Mengurai Benang Kusut Kronologi Kasus Nikita Mirzani Vs Rizieq dan Maaher

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 18 November 2020 | 11:59 WIB
Mengurai Benang Kusut Kronologi Kasus Nikita Mirzani Vs Rizieq dan Maaher
Nikita Mirzani dan Ustaz Maaher At-Thuwailibi. [Instagram]

Suara.com - Artis Nikita Mirzani terlibat perseteruan dengan Ustaz Maaher At-Thuwailibi gegara pernyataan mengenai Habib Rizieq Shihab. Berikut kronologi lengkap kasus Nikita Mirzani kontra Rizieq dan Maaher.

Niki, panggilan akrab Nikita Mirzani, dituding telah menghina imam besar FPI usai menyebut habib adalah tukang obat.

Buntut dari pernyataan itu, simpatisan Rizieq mengecam Niki dan mengancam akan melaporkannya ke polisi jika ia tak menyampaikan permohonan maaf.

Tak sampai disitu, Niki juga mendapatkan ancaman akan dikepung oleh 800 laskar hingga disebut sebagai lonte gegara pernyataannya itu.

Berikut kronologi lengkap kasus Nikita Mirzani vs Rizieq Shihab dan Maaher, Rabu (18/11/2020).

Habib Tukang Obat

Melalui akun Instagram, Niki, panggilan akrab Nikita Mirzani, mengunggah sebuah video singkat yang menyindir kepulangan Rizieq.

Menurutnya, penyambutan Rizieq Shihab pada Selasa (10/11/2020) lalu terlalu berlebihan.

"Gara-gara Habib Rizieq pulang ke Jakarta, penyemputannya gila-gilaan. Nama habib itu adalah tukang obat, screenshot. Nah nanti banyak antek-anteknya nih mulai nih ya, nggak takut gue juga," kata Nikita Mirzani di dalam video.

Mau Dipolisikan

Pernyataan Niki tersebut sontak menyedot perhatian publik. Para simpatisan Rizieq tak terima dengan pernyataan Niki dan mengancam akan melaporkannya ke polisi.

Salah satunya adalah Habib Alwi Al-Athos yang memberikan ultimatum kepada Niki. Ia mengaku tak segan melaporkan Niki ke polisi jika ia tak menyampaikan permohonan maaf di publik.

"Teruntuk Nikita Mirzani yang terang-terangan telah berani menghina Habib Rizieq, dan telah terang-terangan mengatakan habib adalah tukang obat apabila statemen yang telah anda sampaikan dalam waktu 1x24 jam tidak mengklarifikasi dan tidak minta maaf, maka niscaya saya Habib Alwi Al-Athos akan memberi pelajaran kepada ente. Camkan ucapan saya baik-baik," kata Habib Alwi, Jumat (13/11/2020).

Video Nikita Mirzani [jepretan instagram]
Video Nikita Mirzani [jepretan instagram]

Ancaman Geruduk hingga Sebutan Lonte

Ustaz Maaher At-Thuwailibi balik menghina Niki lantaran tak terima Rizieq dihina oleh Niki. Maaher mengucapkan berbagai kata-kata tak pantas kepada Niki yang dinilai telah menghina ulama.

Kekesalan Maaher tersebut disampaikan olehnya melalui akun Instagram dan Twitter miliknya.

"Saya Ustaz Maaher At-Thuwailibi, mengimbau pada saudari Nikita Mirzani yang telah menghina, menyudutkan, dan merendahkan Imam Besar kami, Al-Habib Muhammad Rizieq bin Husein Shihab dengan sebutan tukang obat," ujar Maaher.

"Tidak layak seorang muslim dan muslimah, apalagi yang mengaku beriman pada Allah dan rasulnya, menghina seorang ulama. Apalagi beliau adalah cucu diantara cucu-cucu Baginda Rasulullah SAW. Kalau kita tidak bisa menjadi orang saleh, setidaknya jangan memusuhi orang-orang saleh," sambungnya.

