemudian pada 2 November kasus baru tercatat sebanyak 2.618.

Namun, pakar kesehatan publik dari Universitas Indonesia, Pandu Riono, mengatakan, tren angka covid-19 yang menurun ini tidak berarti kondisi pandemi di Indonesia lebih baik.

Menurut Pandu, pengetesan atau testing masih menjadi kunci untuk mengidentifikasi 'spreader' atau pembawa virus sehingga pandemi bisa tertangani.

Penurunan jumlah tes, baik yang menggunakan metode 'polymerase chain reaction' (PCR) atau tes swab maupun tes cepat molekuler (TCM), juga diungkap oleh lembaga pemantau Covid-19 berbasis partisipasi warga, Kawal Covid-19.

Sepanjang pekan lalu, jumlah tes harian tidak pernah menembus angka 30.000 tes, bahkan sempat hanya mencapai 23.401 orang pada Selasa (03/11) lalu yang menjadikannya angka terendah sejak 15 September.

Tren angka tes yang rendah, yang akhirnya menyebabkan angka kasus yang juga rendah, menurut Pandu harus dilihat secara kritis.

Pandu menilai, bisa saja tes yang rendah tersebut disengaja, mengingat momentum Pilkada serentak yang akan berlangsung.

Menurutnya juga ditemukan beberapa wilayah yang sebelumnya menerapkan upaya penanganan pandemi yang baik, seperti pengetesan PCR yang tinggi, kini mulai mengendor.

"Gara-gara Satgas yang menggunakan istilah zonasi yang didasarkan pada tidak ditemukannya kasus atau angka kasus yang rendah, salah satu caranya ya testing PCR-nya direndahkan. Ini jadi artifisial kan? Toh enggak ketahuan," papar Pandu.

Selain 'testing', Indonesia sendiri masih punya sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam penanganan pandemi, sesuai Intra-Action Review (IAR) atau self-evaluation yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia sendiri sesuai dengan arahan WHO.

"Ini semacam rapor, dan kalau rapor ini disimpan saja di Kemenkes tidak ada yang tahu. Jadi disuruh [oleh WHO] untuk sharing, [supaya] masyarakat juga bisa melihat."

"Karena ini sudah diplublikasikan dan sudah di-sharing ke dunia dan masyarakat Indonesia, dan diucapkan langsung oleh Pak Terawan sebagai wakil Pemerintah, jadi masyarakat bisa menuntut nanti. Kita harus mengawal, mana angka rapor yang sudah bagus dan mana yang belum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Vaksin Covid-19 Mungkin Siap dalam Tiga Minggu

Vaksin Covid-19 Mungkin Siap dalam Tiga Minggu

Bali | Senin, 09 November 2020 | 09:17 WIB

Vaksin Covid-19 Akan Siap Sebelum Akhir Bulan Ini?

Vaksin Covid-19 Akan Siap Sebelum Akhir Bulan Ini?

Jawa Tengah | Senin, 09 November 2020 | 09:13 WIB

Alhamdulillah, Vaksin Covid-19 Mungkin Siap Sebelum Akhir Bulan Ini

Alhamdulillah, Vaksin Covid-19 Mungkin Siap Sebelum Akhir Bulan Ini

Tekno | Senin, 09 November 2020 | 07:30 WIB

PBB Indonesia: Distribusi Vaksin Covid-19 Perlu Kebijakan Inklusif

PBB Indonesia: Distribusi Vaksin Covid-19 Perlu Kebijakan Inklusif

News | Sabtu, 07 November 2020 | 04:00 WIB

17 Relawan Berhenti Uji Klinis Vaksin Covid Sinovac, Begini Alasan Mereka

17 Relawan Berhenti Uji Klinis Vaksin Covid Sinovac, Begini Alasan Mereka

News | Selasa, 03 November 2020 | 15:55 WIB

Akhir Tahun Ini Direncanakan Akan Ada Vaksinasi COVID-19 di Malang

Akhir Tahun Ini Direncanakan Akan Ada Vaksinasi COVID-19 di Malang

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2020 | 18:56 WIB

Jokowi Teken Perpres, Kewenangan Vaksin Covid-19 Dipegang Menkes Terawan

Jokowi Teken Perpres, Kewenangan Vaksin Covid-19 Dipegang Menkes Terawan

News | Rabu, 07 Oktober 2020 | 17:34 WIB

Ini Taksiran Harga Vaksin Covid-19 Buatan Bio Farma

Ini Taksiran Harga Vaksin Covid-19 Buatan Bio Farma

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2020 | 19:26 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan

Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:27 WIB

Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:24 WIB

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB