Diam-diam Korea Utara Melatih Lumba-lumba Berperang

Dythia Novianty

Senin, 16 November 2020 | 05:19 WIB
Diam-diam Korea Utara Melatih Lumba-lumba Berperang
Ilustrasi lumba-lumba. (Pixabay/Free-Photos)

Suara.com - Sebuah sumber mengklaim bahwa citra satelit menunjukkan fasilitas pelatihan lumba-lumba di pangkalan angkatan laut di Nampo, yang terletak di pantai barat Korea Utara (Korut).

Institut Angkatan Laut AS (USNI), memosting gambar di samping laporan tersebut di situs webnya. Artikel itu menambahkan fasilitas itu diyakini sudah ada sejak 2015, karena kandang hewan muncul di dekat galangan kapal di dekat unit angkatan laut sekitar waktu itu.

"Tetapi aktivitas utama dipindahkan ke sebuah situs yang lebih jauh ke sungai di pinggir kota," tulis laporan itu, dilansir laman Express.co.uk, Senin (16/11/2020).

USNI menambahkan, fasilitas tersebut terlihat mirip dengan pusat pelatihan lumba-lumba yang telah dikembangkan oleh militer AS dan Rusia.

"Pangkalan ini, mungkin tempat lumba-lumba diternakkan, mulai dikembangkan pada Oktober 2016," kata USNI.

Namun, artikel itu menambahkan bahwa kandang ini bisa jadi "sejenis peternakan ikan".

"Korea Utara telah meningkatkan penekanan pada budidaya ikan dalam beberapa tahun terakhir dan mereka berkembang biak di seluruh negeri. Banyak yang dijalankan oleh angkatan bersenjata," tulis laporan tersebut.

Lumba-lumba dan singa laut dilatih di Amerika oleh Program Mamalia Laut Angkatan Laut AS (NNMP), di San Diego, California. Mereka dikatakan berguna untuk mendeteksi ranjau bawah air.

Angkatan Laut Rusia juga dilaporkan menggunakan paus beluga untuk operasi militer.

baca juga

Tahun lalu, laporan dari Norwegia mengklaim seekor paus telah ditemukan mengenakan tali kekang Rusia dan kamera GoPro.

Ini memicu kekhawatiran bahwa itu adalah mata-mata Angkatan Laut Rusia.

Laporan USNI menambahkan, lumba-lumba dapat digunakan di Korea Utara untuk mendeteksi bahan peledak bawah air. Mereka juga dapat memeriksa kabel dan perangkat sonar di dasar laut.

"Perenang manusia tidak dapat bersaing dengan lumba-lumba atau anjing laut dalam hal kecepatan, kelincahan, dan kemampuan alami untuk 'melihat' di air yang gelap atau keruh. Ini bukan kontes, tetapi karena mereka tidak dapat mengidentifikasi apakah penyelam adalah teman atau musuh, mereka hanya akan digunakan untuk menandai target dengan memasang pelampung. Ini juga lebih praktis untuk tujuan pelatihan. Penyelam musuh kemudian bisa ditangani dengan granat atau jaring dengan kait hiu," jelas laporan USNI.

Sementara itu, Harry Kazianis, direktur senior Studi Korea di Pusat Kepentingan Nasional, mengatakan Korea Utara mampu membuat senjata di negara.

Menurut dia, sering kali Korea Utara dianggap sebagai negara miskin, kelaparan dan terbelakang, tantangan ekonomi mereka mendorong mereka untuk berinovasi dengan cara yang terkadang tidak dapat dikaitkan.

Kekurangan sumber daya, membuat mereka berinovasi membuat senjata yang bahkan tidak pernah diperhitungkan dan menggunakan lumba-lumba untuk aplikasi militer memang masuk akal dalam konteks itu.

"Meskipun sulit untuk mengetahui misi apa yang akan mereka gunakan untuk dan dalam skenario apa, Saya pikir itu mungkin," ujarnya kepada Newsweek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Pilpres AS, Korut Pamerkan Rudal Antar Benua Baru

Jelang Pilpres AS, Korut Pamerkan Rudal Antar Benua Baru

Video | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 07:00 WIB

Ketika Kim Jong Un Nangis di Depan Rakyat Korea Utara, Ada Apa?