Ustaz Maaher siap geruduk rumah Nikita Mirzani (IG/ustadzmaaher_real)
Ustaz Maaher siap geruduk rumah Nikita Mirzani (IG/ustadzmaaher_real)

Maaher mengancam akan menggeruduk kediaman Niki bersama 800 lasker pembela ulama jika Niki tak menyampaikan permohonan maaf.

"Kepadamu, hei, babi betina, lonte oplosan, penjual selangkangan, saya himbau, 1x24 jam kau tak melakukan klarifikasi dan permintaan maaf di depan publik secara terbuka, saya Maaher At-Thuwailibi bersama 800 laskar pembela ulama, bakal mengepung rumahmu," tegasnya.

Dalam Instagram Stories, Maaher kembali menegaskan tak main-main dengan ucapannya.

"Tenang saja, saya enggak mengancam atau sekadar gertak. Kita buktikan saja apa yang akan terjadi," ungkap Maaher.

Bahkan, ia mengklaim telah menyiapkan lebih dari 800 orang untuk mendatangi rumah Nikita Mirzani.

"Alhamdulillah malah bertambah 400 orang yang mau ikut silaturahmi ke rumah nyai lonte," sambungnya.

Tarik Ucapan Sendiri

Ancaman yang disampaikan oleh Maaher membuat aparat berwajib ikut turun tangan mengamankan kediaman Niki. Sejumlah kepolisian berjaga di sekitar komplek perumahan Niki untuk mengantisipasi kepungan massa suruhan Maaher.

Hingga Jumat (14/11/2020) malam, massa yang dijanjikan oleh Maaher mengepung rumah Niki tak kunjung datang.

Maaher melalui akun twitter miliknya @ustadzmaaher_ mengaku ancaman mengepung kediaman Niki hanya sekadar gertakan untuk menimbulkan efek jera bagi Niki.

"InsyaAllah saya masih waras tidak sekonyol itu bawa 800 orang buat hadapi seorang lonte. Ini efek jera buat Anda. Tapi proses hukum tetap jalan," kata Maaher.

Maaher tak jadi geruduk rumah Nikita Mirzani (Twitter/ustadzmaaher_)
Maaher tak jadi geruduk rumah Nikita Mirzani (Twitter/ustadzmaaher_)

Rizieq Singgung Lonte

Dalam ceramahnya di acara Maulid Nabi Muhammad Saw, Sabtu (14/11/2020), Rizieq menyinggung soal lonte di hadapan para jemaahnya.

"Ada lonte hina habib? Pusing pusing! Ampe lonte ikut-ikutan ngomong iyee..

Saudara, lanjut jangan? Tapi jangan berisik dong," kata Rizieq.

Saya enggak marah, cuma ada umat yang marah. Ngancam mengepung lonte. Eh polisi kalang kabut jagain lonte. Kacau kacau!" imbuh Rizieq. Lonte hina habib dijaga polisi. Kacau tidak?

Mestinya lonte yang hina habib, hina ulama, ditangkap, bukan dijagain. Polisi jawab tapi ada ancaman habib. Makanya lu tangkap!" seru Rizieq.

Tantang Tes DNA

Niki menantang Rizieq Shihab untuk melakukan tes DNA. Tes tersebut dilakukan untuk membuktikan Rizieq merupakan keturunan Nabi Muhammad Saw.

Menurut Nikita Mirzani ini sebagai langkah kongkret mengakhiri perdebatan kebenaran Habib Rizieq cucu Nabi Muhammad.

"Pada berisik bilang cucu nabi, gue juga cucu Nabi Adam. Coba biar nggak ada fitnah, tes DNA biar kita lihat kalau benar dia keturunan Rasulullah," tulis Nikita Mirzani di Insta Story-nya.

Niki menyebut, Rizieq tak perlu merogoh kocek dalam untuk melakukan tes tersebut. Ia akan menggalang donasi untuk keperluan tes tersebut.

Gagal Polisikan Nikita Mirzani

Polda Metro Jaya menolak laporan Forum Masyarakat Pecinta Ulama (FMPU) DKI Jakarta yang hendak melaporkan Niki atas tudingan telah menghina Rizieq.

