Donald Trump Akhirnya Akui Kemenangan Joe Biden

Reza Gunadha | BBC | Suara.com

Senin, 16 November 2020 | 13:16 WIB
Donald Trump Akhirnya Akui Kemenangan Joe Biden
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. [BBC]

Suara.com - Donald Trump akhirnya mengakui penantangnya, Joe Biden, menang dalam Pilpres Amerika Serikat 2020.

Namun, Trump berkeras tidak akan mengakui hasil pemilu AS.

"Dia menang karena pemilu dicurangi," tulis kandidat petahana tersebut di Twitter, mengulangi klaim pemilu curang— tanpa menyebut bukti, Senin (16/11/2020).

Kira-kira satu jam kemudian, dia mengatakan dia tidak mengakui hasil pemungutan suara pada 3 November.

Dia telah mengajukan banyak gugatan hukum di sejumlah negara bagian, tetapi belum memberikan bukti apa pun untuk mendukung klaimnya.

Semua gugatan hukumnya tak berhasil, sejauh ini.

Pada Jumat (13/11), pejabat pemilu mengatakan bahwa pemungutan suara adalah "paling aman dalam sejarah Amerika" dan "tidak ada bukti bahwa sistem pemungutan suara menghapus atau menghilangkan suara, mengubah suara, atau dengan cara apa pun yang dikompromikan".

Sementara itu, Biden tetap menjadi presiden terpilih.

Partai Demokrat meraup 306 suara pada electoral college - sistem yang digunakan AS untuk memilih presidennya - yang jauh melebihi ambang batas 270 untuk menang.

Penghitungan ulang atau gugatan hukum apa pun, kemungkinan tidak akan membatalkan hasil keseluruhan.

Kemenangan Biden dalam pemilihan umum juga telah melampaui perolehan lima juta suara.

Namun demikian, Trump menolak untuk mengakui kemenangan Biden sampai sekarang.

Dalam konferensi pers Jumat (13/11), Trump mengatakan "siapa yang tahu" pemerintahan yang akan berkuasa di masa mendatang.

Penolakannya untuk menyerah telah meningkatkan kekhawatiran tentang kemampuan pemerintah AS ke depan untuk mengatasi tingkat infeksi Covid-19 yang meningkat.


Apakah Trump akhirnya akan menyerah?

Analysis oleh Will Grant, BBC News, Washington DC

Sejumlah pendukung Biden menganggap komentar Trump tersebut sebagai bentuk pengakuan kekalahan, meski jauh dari kata wajar.

"Dia menang", adalah awal tulisan Trump di unggahan Twitternya, sebelum membahas tentang tuduhan penipuan pemilu yang tidak berdasar.

Biden menang, lanjut Trump, karena "tidak ada pengamat pemilu yang diizinkan [mengamati]", mengulangi klaimnya tentang konspirasi yang dipimpin oleh gerakan sayap kiri dan media. Namun di saat yang sama, tidak pernah menunjukkan bukti.

Memang, dalam beberapa jam, dia membantah komentar "Dia menang" dengan cuitan lain, yang berbunyi: "Dia hanya menang di mata media berita palsu, saya tidak mengakui apa pun."

Intinya, hanya sampai sejauh itu kemungkinan Presiden Trump akan melangkah. Bahkan jika dia akhirnya mengakui bahwa dia tidak akan menjadi presiden mulai 20 Januari, dia mungkin tidak akan pernah melepaskan klaimnya yang tidak berdasar bahwa dia kalah dalam pemungutan suara yang curang.


Twitter menambahkan peringatan pada tuduhan terbaru Trump tentang pemilu pada hari Minggu (15/11), dengan mengatakan: "Klaim penipuan pemilu ini masih diperdebatkan."

Tim kampanye Trump telah mengajukan serangkaian gugatan hukum yang mengatakan para pengamat pemilu dari Partai Republik ditolak aksesnya untuk mengamati penghitungan surat suara di negara-negara bagian yang menjadi medan pertempuran utama.

Pejabat pemilu membantah hal ini dan berkukuh bahwa mereka menaati peraturan.

Kebanyakan dari gugatan hukum itu diberhentikan karena kurangnya bukti.

Meski begitu, ribuan pendukung Trump melakukan aksi di Washington DC pada Sabtu (14/11) untuk mendukung bandingnya.