Ketika Kim Jong Un Nangis di Depan Rakyat Korea Utara, Ada Apa?

Jogja | Rabu, 14 Oktober 2020 | 15:55 WIB

Korea Utara Punya Universitas Pertahanan Nasional Baru, Bernama Kim Jong Un

Korea Utara Punya Universitas Pertahanan Nasional Baru, Bernama Kim Jong Un

News | Rabu, 14 Oktober 2020 | 15:46 WIB

Bakal Bangun 25.000 Rumah, Bukti Kim Jong Un Sayang ke Rakyatnya

Bakal Bangun 25.000 Rumah, Bukti Kim Jong Un Sayang ke Rakyatnya

News | Rabu, 14 Oktober 2020 | 12:58 WIB

Detik-detik Kim Jong Un Menangis, Minta Maaf ke Rakyat Korea Utara

Detik-detik Kim Jong Un Menangis, Minta Maaf ke Rakyat Korea Utara

News | Rabu, 14 Oktober 2020 | 08:06 WIB

Langka! Kim Jong Un Teteskan Air Mata di Depan Publik, Ada Apa?

Langka! Kim Jong Un Teteskan Air Mata di Depan Publik, Ada Apa?

News | Rabu, 14 Oktober 2020 | 05:43 WIB

Terkini

Gus Ipul Beri Apresiasi atas Komitmen Pemkab Bandung Dukung Sekolah Rakyat

Gus Ipul Beri Apresiasi atas Komitmen Pemkab Bandung Dukung Sekolah Rakyat

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:41 WIB

Bukan Cuma Ganti Figur, DPR Desak Kepala BGN Baru Pengganti Nanik Deyang Berani Desain Ulang MBG

Bukan Cuma Ganti Figur, DPR Desak Kepala BGN Baru Pengganti Nanik Deyang Berani Desain Ulang MBG

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:40 WIB

PAM Jaya Ungkap Biang Kerok Kebocoran Berulang di TB Simatupang, Pipa Sudah Berusia 30 Tahun

PAM Jaya Ungkap Biang Kerok Kebocoran Berulang di TB Simatupang, Pipa Sudah Berusia 30 Tahun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:38 WIB

Santunan Korban Motor Tembus Rp1,79 T, Penguatan Standar Keselamatan Dinilai Mendesak

Santunan Korban Motor Tembus Rp1,79 T, Penguatan Standar Keselamatan Dinilai Mendesak

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:37 WIB

9 Rekomendasi Parfum untuk Kulit Sensitif dan Sudah Terdaftar BPOM

9 Rekomendasi Parfum untuk Kulit Sensitif dan Sudah Terdaftar BPOM

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:35 WIB

Sampah Jakarta Capai 7.354 Ton per Hari, Bisakah Pengelolaan dari Rumah Jadi Solusi?

Sampah Jakarta Capai 7.354 Ton per Hari, Bisakah Pengelolaan dari Rumah Jadi Solusi?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:35 WIB

JPMorgan Resmi Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Simak Alasannya

JPMorgan Resmi Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Simak Alasannya

Riau | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:33 WIB

Insentif Mobil Listrik Bisa Bikin Jakarta Rugi Rp2 Triliun

Insentif Mobil Listrik Bisa Bikin Jakarta Rugi Rp2 Triliun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:33 WIB

Kasus Penganiayaan Warga Rupat Utara, Propam Polda Riau Periksa 9 Orang

Kasus Penganiayaan Warga Rupat Utara, Propam Polda Riau Periksa 9 Orang

Riau | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:30 WIB

Banjir Review Positif! Ini Shade Bedak Tabur Make Over yang Pas Banget di Kulit Sawo Matang

Banjir Review Positif! Ini Shade Bedak Tabur Make Over yang Pas Banget di Kulit Sawo Matang

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:30 WIB

×