Trump Terus Berkhayal Pemilu Dicurangi, Harus Dipaksa Keluar Gedung Putih

Reza Gunadha, BBC

Sabtu, 14 November 2020 | 13:46 WIB
Trump Terus Berkhayal Pemilu Dicurangi, Harus Dipaksa Keluar Gedung Putih
Ilustrasi. Presiden Amerika Serikat Donald Trump. [BBC]

Suara.com - Donald Trump diyakini tidak akan mengaku telah kalah di pemilihan presiden dan pada akhirnya mungkin harus dipaksa keluar dari Gedung Putih.

Keyakinan ini disampaikan oleh penulis buku Trump, The Art of the Deal, Tony Schwartz, dalam wawancara dengan BBC World News.

"Dia tak akan mengaku kalah karena baginya menerima kekalahan adalah kegagalan dan ini adalah sesuatu yang tak bisa ia terima," ujar Schwartz told BBC World News.

Oleh karena itu, kata Schwartz, Trump "tidak akan menghadiri pelantikan Joe Biden" sebagai presiden pada 20 Januari mendatang.

Dalam konteks ini pula, Trump berulang kali mengeklaim bahwa pemilihan presiden kali ini "diwarnai kecurangan", kata Schwartz.

"Bahwa pemilu tahun ini berjalan buruk, bahwa ia dicurangi ... khayalan ini terus ia lontarkan untuk menutupi kenyataan [bahwa pemilu dimenangkan oleh Biden]," kata Schwartz.

Schwartz adalah ghost-writer (seseorang yang disewa untuk menulis buku dan namanya tidak dicantumkan) buku Trump, The Art of the Deal, yang terbit pada 1987.

Ketika itu Trump dikenal sebagai pengusaha real estat. "Tentunya ketika itu saya tak membayangkan sama sekali bahwa ia akan mencalonkan diri sebagai presiden dan terpilih," kata Schwartz.

Yang juga ia pahami dari interaksi dengan Trump adalah baginya Trump "bukan tipe orang yang berempati, bukan tipe orang yang punya kesadaran akan nilai-nilai kemanusiaan yang universal".

baca juga

'Sifatnya makin buruk'

Schwartz mengatakan Trump tak berubah dari sosok yang ia kenal puluhan tahun lalu.

Yang sedikit berbeda, dalam kehidupan pribadinya, Trump "lebih pemarah, karena mengira tak ada orang yang tahu".

"Ia pernah mengatakan ia seperti bocah berusia tujuh tahun, [seperti itulah Trump], dan perangainya makin buruk seiring dengan bertambahnya usia," kata Schwartz.

Jika demikian sifat Trump, mengapa ia bisa sampai terpilih sebagai presiden Amerika pada 2016 dan meraih setidaknya 72 juta suara dalam pilpres kali ini?

Schwartz menganalisis ini mungkin cermin keputusasaan yang dialami oleh jutaan rakyat Amerika dewasa ini.

"Bahwa kenyataan dan situasi yang mereka hadapi tidak sesuai dengan harapan mereka ... dan mereka mengira Trump memahami situasi ini dan membantu mereka," kata Schwartz.

Padahal yang terjadi, kata Schwartz, orang-orang yang memilih Trump adalah orang-orang yang dibenci oleh Trump.

"Bagi Trump, mereka ini (para pendukungnya) adalah pecundang, memang ia tak menyampaikannya secara terbuka. Tapi bagi Trump, orang-orang yang menghadapi kesulitan hidup ini adalah para pecundang," kata Schwartz.

Trump dan para politisi senior Partai Republik sejauh ini belum menerima kemenangan Biden.

Ada dua alasan yang mereka ajukan: pemilu belum usai dan bahwa telah terjadi "kecurangan". Namun Trump tidak mengajukan bukti atas klaim tersebut.

Trump mengatakan sekitar 2,7 juta suara untuk dirinya "dihapus".

Namun para pejabat senior AS yang bertanggung jawab menggelar pemilu menegaskan pilpres 2020 adalah yang paling bersih dalam sejarah Amerika.

Para pejabat senior ini mengatakan "Tidak ada bukti bahwa ada sistem pemilihan yang dihapus atau ada suara yang hilang, suara yang diubah".