Para demonstran yang membawa bendera bergabung dengan anggota kelompok sayap kanan termasuk Proud Boys, beberapa mengenakan helm dan rompi anti peluru.

Demonstrasi itu sebagian besar berlangsung damai. Namun ada sejumlah kericuhan terjadi di malam hari, ketika terjadi bentrok antara pendukung Trump dan kontra-pengunjuk rasa.

Para pejabat mengatakan 20 orang telah ditangkap atas berbagai tuduhan, termasuk penyerangan dan kepemilikan senjata. Satu insiden penusukan dilaporkan. Dua petugas polisi juga terluka.

Penolakan Trump untuk menyerah telah menghambat proses transisi menuju pemerintahan baru, menjelang pelantikan 20 Januari mendatang.

Administrasi Layanan Umum (GSA), badan pemerintah yang ditugaskan untuk memulai proses transisi, belum mengakui Biden dan pasangannya, Kamala Harris, sebagai pemenang.

Tim Biden belum diberi akses ke rapat keamanan rahasia, agen federal, dan dana yang diperlukan untuk memastikan transisi kekuasaan yang lancar.

Berbicara kepada NBC pada Minggu (15/11), kepala staf Biden, Ron Klain, menyebut peningkatan kasus dan kematian saat ini merupakan situasi yang serius sehingga peralihan kekuasaan harus segera dimulai.

Dia mengatakan proses transisi harus dimulai pekan ini untuk memungkinkan negara itu fokus menangani pandemi virus corona.

AS sedang bergulat dengan angka infeksi Covid-19 terburuk sejak pandemi dimulai, dengan lebih dari 180.000 kasus baru dan 1.400 kematian pada Jumat (13/11).

Negara ini juga memiliki jumlah infeksi dan kematian tertinggi di dunia, dengan lebih dari 10,9 juta kasus sejak pandemi dimulai.

"Joe Biden akan menjadi presiden Amerika Serikat di tengah krisis yang sedang berlangsung," kata Klain. "Itu harus menjadi transisi yang mulus."

Pernyataan itu juga digaungkan oleh Kepala Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional, Anthony Fauci.

Dikatakannya, akan lebih baik bagi kesehatan masyarakat jika transisi dimulai secepatnya.

Klain juga menepis komentar terbaru Trump di media sosial.

"Unggahan Twitter Donald Trump tidak menjadikan Joe Biden presiden atau bukan presiden", katanya.

"Warga Amerika yang melakukan itu."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gagal Jadi Presiden AS, Donald Trump Diparodikan Mau Nyalon Bupati Tegal

Gagal Jadi Presiden AS, Donald Trump Diparodikan Mau Nyalon Bupati Tegal

Jawa Tengah | Senin, 16 November 2020 | 12:53 WIB

Viral! Video Parodi Donald Trump Mau Nyalon Jadi Bupati Tegal

Viral! Video Parodi Donald Trump Mau Nyalon Jadi Bupati Tegal

Jawa Tengah | Senin, 16 November 2020 | 09:20 WIB

Media AS: Joe Biden Menang dengan 306 Suara Elektoral, Trump hanya 232

Media AS: Joe Biden Menang dengan 306 Suara Elektoral, Trump hanya 232

News | Senin, 16 November 2020 | 09:00 WIB

Foto Peristiwa Pilihan Pekan Kedua November 2020

Foto Peristiwa Pilihan Pekan Kedua November 2020

Foto | Minggu, 15 November 2020 | 05:48 WIB

130 Anggota Pengamanan Presiden Donald Trump Dikarantina, Tertular Covid-19

130 Anggota Pengamanan Presiden Donald Trump Dikarantina, Tertular Covid-19

News | Sabtu, 14 November 2020 | 17:35 WIB

Trump Terus Berkhayal Pemilu Dicurangi, Harus Dipaksa Keluar Gedung Putih

Trump Terus Berkhayal Pemilu Dicurangi, Harus Dipaksa Keluar Gedung Putih

News | Sabtu, 14 November 2020 | 13:46 WIB

Media AS: Biden Menang dengan 306 Suara Elektoral, Trump Kantongi 232

Media AS: Biden Menang dengan 306 Suara Elektoral, Trump Kantongi 232

News | Sabtu, 14 November 2020 | 12:03 WIB

Terkini

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:47 WIB

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:13 WIB

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:19 WIB

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:33 WIB

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB

Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat

Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:24 WIB

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:15 WIB

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:04 WIB