Penanggung Jawab FMPU Saifudin tak merincikan syarat apa saja yang belum terpenuhi hingga laporannya ditolak.

Dia hanya menyebutkan bahwasanya ada beberapa unsur yang belum terpenuhi untuk melengkapi laporan yang dilayangkannya.

"Masih harus ada unsur-unsur yang harus dipenuhi dulu," kata Saifudin saat dikonfirmasi, Senin (16/11/2020).

Siap Polisikan Maaher

Niki mengaku sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk melaporkan Maaher ke polisi. Awalnya ia berencana melaporkan Maaher pada Senin (16/11/2020).

Namun, pelaporan tersebut batal dilakukan karena Niki mengaku sedang tidak mood. Meski demikian, ia mengaku pelaporan akan tetap dilakukan pada pekan ini.

"Lagi enggak mood. Minggu-minggu ini (buat laporan)," tutur Niki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Unggah Video Rizieq Bicara Penggal Kepala, Jimly: Ceramah Penuh Kebencian

Unggah Video Rizieq Bicara Penggal Kepala, Jimly: Ceramah Penuh Kebencian

Jakarta | Rabu, 18 November 2020 | 11:50 WIB

Minta Maaf, Ustaz Maaher Buat Warganet Bertanya-tanya

Minta Maaf, Ustaz Maaher Buat Warganet Bertanya-tanya

Jogja | Rabu, 18 November 2020 | 11:44 WIB

Orang Medan Protes Tak Biasa Pakai Kata 'Lonte', Maaher Berdusta?

Orang Medan Protes Tak Biasa Pakai Kata 'Lonte', Maaher Berdusta?

Jatim | Rabu, 18 November 2020 | 11:31 WIB

Terkini

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 17:54 WIB

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:58 WIB

Sindir Jokowi? Hasto Soroti Simbol 21061961 di Film Ghost in the Cell: Joko Anwar Sangat Cerdas!

Sindir Jokowi? Hasto Soroti Simbol 21061961 di Film Ghost in the Cell: Joko Anwar Sangat Cerdas!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:42 WIB

Bikin Buruh Tertawa, Kapolri Ingin Jadi Aktivis Usai Pensiun: Mau Demo Pak Jumhur!

Bikin Buruh Tertawa, Kapolri Ingin Jadi Aktivis Usai Pensiun: Mau Demo Pak Jumhur!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:19 WIB

Abaikan Aspirasi Rakyat Berujung Korupsi, PDIP: Kasus BGN Harusnya Bisa Dicegah Sejak Awal!

Abaikan Aspirasi Rakyat Berujung Korupsi, PDIP: Kasus BGN Harusnya Bisa Dicegah Sejak Awal!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:07 WIB

Heroik! Niat Bantu Warga, Petugas Damkar Malah Tertimpa Gedung dan Harus Jalani CT Scan

Heroik! Niat Bantu Warga, Petugas Damkar Malah Tertimpa Gedung dan Harus Jalani CT Scan

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:45 WIB

Tolak Tawaran Masuk Pemerintahan Prabowo, Andi Gani: Saya Pilih Jadi Presiden Buruh

Tolak Tawaran Masuk Pemerintahan Prabowo, Andi Gani: Saya Pilih Jadi Presiden Buruh

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:06 WIB

Transisi Energi di Laut Janjikan Masa Depan Hijau, Tapi Bagaimana Nasib Masyarakat Pesisir?

Transisi Energi di Laut Janjikan Masa Depan Hijau, Tapi Bagaimana Nasib Masyarakat Pesisir?

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:00 WIB

Waspada Badai PHK! Pemerintah Gelar Rapat Khusus Pekan Depan

Waspada Badai PHK! Pemerintah Gelar Rapat Khusus Pekan Depan

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:44 WIB

Jaga Jarak Etik! Satgas PKH Harus Hindari Celah Konflik Kepentingan Dalam Penertiban

Jaga Jarak Etik! Satgas PKH Harus Hindari Celah Konflik Kepentingan Dalam Penertiban

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:34 WIB