Dikatakan pula tidak ada bukti yang mengarah pada pemilu yang "direkayasa sedemikian rupa".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Media AS: Biden Menang dengan 306 Suara Elektoral, Trump Kantongi 232

Media AS: Biden Menang dengan 306 Suara Elektoral, Trump Kantongi 232

News | Sabtu, 14 November 2020 | 12:03 WIB

Deretan Pejabat Klaim Pemilu 2020 Paling Aman dalam Sejarah Amerika

Deretan Pejabat Klaim Pemilu 2020 Paling Aman dalam Sejarah Amerika

News | Jum'at, 13 November 2020 | 20:34 WIB

Madame Tussauds Makeover Patung Lilin Donald Trump Pakai Baju Golf

Madame Tussauds Makeover Patung Lilin Donald Trump Pakai Baju Golf

News | Jum'at, 13 November 2020 | 21:17 WIB

Masih Yakin Menang, Donald Trump Halangi Biden Mengakses Informasi Rahasia

Masih Yakin Menang, Donald Trump Halangi Biden Mengakses Informasi Rahasia

News | Jum'at, 13 November 2020 | 14:28 WIB

Pejabat Berjatuhan, Kali Ini Direktur Politik Gedung Putih Positif Corona

Pejabat Berjatuhan, Kali Ini Direktur Politik Gedung Putih Positif Corona

News | Kamis, 12 November 2020 | 21:33 WIB

Masih Ngeyel, Tim Kampanye Trump Tuntut Michigan Batalkan Kemenangan Biden

Masih Ngeyel, Tim Kampanye Trump Tuntut Michigan Batalkan Kemenangan Biden

News | Kamis, 12 November 2020 | 16:27 WIB

Apa yang Mungkin Dilakukan Donald Trump Setelah Tinggalkan Gedung Putih

Apa yang Mungkin Dilakukan Donald Trump Setelah Tinggalkan Gedung Putih

News | Kamis, 12 November 2020 | 13:48 WIB

Pemilu AS 2020: Apa yang Perlu Anda Ketahui Sekarang

Pemilu AS 2020: Apa yang Perlu Anda Ketahui Sekarang

News | Kamis, 12 November 2020 | 13:43 WIB

Terkini

Meutya Hafid Gandeng Polri Perangi Judi Online hingga Penipuan Digital

Meutya Hafid Gandeng Polri Perangi Judi Online hingga Penipuan Digital

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Dari Cegil hingga Rizz: Fenomena Algoritma Medsos Mengubah Gaya Bahasa Gen Z

Dari Cegil hingga Rizz: Fenomena Algoritma Medsos Mengubah Gaya Bahasa Gen Z

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Pilar Penting Bangsa, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pemerintah Perkuat Kelembagaan Pesantren

Pilar Penting Bangsa, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pemerintah Perkuat Kelembagaan Pesantren

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:04 WIB

Mugiyanto Ungkap Data HAM yang Bakal Dibuka ke Publik, dari Desa Sadar HAM hingga Pengaduan Warga

Mugiyanto Ungkap Data HAM yang Bakal Dibuka ke Publik, dari Desa Sadar HAM hingga Pengaduan Warga

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01 WIB

Review Film Wonderland: Dunia Kecil untuk Mereka yang Belum Rela Kehilangan

Review Film Wonderland: Dunia Kecil untuk Mereka yang Belum Rela Kehilangan

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Gaya Dosen Gen Z di Medan Saat Mengajar Jadi Sorotan, Warganet Ikut Terpukau

Gaya Dosen Gen Z di Medan Saat Mengajar Jadi Sorotan, Warganet Ikut Terpukau

Sumut | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng

Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng

Kaltim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Bros Mencolok Lamine Yamal di Gala Ballon d'Or 2026 Curi Perhatian: Pernah Dipakai Bintang Hollywood

Bros Mencolok Lamine Yamal di Gala Ballon d'Or 2026 Curi Perhatian: Pernah Dipakai Bintang Hollywood

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Viral Dituding Bangun Kopdes di Tengah Hutan Jalur Trabas, Peratin di Lambar Buka Suara

Viral Dituding Bangun Kopdes di Tengah Hutan Jalur Trabas, Peratin di Lambar Buka Suara

Lampung | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Karhutla Berulang, Tata Air Gambut Jadi Kunci Lindungi Habitat Satwa

Karhutla Berulang, Tata Air Gambut Jadi Kunci Lindungi Habitat Satwa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:54 WIB

×