Pompeo Jadi Menlu AS Pertama yang Kunjungi Pemukiman Yahudi

Siswanto, BBC

Jum'at, 20 November 2020 | 15:41 WIB
Pompeo Jadi Menlu AS Pertama yang Kunjungi Pemukiman Yahudi
BBC

Suara.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo pada hari Kamis (19/11) menjadi pejabat senior AS pertama yang mengunjungi pemukiman Yahudi di kawasan pendudukan Tepi Barat.

Kunjungan Menlu Pompeo ke kawasan permukiman Yahudi di Psagot dilakukan satu tahun setelah ia mengatakan bahwa pembangunan pemukiman Yahudi di kawasan pendudukan bukan merupakan pelanggaran atas hukum internasional.

Sebelum masa pemerintahan Presiden Trump, AS --sejalan dengan suara mayoritas masyarakat internasional-- berpendapat bahwa tindakan Israel membangun rumah-rumah bagi warga Yahudi di wilayah pendudukan melanggar hukum internasional.

Suara masyarakat internasional selama ini ditolak oleh Israel.

Politikus senior Palestina, Mustafa Barghouti mengecam kunjungan Pompeo.

"Kunjungan itu tidak dapat diterima. Kunjungan tersebut adalah tindakan provokasi, baik kunjungan ke permukiman Psagot di jantung Tepi Barat yang seharusnya menjadi bagian wilayah negara Palestina di masa depan, maupun kunjungan ke Dataran Tinggi Golan yang merupakan wilayah Suriah yang diduduki dan yang dicaplok Israel secara ilegal," kata Barghouti dalam wawancara dengan BBC.

Beberapa hari lalu, delegasi diplomat Eropa berkunjung ke Yerusalem Timur untuk memprotes rencana Israel membangun rumah-rumah bagi warga Yahudi di kawasan pendudukan tersebut.

Delegasi ini dihadang dan diteriaki oleh kalangan nasionalis Israel.

Pernyataan Menlu Pompeo setahun lalu, yang mengakui pemukiman Yahudi di kawasan pendudukan sebagai pemukiman yang legal, membuat marah Palestina. Mereka menentang setiap pembangunan pemukiman Yahudi di kawasan-kawasan pendudukan, wilayah yang nantinya akan menjadi bagian dari negara Palestina di masa depan.

baca juga

Selain ke Psagot, Pompeo melanjutkan lawatan ke kawasan pendudukan Dataran Tinggi Golan.

Presiden Donald Trump pada 2019 secara resmi mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, yang direbut Israel dari Suriah dalam perang tahun 1967. Pada 1981, Israel mencaplok wilayah ini.

Gerakan memboikot Israel

Pompeo tiba di Israel hari Rabu (18/11), yang diperkirakan sebagai lawatan terakhir ke Israel sebelum menyelesaikan jabatan pada Januari 2021.

Pada Kamis pagi ia menggelar pembicaraan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem.

Dalam keterangan pers, Pompeo mengumumkan bahwa gerakan global yang memboikot total Israel (BDS) adalah anti-Semitis.

BDS dilancarkan untuk memprotes kebijakan Israel terhadap Palestina.

Pompeo mengatakan pemerintah AS akan menarik dukungan bagi kelompok-kelompok yang mendukung boikot terhadap Israel.

Setelah keterangan pers, Pompeo ke Psagot, mengunjungi pengolahan anggur di pemukiman Yahudi yang terletak di dekat Ramallah. Untuk menghormati Pompeo, satu anggur diberi nama menlu AS tersebut.

Ia mengatakan sudah lama Kementerian Luar Negeri AS "mengambil sikap yang keliru soal permukiman Yahudi". Ia menyebut "pandangan yang keliru tidak sesuai dengan sejarah".

Sekarang, kata Pompeo, AS mengakui bahwa pemukiman untuk warga Yahudi bisa dibangun "dengan cara-cara legal dan benar".

Lebih dari 600.000 warga Yahudi menempati sekitar 140 pemukiman yang dibangun Israel sejak negara itu menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur dalam perang 1967.

Pekan lalu, para pemimpin Palestina memperingatkan, kunjungan pejabat tinggi AS ke pengolahan anggur di Psagot sama dengan provokasi dan ini akan menjadi preseden yang berbahaya.

Protes sudah digelar untuk menentang lawatan Pompeo.

Hari Rabu, puluhan warga Palestina berunjuk rasa di al-Bireh, yang terletak di antara Yerusalem dan Ramallah.

Presiden terpilih Joe Biden diperkirakan akan membalikkan kebijakan AS soal pembangunan pemukiman Yahudi, namun diperkirakan tidak akan membatalkan keputusan Trump pada 2017 yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Terkait Dataran Tinggi Golan, Pompeo mengatakan keputusan Trump mengakui kedaulatan Israel atas kawasan itu adalah "cermin dari realita di lapangan".

Suriah tahun lalu mengatakan keputusan Trump soal Dataran Tinggi Golan "jelas-jelas serangan terhadap kedaulatan" Suriah.

Aneksasi Israel atas Dataran Tinggi Golan tidak diakui oleh masyarakat internasional dan Suriah menuntut Israel mengembalikan wilayah ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Pemberantasan Tramadol Ilegal, Dedi Mulyadi Minta Aparat dan Warga Bergerak Bersama

Pemberantasan Tramadol Ilegal, Dedi Mulyadi Minta Aparat dan Warga Bergerak Bersama

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:49 WIB

Sering Kita Lakukan, 7 Hal Sederhana Ini Ternyata Ciri Khas Orang Indonesia Asli

Sering Kita Lakukan, 7 Hal Sederhana Ini Ternyata Ciri Khas Orang Indonesia Asli

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:46 WIB

Bukan Harga Murah, Ini Strategi Sharp Indonesia Menjaga Dominasi Pasar AC

Bukan Harga Murah, Ini Strategi Sharp Indonesia Menjaga Dominasi Pasar AC

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:44 WIB

Hari Ini, Pramudi Jaklingko M44 Gelar Aksi Demo di Menteng

Hari Ini, Pramudi Jaklingko M44 Gelar Aksi Demo di Menteng

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:44 WIB

Niat Menggasak Malah Terlelap: Maling Apes di Pringsewu yang Ketiduran di Kasur Korban

Niat Menggasak Malah Terlelap: Maling Apes di Pringsewu yang Ketiduran di Kasur Korban

Lampung | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Isu Kesepakatan dengan Oman di Tengah Perang, Iran Semakin 'Kuat' di Selat Hormuz

Isu Kesepakatan dengan Oman di Tengah Perang, Iran Semakin 'Kuat' di Selat Hormuz

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:41 WIB

Sering Melihat Kilatan Cahaya atau Bercak Hitam? Kenali Tanda Gangguan pada Retina

Sering Melihat Kilatan Cahaya atau Bercak Hitam? Kenali Tanda Gangguan pada Retina

Health | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Rahasia Teknologi i-DM JETOUR T1 dan T2 yang Mampu Melaju Lebih dari 1200 Kilometer

Rahasia Teknologi i-DM JETOUR T1 dan T2 yang Mampu Melaju Lebih dari 1200 Kilometer

Otomotif | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Ulasan The Yellow Wallpaper, Ketika Kisah Horor Tak Selalu Tentang Hantu

Ulasan The Yellow Wallpaper, Ketika Kisah Horor Tak Selalu Tentang Hantu

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Rupiah Perkasa di Tengah Pelemahan Dolar AS, Dibuka Menguat ke Rp17.912

Rupiah Perkasa di Tengah Pelemahan Dolar AS, Dibuka Menguat ke Rp17.912

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:28 WIB

×